Senin, 25 Mei 2026
- Advertisement -

Maret, Ekspor Riau Naik 19,81 Persen

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan Maret 2022 sebesar 1,96 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan sebesar 19,81 persen dibanding ekspor bulan Februari 2022 sebesar 1,64 miliar dolar AS.

"Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan ekspor nonmigas masing-masing sebesar 13,06 persen dan 20,45 persen," kata Kepala BPS Riau Misfaruddin, Senin (18/4).

Ia menjelaskan, ekspor migas dari 143,12 juta dolar AS pada bulan Februari 2022 naik menjadi 161,81 juta dolar AS pada bulan Maret 2022. Demikian juga ekspor migas nonmigas dari 1,49 miliar dolar AS pada Februari 2022 naik menjadi 1,80 miliar dolar AS pada Maret 2022.

Baca Juga:  Hyundai Palisade XRT Konsep City Cruiser Diluncurkan

Dikatakannya, selama Januari-Maret 2022, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 19,79 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor nonmigas sebesar 23,60 persen, meskipun ekspor migas mengalami penurunan sebesar 13,30 persen. "Penurunan ekspor migas disebabkan oleh turunnya ekspor minyak mentah sebesar 96,66 persen, meskipun ekspor i dustri pengolahan hasil minyak mengalami kenaikan sebesar 348,35 persen," ungkapnya.

Dari 10 golongan barang ekspor nonmigas terbesar di Maret dibanding Februari, enam golongan mengalami kenaikan. Terbesar antara lain yaitu lemak dan minyak, hewan/nabati sebesar 240,79 juta dolar AS, berbagai produk kimia 57,37 juta dolar AS, dan serat stapel buatan 5,62 juta dolar AS.

Baca Juga:  Program Apresiasi Konsumen Mitsubishi Fuso Kembali Digelar

Sedangkan yang mengalami penurunan adalah bahan kimia organik 4,54 juta dolar AS, bubur kayu (pulp) sebesar 4,17 juta dolar AS, bahan-bahan nabati 0,96 juta dolar AS, dan berbagai makanan olahan 0,25 juta dolar AS.

Selama Januari-Maret 2022, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas (HS 2 dijit) memberikan kontribusi sebesar 99,36 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas tersebut mengalami kenaikan sebesar 23,92 persen terhadap periode yang sama tahun 2021.(esi) 

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan Maret 2022 sebesar 1,96 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan sebesar 19,81 persen dibanding ekspor bulan Februari 2022 sebesar 1,64 miliar dolar AS.

"Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan ekspor nonmigas masing-masing sebesar 13,06 persen dan 20,45 persen," kata Kepala BPS Riau Misfaruddin, Senin (18/4).

Ia menjelaskan, ekspor migas dari 143,12 juta dolar AS pada bulan Februari 2022 naik menjadi 161,81 juta dolar AS pada bulan Maret 2022. Demikian juga ekspor migas nonmigas dari 1,49 miliar dolar AS pada Februari 2022 naik menjadi 1,80 miliar dolar AS pada Maret 2022.

Baca Juga:  Festival Teater Islam Dunia Ditutup, Tahun 2021 di Malaysia

Dikatakannya, selama Januari-Maret 2022, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 19,79 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor nonmigas sebesar 23,60 persen, meskipun ekspor migas mengalami penurunan sebesar 13,30 persen. "Penurunan ekspor migas disebabkan oleh turunnya ekspor minyak mentah sebesar 96,66 persen, meskipun ekspor i dustri pengolahan hasil minyak mengalami kenaikan sebesar 348,35 persen," ungkapnya.

Dari 10 golongan barang ekspor nonmigas terbesar di Maret dibanding Februari, enam golongan mengalami kenaikan. Terbesar antara lain yaitu lemak dan minyak, hewan/nabati sebesar 240,79 juta dolar AS, berbagai produk kimia 57,37 juta dolar AS, dan serat stapel buatan 5,62 juta dolar AS.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pastikan Pasokan Listrik Sumatera Aman

Sedangkan yang mengalami penurunan adalah bahan kimia organik 4,54 juta dolar AS, bubur kayu (pulp) sebesar 4,17 juta dolar AS, bahan-bahan nabati 0,96 juta dolar AS, dan berbagai makanan olahan 0,25 juta dolar AS.

Selama Januari-Maret 2022, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas (HS 2 dijit) memberikan kontribusi sebesar 99,36 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas tersebut mengalami kenaikan sebesar 23,92 persen terhadap periode yang sama tahun 2021.(esi) 

- Advertisement -

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan Maret 2022 sebesar 1,96 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan sebesar 19,81 persen dibanding ekspor bulan Februari 2022 sebesar 1,64 miliar dolar AS.

"Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan ekspor nonmigas masing-masing sebesar 13,06 persen dan 20,45 persen," kata Kepala BPS Riau Misfaruddin, Senin (18/4).

Ia menjelaskan, ekspor migas dari 143,12 juta dolar AS pada bulan Februari 2022 naik menjadi 161,81 juta dolar AS pada bulan Maret 2022. Demikian juga ekspor migas nonmigas dari 1,49 miliar dolar AS pada Februari 2022 naik menjadi 1,80 miliar dolar AS pada Maret 2022.

Baca Juga:  Penundaan Bayar Kredit, 65.363 Debitur Sudah Disetujui

Dikatakannya, selama Januari-Maret 2022, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 19,79 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor nonmigas sebesar 23,60 persen, meskipun ekspor migas mengalami penurunan sebesar 13,30 persen. "Penurunan ekspor migas disebabkan oleh turunnya ekspor minyak mentah sebesar 96,66 persen, meskipun ekspor i dustri pengolahan hasil minyak mengalami kenaikan sebesar 348,35 persen," ungkapnya.

Dari 10 golongan barang ekspor nonmigas terbesar di Maret dibanding Februari, enam golongan mengalami kenaikan. Terbesar antara lain yaitu lemak dan minyak, hewan/nabati sebesar 240,79 juta dolar AS, berbagai produk kimia 57,37 juta dolar AS, dan serat stapel buatan 5,62 juta dolar AS.

Baca Juga:  Strategi Mitsubishi Layani Konsumen di Tengah Wabah Covid-19

Sedangkan yang mengalami penurunan adalah bahan kimia organik 4,54 juta dolar AS, bubur kayu (pulp) sebesar 4,17 juta dolar AS, bahan-bahan nabati 0,96 juta dolar AS, dan berbagai makanan olahan 0,25 juta dolar AS.

Selama Januari-Maret 2022, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas (HS 2 dijit) memberikan kontribusi sebesar 99,36 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas tersebut mengalami kenaikan sebesar 23,92 persen terhadap periode yang sama tahun 2021.(esi) 

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari