Jumat, 4 September 2026
- Advertisement -

Wali Kota Agung Nugroho Terpilih Ikuti Kursus Pemantapan Lemhannas, Hanya 25 Kepala Daerah yang Lolos

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, menjadi satu dari hanya 25 kepala daerah se-Indonesia yang terpilih mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Jakarta.
Program bergengsi hasil kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Lemhannas ini berlangsung selama 14 hari, mulai Selasa (4/11) hingga 18 November mendatang.

KPPD merupakan pelatihan khusus bagi para kepala daerah untuk memperdalam wawasan kebangsaan, meningkatkan kemampuan manajerial pemerintahan, serta memperkuat karakter kepemimpinan nasional di tengah tantangan global.

“Alhamdulillah, dari sekitar 500 kepala daerah di seluruh Indonesia, hanya 25 yang terpilih. Ini amanah sekaligus motivasi agar kami terus belajar dan membawa hasilnya untuk kemajuan Pekanbaru,” ujar Wali Kota Agung Nugroho, Rabu (5/11) pagi dari Jakarta.

Baca Juga:  Riau Tunggu Restu Kemenaker, Pembahasan UMP 2026 Dijadwalkan Pekan Depan

Kegiatan KPPD Lemhannas dibuka dengan gala dinner dan pengenalan program yang dihadiri pejabat tinggi Lemhannas, perwakilan Kemendagri, serta tokoh nasional. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti materi intensif tentang manajemen pemerintahan, strategi pembangunan berkelanjutan, penguatan ideologi Pancasila, hingga peran kepala daerah dalam menjaga ketahanan nasional.

Agung menilai, menjadi kepala daerah kini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang pengelolaan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang baik. “Selain fokus pada pembangunan dan pelayanan masyarakat, seorang kepala daerah harus terus memperkaya diri dengan ilmu dan pengalaman,” ujarnya.

Ia juga menyebut Lemhannas sebagai wadah penting untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring strategis antar-daerah. “Ilmu yang saya dapatkan di sini in sya Allah akan saya terapkan dalam kebijakan di Pekanbaru,” tutur Agung yang juga tengah menempuh program doktor di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Baca Juga:  Lakalantas di Rumbai, Pengendara Meninggal di Tempat

Selama berada di Jakarta, roda pemerintahan di Kota Pekanbaru dijalankan oleh Wakil Wali Kota H Markarius Anwar ST MArch. Agung telah memberikan sejumlah arahan terkait program prioritas, seperti percepatan pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan, penyelesaian parit, dan pengawasan pengangkutan sampah.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat berkomitmen meningkatkan kapasitas kepala daerah. “In sya Allah setelah 14 hari, saya kembali dengan semangat baru dan wawasan yang lebih luas untuk membawa Pekanbaru menjadi kota modern, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tutupnya.(ali)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, menjadi satu dari hanya 25 kepala daerah se-Indonesia yang terpilih mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Jakarta.
Program bergengsi hasil kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Lemhannas ini berlangsung selama 14 hari, mulai Selasa (4/11) hingga 18 November mendatang.

KPPD merupakan pelatihan khusus bagi para kepala daerah untuk memperdalam wawasan kebangsaan, meningkatkan kemampuan manajerial pemerintahan, serta memperkuat karakter kepemimpinan nasional di tengah tantangan global.

“Alhamdulillah, dari sekitar 500 kepala daerah di seluruh Indonesia, hanya 25 yang terpilih. Ini amanah sekaligus motivasi agar kami terus belajar dan membawa hasilnya untuk kemajuan Pekanbaru,” ujar Wali Kota Agung Nugroho, Rabu (5/11) pagi dari Jakarta.

Baca Juga:  Tingkatkan Infrastruktur Pendidikan hingga Kesejahteraan Guru

Kegiatan KPPD Lemhannas dibuka dengan gala dinner dan pengenalan program yang dihadiri pejabat tinggi Lemhannas, perwakilan Kemendagri, serta tokoh nasional. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti materi intensif tentang manajemen pemerintahan, strategi pembangunan berkelanjutan, penguatan ideologi Pancasila, hingga peran kepala daerah dalam menjaga ketahanan nasional.

Agung menilai, menjadi kepala daerah kini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang pengelolaan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang baik. “Selain fokus pada pembangunan dan pelayanan masyarakat, seorang kepala daerah harus terus memperkaya diri dengan ilmu dan pengalaman,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia juga menyebut Lemhannas sebagai wadah penting untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring strategis antar-daerah. “Ilmu yang saya dapatkan di sini in sya Allah akan saya terapkan dalam kebijakan di Pekanbaru,” tutur Agung yang juga tengah menempuh program doktor di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Baca Juga:  Lakalantas di Rumbai, Pengendara Meninggal di Tempat

Selama berada di Jakarta, roda pemerintahan di Kota Pekanbaru dijalankan oleh Wakil Wali Kota H Markarius Anwar ST MArch. Agung telah memberikan sejumlah arahan terkait program prioritas, seperti percepatan pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan, penyelesaian parit, dan pengawasan pengangkutan sampah.

- Advertisement -

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat berkomitmen meningkatkan kapasitas kepala daerah. “In sya Allah setelah 14 hari, saya kembali dengan semangat baru dan wawasan yang lebih luas untuk membawa Pekanbaru menjadi kota modern, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tutupnya.(ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, menjadi satu dari hanya 25 kepala daerah se-Indonesia yang terpilih mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Jakarta.
Program bergengsi hasil kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Lemhannas ini berlangsung selama 14 hari, mulai Selasa (4/11) hingga 18 November mendatang.

KPPD merupakan pelatihan khusus bagi para kepala daerah untuk memperdalam wawasan kebangsaan, meningkatkan kemampuan manajerial pemerintahan, serta memperkuat karakter kepemimpinan nasional di tengah tantangan global.

“Alhamdulillah, dari sekitar 500 kepala daerah di seluruh Indonesia, hanya 25 yang terpilih. Ini amanah sekaligus motivasi agar kami terus belajar dan membawa hasilnya untuk kemajuan Pekanbaru,” ujar Wali Kota Agung Nugroho, Rabu (5/11) pagi dari Jakarta.

Baca Juga:  Pasar Tradisional Sepi

Kegiatan KPPD Lemhannas dibuka dengan gala dinner dan pengenalan program yang dihadiri pejabat tinggi Lemhannas, perwakilan Kemendagri, serta tokoh nasional. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti materi intensif tentang manajemen pemerintahan, strategi pembangunan berkelanjutan, penguatan ideologi Pancasila, hingga peran kepala daerah dalam menjaga ketahanan nasional.

Agung menilai, menjadi kepala daerah kini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang pengelolaan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang baik. “Selain fokus pada pembangunan dan pelayanan masyarakat, seorang kepala daerah harus terus memperkaya diri dengan ilmu dan pengalaman,” ujarnya.

Ia juga menyebut Lemhannas sebagai wadah penting untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring strategis antar-daerah. “Ilmu yang saya dapatkan di sini in sya Allah akan saya terapkan dalam kebijakan di Pekanbaru,” tutur Agung yang juga tengah menempuh program doktor di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Baca Juga:  Ketahuan Nongkrong Saat Jam Kerja, 37 ASN Terjaring Razia Satpol PP

Selama berada di Jakarta, roda pemerintahan di Kota Pekanbaru dijalankan oleh Wakil Wali Kota H Markarius Anwar ST MArch. Agung telah memberikan sejumlah arahan terkait program prioritas, seperti percepatan pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan, penyelesaian parit, dan pengawasan pengangkutan sampah.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat berkomitmen meningkatkan kapasitas kepala daerah. “In sya Allah setelah 14 hari, saya kembali dengan semangat baru dan wawasan yang lebih luas untuk membawa Pekanbaru menjadi kota modern, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tutupnya.(ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari