Jumat, 16 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Kaji Peluang Kerja Sama, Direksi PT MCTN Kunjungi PLN UIP3BS

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pascadiakuisisi oleh PLN, PT MCTN sudah mengalami banyak transisi. Dari sisi organisasi, PLN sudah menempatkan insan-insan terbaiknya di PT MCTN. Hal ini demi memastikan tidak adanya penurunan kualitas penyediaan tenaga listrik bagi blok minyak terbesar di Indonesia, Blok Rokan.

Direksi PT MCTN mengunjungi salah satu Unit Kerja PLN yang mengelola kelistrikan di Sumatera yakni PLN UIP3BS, Kamis (26/8).

General Manager (GM) PLN UIP3BS Dispriansyah menyambut baik kedatangan Direktur Utama MCTN Junaidi Abdi, yang datang bersama jajaran direksi lainnya. Dari UIP3BS, Dispriansyah didampingi Senior Manager Operasi Sistem Hartoyo, dan Senior Manager Sistem Transmisi I M Iqbal Arief Kusnandar.

Selain silaturahmi, kunjungan ini juga bertujuan untuk membahas bentuk kerja sama antara PLN UIP3BS dengan MCTN. PLN sendiri sudah menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan maksimal bagi Blok Rokan. Hal ini merupakan bentuk sinergi antar BUMN, di mana Blok Rokan saat ini dikelola oleh PT Pertamina (Persero), melalui unit usahanya yakni PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Baca Juga:  Ini Harga GR Yaris Dilengkapi Spesifikasi Mobil Balap

Dalam menyuplai kebutuhan listrik dan steam (uap) untuk Blok Rokan, PLN membagi ke dalam dua tahap. Pertama, masa transisi (2021-2024), dengan memanfaatkan supply eksisting dengan skema akuisisi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) North Duri Cogen (NDC).

Durasi pada masa transisi ini ditentukan selama 3 tahun berdasarkan waktu pembangunan jaringan dan proses koneksi jaringan ini ke sistem kelistrikan Sumatera. Kedua, masa permanen (2024-dst), di mana Blok Rokan akan mendapatkan listrik secara langsung dari sistem kelistrikan Sumatera sementara steam dipasok melalui pembangunan steam generator.

Melalui pertemuan awal ini, diharapkan persiapan-persiapan menjelang proses transisi ini berjalan dengan lancar. Dengan adanya berbagai persiapan ini, PLN meyakini proses di masa transisi akan dilalui dengan lebih mudah. Hal ini agar eksekusi rencana-rencana yang sudah ditetapkan pada kedua tahap ini menjadi lebih matang.(anf)

Baca Juga:  Merger Setahun, Laba BSI Lampaui Target

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pascadiakuisisi oleh PLN, PT MCTN sudah mengalami banyak transisi. Dari sisi organisasi, PLN sudah menempatkan insan-insan terbaiknya di PT MCTN. Hal ini demi memastikan tidak adanya penurunan kualitas penyediaan tenaga listrik bagi blok minyak terbesar di Indonesia, Blok Rokan.

Direksi PT MCTN mengunjungi salah satu Unit Kerja PLN yang mengelola kelistrikan di Sumatera yakni PLN UIP3BS, Kamis (26/8).

General Manager (GM) PLN UIP3BS Dispriansyah menyambut baik kedatangan Direktur Utama MCTN Junaidi Abdi, yang datang bersama jajaran direksi lainnya. Dari UIP3BS, Dispriansyah didampingi Senior Manager Operasi Sistem Hartoyo, dan Senior Manager Sistem Transmisi I M Iqbal Arief Kusnandar.

Selain silaturahmi, kunjungan ini juga bertujuan untuk membahas bentuk kerja sama antara PLN UIP3BS dengan MCTN. PLN sendiri sudah menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan maksimal bagi Blok Rokan. Hal ini merupakan bentuk sinergi antar BUMN, di mana Blok Rokan saat ini dikelola oleh PT Pertamina (Persero), melalui unit usahanya yakni PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Baca Juga:  Capella Honda Gelar Semarak Silaturahmi Bersama Konsumen

Dalam menyuplai kebutuhan listrik dan steam (uap) untuk Blok Rokan, PLN membagi ke dalam dua tahap. Pertama, masa transisi (2021-2024), dengan memanfaatkan supply eksisting dengan skema akuisisi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) North Duri Cogen (NDC).

- Advertisement -

Durasi pada masa transisi ini ditentukan selama 3 tahun berdasarkan waktu pembangunan jaringan dan proses koneksi jaringan ini ke sistem kelistrikan Sumatera. Kedua, masa permanen (2024-dst), di mana Blok Rokan akan mendapatkan listrik secara langsung dari sistem kelistrikan Sumatera sementara steam dipasok melalui pembangunan steam generator.

Melalui pertemuan awal ini, diharapkan persiapan-persiapan menjelang proses transisi ini berjalan dengan lancar. Dengan adanya berbagai persiapan ini, PLN meyakini proses di masa transisi akan dilalui dengan lebih mudah. Hal ini agar eksekusi rencana-rencana yang sudah ditetapkan pada kedua tahap ini menjadi lebih matang.(anf)

- Advertisement -
Baca Juga:  PGN Targetkan Bangun Jargas 800.000 Sambungan

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pascadiakuisisi oleh PLN, PT MCTN sudah mengalami banyak transisi. Dari sisi organisasi, PLN sudah menempatkan insan-insan terbaiknya di PT MCTN. Hal ini demi memastikan tidak adanya penurunan kualitas penyediaan tenaga listrik bagi blok minyak terbesar di Indonesia, Blok Rokan.

Direksi PT MCTN mengunjungi salah satu Unit Kerja PLN yang mengelola kelistrikan di Sumatera yakni PLN UIP3BS, Kamis (26/8).

General Manager (GM) PLN UIP3BS Dispriansyah menyambut baik kedatangan Direktur Utama MCTN Junaidi Abdi, yang datang bersama jajaran direksi lainnya. Dari UIP3BS, Dispriansyah didampingi Senior Manager Operasi Sistem Hartoyo, dan Senior Manager Sistem Transmisi I M Iqbal Arief Kusnandar.

Selain silaturahmi, kunjungan ini juga bertujuan untuk membahas bentuk kerja sama antara PLN UIP3BS dengan MCTN. PLN sendiri sudah menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan maksimal bagi Blok Rokan. Hal ini merupakan bentuk sinergi antar BUMN, di mana Blok Rokan saat ini dikelola oleh PT Pertamina (Persero), melalui unit usahanya yakni PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Baca Juga:  Pastikan Kendaraan Prima, Mitsubishi Gelar “Lebaran Campaign” dan “Kilau Lebaran Campaign”

Dalam menyuplai kebutuhan listrik dan steam (uap) untuk Blok Rokan, PLN membagi ke dalam dua tahap. Pertama, masa transisi (2021-2024), dengan memanfaatkan supply eksisting dengan skema akuisisi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) North Duri Cogen (NDC).

Durasi pada masa transisi ini ditentukan selama 3 tahun berdasarkan waktu pembangunan jaringan dan proses koneksi jaringan ini ke sistem kelistrikan Sumatera. Kedua, masa permanen (2024-dst), di mana Blok Rokan akan mendapatkan listrik secara langsung dari sistem kelistrikan Sumatera sementara steam dipasok melalui pembangunan steam generator.

Melalui pertemuan awal ini, diharapkan persiapan-persiapan menjelang proses transisi ini berjalan dengan lancar. Dengan adanya berbagai persiapan ini, PLN meyakini proses di masa transisi akan dilalui dengan lebih mudah. Hal ini agar eksekusi rencana-rencana yang sudah ditetapkan pada kedua tahap ini menjadi lebih matang.(anf)

Baca Juga:  Dukung Masyarakat Saat Mudik, BRI Sediakan Layanan Terbatas

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari