Jumat, 16 Oktober 2026
- Advertisement -

Aktivitas Pelabuhan Lancar, Warga Ingin Pemerintah Tegas Hadapi Asap

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap yang melanda Pekanbaru dan sekitarnya menjadi perhatian khusus semua pihak. Balutan biru maupun hijau menyelimuti rona masyarakat Riau.

Sejatinya masker saja tidak cukup. Perlu tindakan tegas penegak hukum. Meski Polda Riau telah menetapkan satu tersangka korporasi, tindakan tegas pun terus dituntut masyarakat. Sebab kabut di Sabtu (10/8), malah semakin menebal.

Hal itu ditandai dengan terbakarnya Taman Hutan Rakyat (Tahura) di perbatasan Rumbai dan Siak yang menghabiskan lebih kurang 12 hektare.

Jika di siang hari matahari berhasil menembus asap, namun menuju senja pun belum bisa diterobos. "Saya berharap penuh kepada pemerintah dan penegak hukum, agar benar-benar menghukum para pembakar hutan. Cukup sudah kejadian 2015-2016 lalu," ucap Narti warga yang akan berangkat menggunakan KM Jelatik tujuan Selat Panjang dari Pelabuhan Sungai Duku.

Baca Juga:  TP PKK Riau Bagikan Masker dan Sosialisasikan 3M di Rohul

Narti menuturkan, pulang kampung karena akan melakukan Iduladha bersama keluarga. "Sejak kuliah hingga kerja sudah menjadi rutinitas saya untuk pulang kampung saat Iduladha," ucapnya.

KM Jelatik akan berangkat pada pukul 16.00 WIB. Sampai pukul 04.00 WIB. Hal itu tidak menyurutkan masyarakat mudik ke kampung halaman.

Seperti diceritakan penumpang Hasan. Sejak tiga tahun belakangan katanya baru berkesempatan pulang kampung sekarang ini. ""Alhamdulillah bisa pulang saat Iduladha ini dan bertemu sanak keluarga keluarga di Selat Panjang," paparnya.

Petugas Pengawasan dan Pengamanan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Alpin mengatakan, aktivitas kapal tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa, baik datang maupun pergi.

"Hari ini ada penurunan penumpang namun tidak drastis. Meski demikian kapal tetap berangkat seperti biasanya," jelasnya.

Baca Juga:  54 Bakal Calon Penghulu Kampung  Ikuti Tes Tertulis dan Wawancara

Lebih lanjut, kapal lain sudah datang dan berangkat saat pagi dan siang hari. KM Jelatik adalah kapal terakhir yang berangkat.(*3)
Laporan : Marrio Kisaz
Editor : Rinaldi

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap yang melanda Pekanbaru dan sekitarnya menjadi perhatian khusus semua pihak. Balutan biru maupun hijau menyelimuti rona masyarakat Riau.

Sejatinya masker saja tidak cukup. Perlu tindakan tegas penegak hukum. Meski Polda Riau telah menetapkan satu tersangka korporasi, tindakan tegas pun terus dituntut masyarakat. Sebab kabut di Sabtu (10/8), malah semakin menebal.

Hal itu ditandai dengan terbakarnya Taman Hutan Rakyat (Tahura) di perbatasan Rumbai dan Siak yang menghabiskan lebih kurang 12 hektare.

Jika di siang hari matahari berhasil menembus asap, namun menuju senja pun belum bisa diterobos. "Saya berharap penuh kepada pemerintah dan penegak hukum, agar benar-benar menghukum para pembakar hutan. Cukup sudah kejadian 2015-2016 lalu," ucap Narti warga yang akan berangkat menggunakan KM Jelatik tujuan Selat Panjang dari Pelabuhan Sungai Duku.

Baca Juga:  Tenggelam di Pantai Kute, Pelajar SMAN Meregang Nyawa

Narti menuturkan, pulang kampung karena akan melakukan Iduladha bersama keluarga. "Sejak kuliah hingga kerja sudah menjadi rutinitas saya untuk pulang kampung saat Iduladha," ucapnya.

- Advertisement -

KM Jelatik akan berangkat pada pukul 16.00 WIB. Sampai pukul 04.00 WIB. Hal itu tidak menyurutkan masyarakat mudik ke kampung halaman.

Seperti diceritakan penumpang Hasan. Sejak tiga tahun belakangan katanya baru berkesempatan pulang kampung sekarang ini. ""Alhamdulillah bisa pulang saat Iduladha ini dan bertemu sanak keluarga keluarga di Selat Panjang," paparnya.

- Advertisement -

Petugas Pengawasan dan Pengamanan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Alpin mengatakan, aktivitas kapal tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa, baik datang maupun pergi.

"Hari ini ada penurunan penumpang namun tidak drastis. Meski demikian kapal tetap berangkat seperti biasanya," jelasnya.

Baca Juga:  Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Andi Putra, Ini Kata KPK

Lebih lanjut, kapal lain sudah datang dan berangkat saat pagi dan siang hari. KM Jelatik adalah kapal terakhir yang berangkat.(*3)
Laporan : Marrio Kisaz
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap yang melanda Pekanbaru dan sekitarnya menjadi perhatian khusus semua pihak. Balutan biru maupun hijau menyelimuti rona masyarakat Riau.

Sejatinya masker saja tidak cukup. Perlu tindakan tegas penegak hukum. Meski Polda Riau telah menetapkan satu tersangka korporasi, tindakan tegas pun terus dituntut masyarakat. Sebab kabut di Sabtu (10/8), malah semakin menebal.

Hal itu ditandai dengan terbakarnya Taman Hutan Rakyat (Tahura) di perbatasan Rumbai dan Siak yang menghabiskan lebih kurang 12 hektare.

Jika di siang hari matahari berhasil menembus asap, namun menuju senja pun belum bisa diterobos. "Saya berharap penuh kepada pemerintah dan penegak hukum, agar benar-benar menghukum para pembakar hutan. Cukup sudah kejadian 2015-2016 lalu," ucap Narti warga yang akan berangkat menggunakan KM Jelatik tujuan Selat Panjang dari Pelabuhan Sungai Duku.

Baca Juga:  Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Andi Putra, Ini Kata KPK

Narti menuturkan, pulang kampung karena akan melakukan Iduladha bersama keluarga. "Sejak kuliah hingga kerja sudah menjadi rutinitas saya untuk pulang kampung saat Iduladha," ucapnya.

KM Jelatik akan berangkat pada pukul 16.00 WIB. Sampai pukul 04.00 WIB. Hal itu tidak menyurutkan masyarakat mudik ke kampung halaman.

Seperti diceritakan penumpang Hasan. Sejak tiga tahun belakangan katanya baru berkesempatan pulang kampung sekarang ini. ""Alhamdulillah bisa pulang saat Iduladha ini dan bertemu sanak keluarga keluarga di Selat Panjang," paparnya.

Petugas Pengawasan dan Pengamanan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Alpin mengatakan, aktivitas kapal tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa, baik datang maupun pergi.

"Hari ini ada penurunan penumpang namun tidak drastis. Meski demikian kapal tetap berangkat seperti biasanya," jelasnya.

Baca Juga:  Rida K Liamsi Disebut Terima Gaji Rp200 Juta, Ini Kesaksian Dirut Riau Pos

Lebih lanjut, kapal lain sudah datang dan berangkat saat pagi dan siang hari. KM Jelatik adalah kapal terakhir yang berangkat.(*3)
Laporan : Marrio Kisaz
Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari