Senin, 7 April 2025
spot_img

UKM Harus Cari Investor di Pasar Modal

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk melantai di pasar modal. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pasar modal bukan hanya untuk perusahaan besar.

“Bursa bukan hanya tempat perusahaan besar bertumbuh. Bursa mengakomodasi perusahaan kecil menengah untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1).

Ia mengatakan bahwa pihaknya menyediakan kesempatan yang sama bagi para UKM yang sedang merintis usaha dengan tumbuh bersama investor lewat pasar modal.

“Kami punya IDX Incubator yang didirikan untuk menuhi peran sebagai garda depan dan mencari perusahaan-perusahaan rintisan ke daerah-daerah, untuk kami grooming (perbaikan). Ini adalah salah satu sistem yang kami miliki,” jelasnya.

Baca Juga:  Karyawan BPJAMSOSTEK Galang Donasi Bagi Perlindungan Relawan Covid-19

IDX Incubator merupakan program berupa inkubasi yang mewadahi startup berbasis teknologi. Para startup ini diberikan pelatihan pengembangan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering).

Menurutnya, usaha yang sedang tumbuh memerlukan pendampingan agar bisa membenahi perusahaan lebih baik lagi. Program ini juga melindungi para investor dari penempatan saham pada perusahaan yang kinernyanya kurang baik.

“Setelah ada di papan akselerasi, para perusahaan ini nantinya juga akan mendapat kesempatan untuk dipromosikan,” terangnya.

Akan tetapi, untuk bisa naik kelas, para startup diwajibkan untuk memenuhi persyaratan. Seperti, meningkatkan total aset yang dimiliki perusahaan hingga naiknya jumlah pemegang saham.

“Di mana pada suatu saat mereka mampu memenuhi sejumlah persyaratan untuk masuk ke Papan Pengembangan atau bahkan bisa langsung masuk ke papan utama jika secara good corporate governance atau GCG-nya bisa memenuhi ketentuan-ketentuannya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pekerja Asing Wajib Ikut Program Tapera

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

 

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk melantai di pasar modal. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pasar modal bukan hanya untuk perusahaan besar.

“Bursa bukan hanya tempat perusahaan besar bertumbuh. Bursa mengakomodasi perusahaan kecil menengah untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1).

Ia mengatakan bahwa pihaknya menyediakan kesempatan yang sama bagi para UKM yang sedang merintis usaha dengan tumbuh bersama investor lewat pasar modal.

“Kami punya IDX Incubator yang didirikan untuk menuhi peran sebagai garda depan dan mencari perusahaan-perusahaan rintisan ke daerah-daerah, untuk kami grooming (perbaikan). Ini adalah salah satu sistem yang kami miliki,” jelasnya.

Baca Juga:  Kunjungi Riau Pos, PT CPI Bahas Blok Rokan

IDX Incubator merupakan program berupa inkubasi yang mewadahi startup berbasis teknologi. Para startup ini diberikan pelatihan pengembangan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering).

Menurutnya, usaha yang sedang tumbuh memerlukan pendampingan agar bisa membenahi perusahaan lebih baik lagi. Program ini juga melindungi para investor dari penempatan saham pada perusahaan yang kinernyanya kurang baik.

“Setelah ada di papan akselerasi, para perusahaan ini nantinya juga akan mendapat kesempatan untuk dipromosikan,” terangnya.

Akan tetapi, untuk bisa naik kelas, para startup diwajibkan untuk memenuhi persyaratan. Seperti, meningkatkan total aset yang dimiliki perusahaan hingga naiknya jumlah pemegang saham.

“Di mana pada suatu saat mereka mampu memenuhi sejumlah persyaratan untuk masuk ke Papan Pengembangan atau bahkan bisa langsung masuk ke papan utama jika secara good corporate governance atau GCG-nya bisa memenuhi ketentuan-ketentuannya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Karyawan BPJAMSOSTEK Galang Donasi Bagi Perlindungan Relawan Covid-19

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

UKM Harus Cari Investor di Pasar Modal

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk melantai di pasar modal. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pasar modal bukan hanya untuk perusahaan besar.

“Bursa bukan hanya tempat perusahaan besar bertumbuh. Bursa mengakomodasi perusahaan kecil menengah untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1).

Ia mengatakan bahwa pihaknya menyediakan kesempatan yang sama bagi para UKM yang sedang merintis usaha dengan tumbuh bersama investor lewat pasar modal.

“Kami punya IDX Incubator yang didirikan untuk menuhi peran sebagai garda depan dan mencari perusahaan-perusahaan rintisan ke daerah-daerah, untuk kami grooming (perbaikan). Ini adalah salah satu sistem yang kami miliki,” jelasnya.

Baca Juga:  91 Juta Data Pengguna Tokopedia Diretas

IDX Incubator merupakan program berupa inkubasi yang mewadahi startup berbasis teknologi. Para startup ini diberikan pelatihan pengembangan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering).

Menurutnya, usaha yang sedang tumbuh memerlukan pendampingan agar bisa membenahi perusahaan lebih baik lagi. Program ini juga melindungi para investor dari penempatan saham pada perusahaan yang kinernyanya kurang baik.

“Setelah ada di papan akselerasi, para perusahaan ini nantinya juga akan mendapat kesempatan untuk dipromosikan,” terangnya.

Akan tetapi, untuk bisa naik kelas, para startup diwajibkan untuk memenuhi persyaratan. Seperti, meningkatkan total aset yang dimiliki perusahaan hingga naiknya jumlah pemegang saham.

“Di mana pada suatu saat mereka mampu memenuhi sejumlah persyaratan untuk masuk ke Papan Pengembangan atau bahkan bisa langsung masuk ke papan utama jika secara good corporate governance atau GCG-nya bisa memenuhi ketentuan-ketentuannya,” pungkasnya.

Baca Juga:  OJK Minta Jiwasraya Jaga Stabilitas Usaha

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

 

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk melantai di pasar modal. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pasar modal bukan hanya untuk perusahaan besar.

“Bursa bukan hanya tempat perusahaan besar bertumbuh. Bursa mengakomodasi perusahaan kecil menengah untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1).

Ia mengatakan bahwa pihaknya menyediakan kesempatan yang sama bagi para UKM yang sedang merintis usaha dengan tumbuh bersama investor lewat pasar modal.

“Kami punya IDX Incubator yang didirikan untuk menuhi peran sebagai garda depan dan mencari perusahaan-perusahaan rintisan ke daerah-daerah, untuk kami grooming (perbaikan). Ini adalah salah satu sistem yang kami miliki,” jelasnya.

Baca Juga:  Penerimaan Bea Masuk dan Keluar Turun 5,5 Persen

IDX Incubator merupakan program berupa inkubasi yang mewadahi startup berbasis teknologi. Para startup ini diberikan pelatihan pengembangan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering).

Menurutnya, usaha yang sedang tumbuh memerlukan pendampingan agar bisa membenahi perusahaan lebih baik lagi. Program ini juga melindungi para investor dari penempatan saham pada perusahaan yang kinernyanya kurang baik.

“Setelah ada di papan akselerasi, para perusahaan ini nantinya juga akan mendapat kesempatan untuk dipromosikan,” terangnya.

Akan tetapi, untuk bisa naik kelas, para startup diwajibkan untuk memenuhi persyaratan. Seperti, meningkatkan total aset yang dimiliki perusahaan hingga naiknya jumlah pemegang saham.

“Di mana pada suatu saat mereka mampu memenuhi sejumlah persyaratan untuk masuk ke Papan Pengembangan atau bahkan bisa langsung masuk ke papan utama jika secara good corporate governance atau GCG-nya bisa memenuhi ketentuan-ketentuannya,” pungkasnya.

Baca Juga:  91 Juta Data Pengguna Tokopedia Diretas

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari