MomenTUM lebaran dengan berbagai paket discount Presiden Prabowo tentu menarik dan terasa menjadi peristiwa penting bagi banyak orang untuk melakukan berbagai macam kegiatan
Kemacetan arus lalu lintas kendaraan di Kota Pekanbaru semakin parah. Baik pagi, siang, sore hingga malam hari. Apalagi sepekan terakhir Ramadan 1446 H atau mendekati Hari Raya Idulfitri 1446 H.
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau bersama PSMTI Pekanbaru dan PSMTI Kampar membagikan 150 paket Idulfitri kepada kaum duafa melalui Yayasan Tenas Effendi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Kamis (27/3).
Pengumpulan zakat di Provinsi Riau terus menunjukkan angka yang positif dan mengalami peningkatan signifikan. Hal ini mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk berzakat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau pun terus berupaya mengedukasi serta mengajak masyarakat untuk berzakat guna meningkatkan kesadaran tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, menambahkan bahwa pihaknya telah mendata titik lubang yang terdapat di jalan-jalan kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 228 titik telah diperbaiki dan tersebar di 29 ruas jalan utama.
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 H, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Tengah 2 (UPP Sumbagteng 2) melaksanakan pengamanan terhadap Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang melintasi wilayah Pasaman hingga Provinsi Riau.
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) menggelar program sosial bertajuk “Berbagi Kebahagiaan, Menebar Kebaikan”
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid. Ia menyampaikan bahwa melihat senyum bahagia anak yatim dan duafa adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, ketika banyak orang sibuk dengan persiapan pribadi, kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan menjadi hal yang sangat berarti.
Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto, angkat bicara mengenai perdebatan yang berkembang terkait defisit anggaran dan tunda bayar yang sempat menjadi perhatian publik. Menurutnya, banyak informasi yang beredar tidak akurat dan perlu diluruskan agar masyarakat tidak salah paham.
Usai masuk perangkap, harimau Sumatera yang menerkam manusia hingga tewas di Pelalawan masih menjalani observasi. Ia direncakan akan dilepasliarkan kembali.