Sabtu, 7 Maret 2026
- Advertisement -

Bos Honda Lebih Yakin Hybrid Daripada Full Electric

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Era elektrifikasi kendaraan nyatanya tak benar-benar memikat produsen mobil untuk melahirkan lini full Battery Electric Vehicle (BEV). Honda misalnya, produsen otomotif kenamaan itu nyatanya lebih prefer terhadap model hybrid alih-alih full BEV.

Honda yang lebih memilih hybrid dari pada BEV itu disampaikan oleh CEO Honda Takahiro Hachigo dalam wawancara baru-baru ini dengan Autonews, sebagaimana dikutip JawaPos.com pada Jumat (26/12). Ke depannya, dia mengatakan bahwa perusahaannya akan sangat bergantung pada model hibrida, yang menyatakan bahwa tujuan Honda saat ini adalah efisiensi bahan bakar, bukan elektrifikasi.

"Saya percaya kendaraan hybrid akan memainkan peran penting," katanya ketika ditanya tentang elektrifikasi. "Tujuannya bukan elektrifikasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dan kami percaya kendaraan hybrid adalah cara untuk mematuhi berbagai peraturan lingkungan," jelasnya.

Baca Juga:  Agung Toyota Sapa Pelanggan dalam Webinar

Ketika pewawancara mendorong untuk klarifikasi mengenai kendaraan yang sepenuhnya listrik, Hachigo bahkan menembakkan beberapa ‘tembakan peringatan’ ke industri dengan mengatakan apakah benar ada pelanggan yang benar-benar menginginkan kendaraan listrik.

"Saya tidak begitu yakin (konsumen menginginkan kendaraan listrik) karena ada banyak masalah terkait infrastruktur dan perangkat keras. Saya tidak percaya akan ada peningkatan dramatis dalam permintaan kendaraan baterai, dan saya percaya situasi ini benar secara global," imbuhnya.

Hal tersebut dijelaskannya terkait dengan berbagai peraturan di berbagai negara yang harus dipatuhi. Oleh karenanya, pihaknya ingin terus melakukan riset dan pengembangan yang matang kepada kendaraan full BEV sampai benar-benar siap sembari menggenjot efisiensi bahan bakar melalui model hybrid.

Baca Juga:  Tata Kelola PTPN V Memperoleh Pengakuan Pihak Independen

Ditanya soal teknologi otonom, pembuat mobil Jepang itu menyatakan tertarik pada teknologi tersebut. Namun, pendekatan riset dan pengembangan terus dilakukan juga.

Sebagai informasi, Honda diketahui memiliki sistem atau teknologi semi otonom yang dikenal sebagai Honda Sensing’ pada beberapa model yang telah lahir di pasaran. Model tersebut adalah Civic dan Accord terbaru.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Era elektrifikasi kendaraan nyatanya tak benar-benar memikat produsen mobil untuk melahirkan lini full Battery Electric Vehicle (BEV). Honda misalnya, produsen otomotif kenamaan itu nyatanya lebih prefer terhadap model hybrid alih-alih full BEV.

Honda yang lebih memilih hybrid dari pada BEV itu disampaikan oleh CEO Honda Takahiro Hachigo dalam wawancara baru-baru ini dengan Autonews, sebagaimana dikutip JawaPos.com pada Jumat (26/12). Ke depannya, dia mengatakan bahwa perusahaannya akan sangat bergantung pada model hibrida, yang menyatakan bahwa tujuan Honda saat ini adalah efisiensi bahan bakar, bukan elektrifikasi.

"Saya percaya kendaraan hybrid akan memainkan peran penting," katanya ketika ditanya tentang elektrifikasi. "Tujuannya bukan elektrifikasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dan kami percaya kendaraan hybrid adalah cara untuk mematuhi berbagai peraturan lingkungan," jelasnya.

Baca Juga:  Aprilia Luncurkan GPR150 ABS Tantang Yamaha R15 dan Honda CBR150

Ketika pewawancara mendorong untuk klarifikasi mengenai kendaraan yang sepenuhnya listrik, Hachigo bahkan menembakkan beberapa ‘tembakan peringatan’ ke industri dengan mengatakan apakah benar ada pelanggan yang benar-benar menginginkan kendaraan listrik.

"Saya tidak begitu yakin (konsumen menginginkan kendaraan listrik) karena ada banyak masalah terkait infrastruktur dan perangkat keras. Saya tidak percaya akan ada peningkatan dramatis dalam permintaan kendaraan baterai, dan saya percaya situasi ini benar secara global," imbuhnya.

- Advertisement -

Hal tersebut dijelaskannya terkait dengan berbagai peraturan di berbagai negara yang harus dipatuhi. Oleh karenanya, pihaknya ingin terus melakukan riset dan pengembangan yang matang kepada kendaraan full BEV sampai benar-benar siap sembari menggenjot efisiensi bahan bakar melalui model hybrid.

Baca Juga:  Sri Mulyani Singgung soal Hilirisasi Sawit

Ditanya soal teknologi otonom, pembuat mobil Jepang itu menyatakan tertarik pada teknologi tersebut. Namun, pendekatan riset dan pengembangan terus dilakukan juga.

- Advertisement -

Sebagai informasi, Honda diketahui memiliki sistem atau teknologi semi otonom yang dikenal sebagai Honda Sensing’ pada beberapa model yang telah lahir di pasaran. Model tersebut adalah Civic dan Accord terbaru.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Era elektrifikasi kendaraan nyatanya tak benar-benar memikat produsen mobil untuk melahirkan lini full Battery Electric Vehicle (BEV). Honda misalnya, produsen otomotif kenamaan itu nyatanya lebih prefer terhadap model hybrid alih-alih full BEV.

Honda yang lebih memilih hybrid dari pada BEV itu disampaikan oleh CEO Honda Takahiro Hachigo dalam wawancara baru-baru ini dengan Autonews, sebagaimana dikutip JawaPos.com pada Jumat (26/12). Ke depannya, dia mengatakan bahwa perusahaannya akan sangat bergantung pada model hibrida, yang menyatakan bahwa tujuan Honda saat ini adalah efisiensi bahan bakar, bukan elektrifikasi.

"Saya percaya kendaraan hybrid akan memainkan peran penting," katanya ketika ditanya tentang elektrifikasi. "Tujuannya bukan elektrifikasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dan kami percaya kendaraan hybrid adalah cara untuk mematuhi berbagai peraturan lingkungan," jelasnya.

Baca Juga:  Tata Kelola PTPN V Memperoleh Pengakuan Pihak Independen

Ketika pewawancara mendorong untuk klarifikasi mengenai kendaraan yang sepenuhnya listrik, Hachigo bahkan menembakkan beberapa ‘tembakan peringatan’ ke industri dengan mengatakan apakah benar ada pelanggan yang benar-benar menginginkan kendaraan listrik.

"Saya tidak begitu yakin (konsumen menginginkan kendaraan listrik) karena ada banyak masalah terkait infrastruktur dan perangkat keras. Saya tidak percaya akan ada peningkatan dramatis dalam permintaan kendaraan baterai, dan saya percaya situasi ini benar secara global," imbuhnya.

Hal tersebut dijelaskannya terkait dengan berbagai peraturan di berbagai negara yang harus dipatuhi. Oleh karenanya, pihaknya ingin terus melakukan riset dan pengembangan yang matang kepada kendaraan full BEV sampai benar-benar siap sembari menggenjot efisiensi bahan bakar melalui model hybrid.

Baca Juga:  Sharp Indonesia Targetkan Kenaikan Pangsa Pasar di Kategori Smart TV

Ditanya soal teknologi otonom, pembuat mobil Jepang itu menyatakan tertarik pada teknologi tersebut. Namun, pendekatan riset dan pengembangan terus dilakukan juga.

Sebagai informasi, Honda diketahui memiliki sistem atau teknologi semi otonom yang dikenal sebagai Honda Sensing’ pada beberapa model yang telah lahir di pasaran. Model tersebut adalah Civic dan Accord terbaru.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari