Rabu, 2 April 2025
spot_img

Produksi Beras di Riau Alami Penurunan Selama 2023

PEKANBARU  (RIAUPOS.CO) – Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat, produksi padi di Riau mengalami penurunan di tahun 2023. Lebih lanjut, Kepala BPS, Asep Riyadi mengatakan bahwa jumlah produksi padi yakni sebanyak sebesar 205,97 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 7,58 ribu ton Sepanjang Januari hingga Desember 2023.

‘’Angka ini turun 3,55 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 213,56 ribu ton GKG,’’ ujar Asep Riyadi.

Ia melanjutkan bahwa produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 118,21 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 4,35 ribu ton atau 3,55 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 122,56 ribu ton.

Baca Juga:  Harga Cabai Tembus Rp120 Ribu per Kilogram Pelaku Usaha Turut Naikkan Harga

Untuk panen padi pada 2023 terjadi pada bulan Februari, sementara puncak panen 2022 terjadi pada bulan Maret. ‘’Untuk luas panen padi pada Februari 2023 adalah sebesar 8,68 ribu hektare, sedangkan pada Maret 2023 luas panen padi mencapai 10,72 ribu hektare,’’ ujarnya.

Luasan panen padi di Provinsi Riau mencapai sekitar 51,91 ribu hektare. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 860 hektare atau 1,68 persen dibandingkan 2022 yang sebesar 51,91 ribu hektare. Sementara itu, untuk luas panen padi pada Januari 2024 mencapai 3,15 ribu hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2024 diperkirakan seluas 18,41 ribu hektare.

‘’Dengan demikian, total luas panen padi pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 21,57 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 54 hektare (0,25 persen) dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari−April 2023 yang sebesar 21,51 ribu hektare,’’ ujarnya.(azr)

Baca Juga:  Menutup 2023, PLN NP UPDK Pekanbaru Gelar Employee Gathering

PEKANBARU  (RIAUPOS.CO) – Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat, produksi padi di Riau mengalami penurunan di tahun 2023. Lebih lanjut, Kepala BPS, Asep Riyadi mengatakan bahwa jumlah produksi padi yakni sebanyak sebesar 205,97 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 7,58 ribu ton Sepanjang Januari hingga Desember 2023.

‘’Angka ini turun 3,55 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 213,56 ribu ton GKG,’’ ujar Asep Riyadi.

Ia melanjutkan bahwa produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 118,21 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 4,35 ribu ton atau 3,55 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 122,56 ribu ton.

Baca Juga:  Penampilan Qari/Qariah Meranti Membanggakan

Untuk panen padi pada 2023 terjadi pada bulan Februari, sementara puncak panen 2022 terjadi pada bulan Maret. ‘’Untuk luas panen padi pada Februari 2023 adalah sebesar 8,68 ribu hektare, sedangkan pada Maret 2023 luas panen padi mencapai 10,72 ribu hektare,’’ ujarnya.

Luasan panen padi di Provinsi Riau mencapai sekitar 51,91 ribu hektare. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 860 hektare atau 1,68 persen dibandingkan 2022 yang sebesar 51,91 ribu hektare. Sementara itu, untuk luas panen padi pada Januari 2024 mencapai 3,15 ribu hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2024 diperkirakan seluas 18,41 ribu hektare.

‘’Dengan demikian, total luas panen padi pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 21,57 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 54 hektare (0,25 persen) dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari−April 2023 yang sebesar 21,51 ribu hektare,’’ ujarnya.(azr)

Baca Juga:  Harga TBS Sawit di Riau Naik Jadi Rp2.733 per Kg
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Produksi Beras di Riau Alami Penurunan Selama 2023

PEKANBARU  (RIAUPOS.CO) – Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat, produksi padi di Riau mengalami penurunan di tahun 2023. Lebih lanjut, Kepala BPS, Asep Riyadi mengatakan bahwa jumlah produksi padi yakni sebanyak sebesar 205,97 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 7,58 ribu ton Sepanjang Januari hingga Desember 2023.

‘’Angka ini turun 3,55 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 213,56 ribu ton GKG,’’ ujar Asep Riyadi.

Ia melanjutkan bahwa produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 118,21 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 4,35 ribu ton atau 3,55 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 122,56 ribu ton.

Baca Juga:  Harga TBS Sawit di Riau Naik Jadi Rp2.733 per Kg

Untuk panen padi pada 2023 terjadi pada bulan Februari, sementara puncak panen 2022 terjadi pada bulan Maret. ‘’Untuk luas panen padi pada Februari 2023 adalah sebesar 8,68 ribu hektare, sedangkan pada Maret 2023 luas panen padi mencapai 10,72 ribu hektare,’’ ujarnya.

Luasan panen padi di Provinsi Riau mencapai sekitar 51,91 ribu hektare. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 860 hektare atau 1,68 persen dibandingkan 2022 yang sebesar 51,91 ribu hektare. Sementara itu, untuk luas panen padi pada Januari 2024 mencapai 3,15 ribu hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2024 diperkirakan seluas 18,41 ribu hektare.

‘’Dengan demikian, total luas panen padi pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 21,57 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 54 hektare (0,25 persen) dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari−April 2023 yang sebesar 21,51 ribu hektare,’’ ujarnya.(azr)

Baca Juga:  Januari, Inflasi di Riau Capai 2,35 Persen

PEKANBARU  (RIAUPOS.CO) – Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat, produksi padi di Riau mengalami penurunan di tahun 2023. Lebih lanjut, Kepala BPS, Asep Riyadi mengatakan bahwa jumlah produksi padi yakni sebanyak sebesar 205,97 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 7,58 ribu ton Sepanjang Januari hingga Desember 2023.

‘’Angka ini turun 3,55 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 213,56 ribu ton GKG,’’ ujar Asep Riyadi.

Ia melanjutkan bahwa produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 118,21 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 4,35 ribu ton atau 3,55 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 122,56 ribu ton.

Baca Juga:  AHM Pasarkan Honda GL1800 Gold Wing

Untuk panen padi pada 2023 terjadi pada bulan Februari, sementara puncak panen 2022 terjadi pada bulan Maret. ‘’Untuk luas panen padi pada Februari 2023 adalah sebesar 8,68 ribu hektare, sedangkan pada Maret 2023 luas panen padi mencapai 10,72 ribu hektare,’’ ujarnya.

Luasan panen padi di Provinsi Riau mencapai sekitar 51,91 ribu hektare. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 860 hektare atau 1,68 persen dibandingkan 2022 yang sebesar 51,91 ribu hektare. Sementara itu, untuk luas panen padi pada Januari 2024 mencapai 3,15 ribu hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2024 diperkirakan seluas 18,41 ribu hektare.

‘’Dengan demikian, total luas panen padi pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 21,57 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 54 hektare (0,25 persen) dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari−April 2023 yang sebesar 21,51 ribu hektare,’’ ujarnya.(azr)

Baca Juga:  Menko Airlangga Dianugerahi Priyadarshni Academy Global Award
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari