Sabtu, 23 Mei 2026
- Advertisement -

Dua BPBD Usulkan Siaga Darurat Karhutla

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Dua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Riau, sudah mengusulkan untuk penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Usulan tersebut disampaikan kepada kepala daerahnya masing-masing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal me­ngatakan, dua BPBD tersebut yakni BPBD Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Masing-masing usulan tersebut diajukan ke kepala daerah masing-masing melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Namun ini baru usulan. Nanti setelah diajukan kepada kepala daerah masing-masing bersama Forkopimda, dibahas baru ditetapkan menjadi kebijakan daerah, dengan status siaga karhutla," katanya.

Edy Afrizal berharap, status siaga karhutla di dua daerah tersebut cepat segera ditetapkan. Hal ini guna mengantisipasi lebih awal meluasnya karhutla. Selain itu, hal tersebut juga akan menjadi pertimbangan bagi BPBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mengusulkan status yang sama kepada Gubernur Riau.

Baca Juga:  Ari Sigit Serahkan Dana Rp 3,5 Miliar dari MeMiles

"Dengan begitu, ketika terjadinya karhutla, baik BPBD Riau mau pun kabupaten/kota sudah bisa menangani karhutla bersama," sebutnya.

Tidak hanya soal anggaran, demikian Edy Afrizal, personel dan peralatan dari pemerintah pusat bisa langsung membantu penanganan karhutla di Riau. Termasuk juga helikopter untuk water bombing.

"Jika sudah ditetapkan, akan menjadi dasar bagi Pemprov mengusulkan dan menetapkan status yang sama. Prosesnya sama, nanti kita usulkan kepada Gubernur Riau, melibatkan BMKG serta Forkopimda. Kalau sudah ditetapkan, pusat juga membantu. Sehingga penangannya pun lebih maksimal," jelas Edy.

Untuk diketahui, hingga saat ini  berdasarkan data dari BPBD Riau, luas lahan yang terbakar di Riau sejak 1 Januari 2022 hingga pekan kedua Februari sudah mencapai lebih kurang 135,71 hektare (Ha).

Baca Juga:  Berhamburan ke Kantor Disbud, Pendemo Pingsan, Kendaraan Dinas Hancur

Karhutla paling luas di­temukan di Kabupaten Bengkalis dengan luas lahan 64 hektare. Kemudian Pelalawan 22,2 hektare, Inhil 22 hektare, Meranti dan Kampar masing-masing 6 hektar, Dumai 4,6 hektare, Siak 4,28 hektare, Pekanbaru 2,13 hektare, serta di Inhu 0,5 hektare.(sol)

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Dua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Riau, sudah mengusulkan untuk penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Usulan tersebut disampaikan kepada kepala daerahnya masing-masing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal me­ngatakan, dua BPBD tersebut yakni BPBD Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Masing-masing usulan tersebut diajukan ke kepala daerah masing-masing melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Namun ini baru usulan. Nanti setelah diajukan kepada kepala daerah masing-masing bersama Forkopimda, dibahas baru ditetapkan menjadi kebijakan daerah, dengan status siaga karhutla," katanya.

Edy Afrizal berharap, status siaga karhutla di dua daerah tersebut cepat segera ditetapkan. Hal ini guna mengantisipasi lebih awal meluasnya karhutla. Selain itu, hal tersebut juga akan menjadi pertimbangan bagi BPBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mengusulkan status yang sama kepada Gubernur Riau.

Baca Juga:  Bupati Ingatkan Pentingnya Memakai Masker 

"Dengan begitu, ketika terjadinya karhutla, baik BPBD Riau mau pun kabupaten/kota sudah bisa menangani karhutla bersama," sebutnya.

- Advertisement -

Tidak hanya soal anggaran, demikian Edy Afrizal, personel dan peralatan dari pemerintah pusat bisa langsung membantu penanganan karhutla di Riau. Termasuk juga helikopter untuk water bombing.

"Jika sudah ditetapkan, akan menjadi dasar bagi Pemprov mengusulkan dan menetapkan status yang sama. Prosesnya sama, nanti kita usulkan kepada Gubernur Riau, melibatkan BMKG serta Forkopimda. Kalau sudah ditetapkan, pusat juga membantu. Sehingga penangannya pun lebih maksimal," jelas Edy.

- Advertisement -

Untuk diketahui, hingga saat ini  berdasarkan data dari BPBD Riau, luas lahan yang terbakar di Riau sejak 1 Januari 2022 hingga pekan kedua Februari sudah mencapai lebih kurang 135,71 hektare (Ha).

Baca Juga:  Ari Sigit Serahkan Dana Rp 3,5 Miliar dari MeMiles

Karhutla paling luas di­temukan di Kabupaten Bengkalis dengan luas lahan 64 hektare. Kemudian Pelalawan 22,2 hektare, Inhil 22 hektare, Meranti dan Kampar masing-masing 6 hektar, Dumai 4,6 hektare, Siak 4,28 hektare, Pekanbaru 2,13 hektare, serta di Inhu 0,5 hektare.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Dua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Riau, sudah mengusulkan untuk penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Usulan tersebut disampaikan kepada kepala daerahnya masing-masing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal me­ngatakan, dua BPBD tersebut yakni BPBD Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Masing-masing usulan tersebut diajukan ke kepala daerah masing-masing melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Namun ini baru usulan. Nanti setelah diajukan kepada kepala daerah masing-masing bersama Forkopimda, dibahas baru ditetapkan menjadi kebijakan daerah, dengan status siaga karhutla," katanya.

Edy Afrizal berharap, status siaga karhutla di dua daerah tersebut cepat segera ditetapkan. Hal ini guna mengantisipasi lebih awal meluasnya karhutla. Selain itu, hal tersebut juga akan menjadi pertimbangan bagi BPBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mengusulkan status yang sama kepada Gubernur Riau.

Baca Juga:  JCH Tidak Perlu Khawatir jika Barang Tertinggal di Bus Salawat

"Dengan begitu, ketika terjadinya karhutla, baik BPBD Riau mau pun kabupaten/kota sudah bisa menangani karhutla bersama," sebutnya.

Tidak hanya soal anggaran, demikian Edy Afrizal, personel dan peralatan dari pemerintah pusat bisa langsung membantu penanganan karhutla di Riau. Termasuk juga helikopter untuk water bombing.

"Jika sudah ditetapkan, akan menjadi dasar bagi Pemprov mengusulkan dan menetapkan status yang sama. Prosesnya sama, nanti kita usulkan kepada Gubernur Riau, melibatkan BMKG serta Forkopimda. Kalau sudah ditetapkan, pusat juga membantu. Sehingga penangannya pun lebih maksimal," jelas Edy.

Untuk diketahui, hingga saat ini  berdasarkan data dari BPBD Riau, luas lahan yang terbakar di Riau sejak 1 Januari 2022 hingga pekan kedua Februari sudah mencapai lebih kurang 135,71 hektare (Ha).

Baca Juga:  Jalan Disekat, Rezeki Terhambat

Karhutla paling luas di­temukan di Kabupaten Bengkalis dengan luas lahan 64 hektare. Kemudian Pelalawan 22,2 hektare, Inhil 22 hektare, Meranti dan Kampar masing-masing 6 hektar, Dumai 4,6 hektare, Siak 4,28 hektare, Pekanbaru 2,13 hektare, serta di Inhu 0,5 hektare.(sol)

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari