Minggu, 8 Maret 2026
- Advertisement -

Mendag Minta PKS Beli TBS Minimal Rp1.600 per Kg

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Selain melakukan sejumlah pengawasan dan melancarkan strategi di hilir, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga menyoroti sisi hulu dari rantai pasok minyak goreng. Kemendag ingin memastikan program pemerintah untuk menstabilisasi minyak goreng juga harus bermanfaat bagi petani sawit.

Dalam sesi dialog bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan , para petani sawit mengutarakan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani. "Para petani sawit mengharapkan solusi pemerintah untuk membantu menaikkan harga TBS," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Apkasindo Provinsi Lampung Abdul Simanjuntak, Ahad (10/7).

Apalagi, lanjut Abdul, ekspor minyak sawit sudah bisa berjalan. Salah satunya yang diharapkan adalah surat dari Menteri Pertanian yang meminta kepala daerah mengawasi harga TBS di pabrik supaya petani tidak dirugikan.

Baca Juga:  Jangan sampai Kehabisan, Tiket Proliga Bisa Dibeli di PLN Mobile

Menanggapi hal tersebut, Zulhas, panggilan akrab Mendag menegaskan bahwa pemerintah meminta pelaku usaha atau pabrik kelapa sawit (PKS) membeli tandan buah segar paling sedikit seharga Rp1.600 per kilogram (kg).

Dia mengakui bahwa saat ini pabrik-pabrik pengolahan kelapa sawit membeli TBS masih di bawah harga minimum yang direkomendasikan pemerintah. "Untuk itu, kami memastikan akan terus menyosialisasikan kepada para pengusaha untuk membeli TBS di harga Rp1.600 per kilogram atau lebih," tuturnya

Mendag juga mengatakan, pemerintah terus berupaya mendorong percepatan ekspor CPO. Harapannya, tangki CPO segera kosong dan TBS petani kembali diserap. "Kami ingin hasil dari sawit ini dirasakan betul manfaatnya, baik oleh petani, pengusaha, dan konsumen,"ujarnya.(agf/dio/jpg)

Baca Juga:  Setelah Ekspor Dilarang, PKS Tetap Beli TBS Petani

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Selain melakukan sejumlah pengawasan dan melancarkan strategi di hilir, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga menyoroti sisi hulu dari rantai pasok minyak goreng. Kemendag ingin memastikan program pemerintah untuk menstabilisasi minyak goreng juga harus bermanfaat bagi petani sawit.

Dalam sesi dialog bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan , para petani sawit mengutarakan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani. "Para petani sawit mengharapkan solusi pemerintah untuk membantu menaikkan harga TBS," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Apkasindo Provinsi Lampung Abdul Simanjuntak, Ahad (10/7).

Apalagi, lanjut Abdul, ekspor minyak sawit sudah bisa berjalan. Salah satunya yang diharapkan adalah surat dari Menteri Pertanian yang meminta kepala daerah mengawasi harga TBS di pabrik supaya petani tidak dirugikan.

Baca Juga:  All New Honda Jazz 2020 Resmi Dijual

Menanggapi hal tersebut, Zulhas, panggilan akrab Mendag menegaskan bahwa pemerintah meminta pelaku usaha atau pabrik kelapa sawit (PKS) membeli tandan buah segar paling sedikit seharga Rp1.600 per kilogram (kg).

Dia mengakui bahwa saat ini pabrik-pabrik pengolahan kelapa sawit membeli TBS masih di bawah harga minimum yang direkomendasikan pemerintah. "Untuk itu, kami memastikan akan terus menyosialisasikan kepada para pengusaha untuk membeli TBS di harga Rp1.600 per kilogram atau lebih," tuturnya

- Advertisement -

Mendag juga mengatakan, pemerintah terus berupaya mendorong percepatan ekspor CPO. Harapannya, tangki CPO segera kosong dan TBS petani kembali diserap. "Kami ingin hasil dari sawit ini dirasakan betul manfaatnya, baik oleh petani, pengusaha, dan konsumen,"ujarnya.(agf/dio/jpg)

Baca Juga:  MMKSI Hadirkan Supermarket Exhibition di Kota Pekanbaru

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Selain melakukan sejumlah pengawasan dan melancarkan strategi di hilir, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga menyoroti sisi hulu dari rantai pasok minyak goreng. Kemendag ingin memastikan program pemerintah untuk menstabilisasi minyak goreng juga harus bermanfaat bagi petani sawit.

Dalam sesi dialog bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan , para petani sawit mengutarakan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani. "Para petani sawit mengharapkan solusi pemerintah untuk membantu menaikkan harga TBS," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Apkasindo Provinsi Lampung Abdul Simanjuntak, Ahad (10/7).

Apalagi, lanjut Abdul, ekspor minyak sawit sudah bisa berjalan. Salah satunya yang diharapkan adalah surat dari Menteri Pertanian yang meminta kepala daerah mengawasi harga TBS di pabrik supaya petani tidak dirugikan.

Baca Juga:  Angkasa Garden Hotel Tawarkan Promo September Ceria

Menanggapi hal tersebut, Zulhas, panggilan akrab Mendag menegaskan bahwa pemerintah meminta pelaku usaha atau pabrik kelapa sawit (PKS) membeli tandan buah segar paling sedikit seharga Rp1.600 per kilogram (kg).

Dia mengakui bahwa saat ini pabrik-pabrik pengolahan kelapa sawit membeli TBS masih di bawah harga minimum yang direkomendasikan pemerintah. "Untuk itu, kami memastikan akan terus menyosialisasikan kepada para pengusaha untuk membeli TBS di harga Rp1.600 per kilogram atau lebih," tuturnya

Mendag juga mengatakan, pemerintah terus berupaya mendorong percepatan ekspor CPO. Harapannya, tangki CPO segera kosong dan TBS petani kembali diserap. "Kami ingin hasil dari sawit ini dirasakan betul manfaatnya, baik oleh petani, pengusaha, dan konsumen,"ujarnya.(agf/dio/jpg)

Baca Juga:  Jangan sampai Kehabisan, Tiket Proliga Bisa Dibeli di PLN Mobile

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari