Minggu, 6 April 2025
spot_img

Siswa SDIT-SMPIT Al Kindi Islamic School Belajar ke Riau Pos

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ratusan siswa dari yayasan Al Fatih Pekanbaru, SDIT – SMPIT Al Kindi Islamic School antusias mengikuti pembelajaran mengenai keredaksian ke Riau Pos, Selasa (3/9). Pemberian materi dilakukan langsung oleh Direktur Riau Pos, Ahmad Dardiri dan Manajer Pemasaran Hidayat Algerie.

Kegiatan itu berlangsung pukul 09.00 WIB di ruang rapat redaksi Riau Pos. Tampak siswa gabungan dari kelas V SD dan VIII, IX SMP tersebut mendengarkan secara seksama sembari mencatat materi yang dijelaskan. Usai kegiatan pun, siswa secara simbolik diberikan piagam penghargaan perihal gerakan anti hoax goes to school.

Selain itu, Direktur Riau Pos, Ahmad Dardiri mengatakan, sebuah media pers tidak boleh menyampaikan berita bohong atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan hoax. Itu sama saja dengan menyebarkan berita tidak benar.

Baca Juga:  Azwan: Pesan Berantai WA soal Larangan ke Luar Rumah Malam Hari Hoaks

"Judul unik itu salah satu prinsip koran. Tidak boleh biasa-biasa saja. Ini untuk menarik pembaca untuk membeli. Sama halnya dengan layout. Menata halaman juga ada tekniknya. Agar menarik," jelasnya.

Tak hanya itu, ia pun sempat mengajak anak-anak tersebut melihat proses melayout di ruang redaksi hingga percetakan yang berada di belakang gedung Graha Pena. 

Agar tak terkesan kaku, Manajer Pemasaran, Hidayat Algerie, memberikan pengarahan dan informasi soal bagaimana proses sebelum koran disebarluaskan kepada masyarakat. Sesekali anak-anak juga memberikan pertanyaan. Misalnya mengenai berapa Riau Pos setiap harinya mencetak koran. "Setiap hari cetak puluhan ribu eksemplar koran. Sementara wartawan di kota ada 50 persen. Sedangkan sisanya tersebar di kabupaten dan kota di Riau," jelas Hidayat.

Baca Juga:  Pemko Siagakan Tim di Tempat Hiburan Malam

Ketua rombongan sekaligus Guru Kesiswaan SMP Al Kindi, Apriance Anggraini SE mengatakan, pihaknya mengikuti Riau Pos Education Trip (RET) sebagai salah satu kegiatan belajar di luar kelas atau outing class yang rutin digelar setiap tahun. 

"Dari sini, siswa jadi bisa mengetahui bagaimana proses produksi koran. Ada alur panjang untuk bisa diterbitkan. Dari sini, siswa jadi bisa mendapatkan ilmu dan wawasan baru," tutupnya. (*1/c)
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ratusan siswa dari yayasan Al Fatih Pekanbaru, SDIT – SMPIT Al Kindi Islamic School antusias mengikuti pembelajaran mengenai keredaksian ke Riau Pos, Selasa (3/9). Pemberian materi dilakukan langsung oleh Direktur Riau Pos, Ahmad Dardiri dan Manajer Pemasaran Hidayat Algerie.

Kegiatan itu berlangsung pukul 09.00 WIB di ruang rapat redaksi Riau Pos. Tampak siswa gabungan dari kelas V SD dan VIII, IX SMP tersebut mendengarkan secara seksama sembari mencatat materi yang dijelaskan. Usai kegiatan pun, siswa secara simbolik diberikan piagam penghargaan perihal gerakan anti hoax goes to school.

Selain itu, Direktur Riau Pos, Ahmad Dardiri mengatakan, sebuah media pers tidak boleh menyampaikan berita bohong atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan hoax. Itu sama saja dengan menyebarkan berita tidak benar.

Baca Juga:  PT CPI Sediakan Rumah Singgah Kedap Asap, Mampu Tampung 250 Warga

"Judul unik itu salah satu prinsip koran. Tidak boleh biasa-biasa saja. Ini untuk menarik pembaca untuk membeli. Sama halnya dengan layout. Menata halaman juga ada tekniknya. Agar menarik," jelasnya.

Tak hanya itu, ia pun sempat mengajak anak-anak tersebut melihat proses melayout di ruang redaksi hingga percetakan yang berada di belakang gedung Graha Pena. 

Agar tak terkesan kaku, Manajer Pemasaran, Hidayat Algerie, memberikan pengarahan dan informasi soal bagaimana proses sebelum koran disebarluaskan kepada masyarakat. Sesekali anak-anak juga memberikan pertanyaan. Misalnya mengenai berapa Riau Pos setiap harinya mencetak koran. "Setiap hari cetak puluhan ribu eksemplar koran. Sementara wartawan di kota ada 50 persen. Sedangkan sisanya tersebar di kabupaten dan kota di Riau," jelas Hidayat.

Baca Juga:  Ahmad Syah Jabat Plh Sekdaprov Tiga Pekan

Ketua rombongan sekaligus Guru Kesiswaan SMP Al Kindi, Apriance Anggraini SE mengatakan, pihaknya mengikuti Riau Pos Education Trip (RET) sebagai salah satu kegiatan belajar di luar kelas atau outing class yang rutin digelar setiap tahun. 

"Dari sini, siswa jadi bisa mengetahui bagaimana proses produksi koran. Ada alur panjang untuk bisa diterbitkan. Dari sini, siswa jadi bisa mendapatkan ilmu dan wawasan baru," tutupnya. (*1/c)
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Siswa SDIT-SMPIT Al Kindi Islamic School Belajar ke Riau Pos

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ratusan siswa dari yayasan Al Fatih Pekanbaru, SDIT – SMPIT Al Kindi Islamic School antusias mengikuti pembelajaran mengenai keredaksian ke Riau Pos, Selasa (3/9). Pemberian materi dilakukan langsung oleh Direktur Riau Pos, Ahmad Dardiri dan Manajer Pemasaran Hidayat Algerie.

Kegiatan itu berlangsung pukul 09.00 WIB di ruang rapat redaksi Riau Pos. Tampak siswa gabungan dari kelas V SD dan VIII, IX SMP tersebut mendengarkan secara seksama sembari mencatat materi yang dijelaskan. Usai kegiatan pun, siswa secara simbolik diberikan piagam penghargaan perihal gerakan anti hoax goes to school.

Selain itu, Direktur Riau Pos, Ahmad Dardiri mengatakan, sebuah media pers tidak boleh menyampaikan berita bohong atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan hoax. Itu sama saja dengan menyebarkan berita tidak benar.

Baca Juga:  Jalan Payung Sekaki Rusak Parah, Pemko Janjikan Overlay

"Judul unik itu salah satu prinsip koran. Tidak boleh biasa-biasa saja. Ini untuk menarik pembaca untuk membeli. Sama halnya dengan layout. Menata halaman juga ada tekniknya. Agar menarik," jelasnya.

Tak hanya itu, ia pun sempat mengajak anak-anak tersebut melihat proses melayout di ruang redaksi hingga percetakan yang berada di belakang gedung Graha Pena. 

Agar tak terkesan kaku, Manajer Pemasaran, Hidayat Algerie, memberikan pengarahan dan informasi soal bagaimana proses sebelum koran disebarluaskan kepada masyarakat. Sesekali anak-anak juga memberikan pertanyaan. Misalnya mengenai berapa Riau Pos setiap harinya mencetak koran. "Setiap hari cetak puluhan ribu eksemplar koran. Sementara wartawan di kota ada 50 persen. Sedangkan sisanya tersebar di kabupaten dan kota di Riau," jelas Hidayat.

Baca Juga:  Kwarda Gerakan Pramuka Riau Serahkan Sembako

Ketua rombongan sekaligus Guru Kesiswaan SMP Al Kindi, Apriance Anggraini SE mengatakan, pihaknya mengikuti Riau Pos Education Trip (RET) sebagai salah satu kegiatan belajar di luar kelas atau outing class yang rutin digelar setiap tahun. 

"Dari sini, siswa jadi bisa mengetahui bagaimana proses produksi koran. Ada alur panjang untuk bisa diterbitkan. Dari sini, siswa jadi bisa mendapatkan ilmu dan wawasan baru," tutupnya. (*1/c)
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ratusan siswa dari yayasan Al Fatih Pekanbaru, SDIT – SMPIT Al Kindi Islamic School antusias mengikuti pembelajaran mengenai keredaksian ke Riau Pos, Selasa (3/9). Pemberian materi dilakukan langsung oleh Direktur Riau Pos, Ahmad Dardiri dan Manajer Pemasaran Hidayat Algerie.

Kegiatan itu berlangsung pukul 09.00 WIB di ruang rapat redaksi Riau Pos. Tampak siswa gabungan dari kelas V SD dan VIII, IX SMP tersebut mendengarkan secara seksama sembari mencatat materi yang dijelaskan. Usai kegiatan pun, siswa secara simbolik diberikan piagam penghargaan perihal gerakan anti hoax goes to school.

Selain itu, Direktur Riau Pos, Ahmad Dardiri mengatakan, sebuah media pers tidak boleh menyampaikan berita bohong atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan hoax. Itu sama saja dengan menyebarkan berita tidak benar.

Baca Juga:  Gelar Operasi Yustisi, Warga Tak Bermasker Langsung Ditindak

"Judul unik itu salah satu prinsip koran. Tidak boleh biasa-biasa saja. Ini untuk menarik pembaca untuk membeli. Sama halnya dengan layout. Menata halaman juga ada tekniknya. Agar menarik," jelasnya.

Tak hanya itu, ia pun sempat mengajak anak-anak tersebut melihat proses melayout di ruang redaksi hingga percetakan yang berada di belakang gedung Graha Pena. 

Agar tak terkesan kaku, Manajer Pemasaran, Hidayat Algerie, memberikan pengarahan dan informasi soal bagaimana proses sebelum koran disebarluaskan kepada masyarakat. Sesekali anak-anak juga memberikan pertanyaan. Misalnya mengenai berapa Riau Pos setiap harinya mencetak koran. "Setiap hari cetak puluhan ribu eksemplar koran. Sementara wartawan di kota ada 50 persen. Sedangkan sisanya tersebar di kabupaten dan kota di Riau," jelas Hidayat.

Baca Juga:  Azwan: Pesan Berantai WA soal Larangan ke Luar Rumah Malam Hari Hoaks

Ketua rombongan sekaligus Guru Kesiswaan SMP Al Kindi, Apriance Anggraini SE mengatakan, pihaknya mengikuti Riau Pos Education Trip (RET) sebagai salah satu kegiatan belajar di luar kelas atau outing class yang rutin digelar setiap tahun. 

"Dari sini, siswa jadi bisa mengetahui bagaimana proses produksi koran. Ada alur panjang untuk bisa diterbitkan. Dari sini, siswa jadi bisa mendapatkan ilmu dan wawasan baru," tutupnya. (*1/c)
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari