Jumat, 9 Oktober 2026
- Advertisement -

Iran Tetap Tolak Bantuan AS Meski Korban Terus Bertambah

TEHERAN (RIAUPOS.CO) – Di tengah wabah corona yang terjadi di negaranya, Iran tetap menolak bantuan yang ditawarkan oleh salah satu musuh abadinya, Amerika Serikat (AS).

Hal itu ditegaskan berulang-ulang oleh pemimpin spiritual Iran,  Ayatollah Ali Khamenei. Dia menuduh virus itu justru sengaja dibuat oleh AS.

"Kemungkinan bantuan obat-obatan adalah cara untuk membuat virus tersebut menyebar lebih luas," kata Khamenei, seperti dilansir Associated Press, Ahad (22/3/2020).

"Mungkin mereka (AS) ingin datang ke sini untuk melihat secara langsung dampak dari racun yang mereka buat, sejak sebagian virus tersebut memang dibuat untuk Iran," ujar Khamenei.

Khamenei menyampaikan hal itu dalam pidato untuk memperingati Tahun Baru Persia, Nowruz, yang disiarkan secara langsung. Akibat tingginya tingkat penularan dan kematian akibat virus corona di Iran, Khamenei tahun ini tidak mengunjungi makam Imam Reza untuk berziarah dan memanjatkan doa.

Baca Juga:  Jatuh ke Kolam

Sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan bahwa virus corona sengaja dibuat sebagai senjata biologis.

Isu tersebut disampaikan oleh juru bicara Pemerintah Cina, Lijian Zhao, melalui cuitan di Twitter. Dia menuduh virus corona dibuat oleh Angkatan Darat AS. Meski begitu, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa virus tersebut adalah senjata biologis.

Di sisi lain, korban meninggal akibat virus corona di Iran terus bertambah. Hari ini tercatat ada 129 orang wafat usai terinfeksi virus corona di negara itu. Jumlah korban meninggal akibat virus corona di Iran kini mencapai 1.685 orang, dari 21.638 kasus.

Menurut Juru Bicara Menteri Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, sekitar 68 persen korban meninggal akibat virus corona di Iran berusia di atas 60 tahun.

Baca Juga:  Wapres Ma’ruf: Radikalisme Adalah Kerikil yang Harus Dibersihkan

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang terinfeksi virus corona dengan tingkat sedang seperti mengalami demam dan batuk bisa pulih dalam waktu dua pekan. Sedangkan mereka yang terpapar lebih berat baru bisa sembuh dalam waktu tiga sampai enam pekan. 

Sumber: AP/CNN/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun

 

TEHERAN (RIAUPOS.CO) – Di tengah wabah corona yang terjadi di negaranya, Iran tetap menolak bantuan yang ditawarkan oleh salah satu musuh abadinya, Amerika Serikat (AS).

Hal itu ditegaskan berulang-ulang oleh pemimpin spiritual Iran,  Ayatollah Ali Khamenei. Dia menuduh virus itu justru sengaja dibuat oleh AS.

"Kemungkinan bantuan obat-obatan adalah cara untuk membuat virus tersebut menyebar lebih luas," kata Khamenei, seperti dilansir Associated Press, Ahad (22/3/2020).

"Mungkin mereka (AS) ingin datang ke sini untuk melihat secara langsung dampak dari racun yang mereka buat, sejak sebagian virus tersebut memang dibuat untuk Iran," ujar Khamenei.

Khamenei menyampaikan hal itu dalam pidato untuk memperingati Tahun Baru Persia, Nowruz, yang disiarkan secara langsung. Akibat tingginya tingkat penularan dan kematian akibat virus corona di Iran, Khamenei tahun ini tidak mengunjungi makam Imam Reza untuk berziarah dan memanjatkan doa.

- Advertisement -
Baca Juga:  Jatuh ke Kolam

Sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan bahwa virus corona sengaja dibuat sebagai senjata biologis.

Isu tersebut disampaikan oleh juru bicara Pemerintah Cina, Lijian Zhao, melalui cuitan di Twitter. Dia menuduh virus corona dibuat oleh Angkatan Darat AS. Meski begitu, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa virus tersebut adalah senjata biologis.

- Advertisement -

Di sisi lain, korban meninggal akibat virus corona di Iran terus bertambah. Hari ini tercatat ada 129 orang wafat usai terinfeksi virus corona di negara itu. Jumlah korban meninggal akibat virus corona di Iran kini mencapai 1.685 orang, dari 21.638 kasus.

Menurut Juru Bicara Menteri Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, sekitar 68 persen korban meninggal akibat virus corona di Iran berusia di atas 60 tahun.

Baca Juga:  Aset Sitaan Kasus Simulator SIM Rp11 Miliar Diserahkan ke Negara

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang terinfeksi virus corona dengan tingkat sedang seperti mengalami demam dan batuk bisa pulih dalam waktu dua pekan. Sedangkan mereka yang terpapar lebih berat baru bisa sembuh dalam waktu tiga sampai enam pekan. 

Sumber: AP/CNN/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEHERAN (RIAUPOS.CO) – Di tengah wabah corona yang terjadi di negaranya, Iran tetap menolak bantuan yang ditawarkan oleh salah satu musuh abadinya, Amerika Serikat (AS).

Hal itu ditegaskan berulang-ulang oleh pemimpin spiritual Iran,  Ayatollah Ali Khamenei. Dia menuduh virus itu justru sengaja dibuat oleh AS.

"Kemungkinan bantuan obat-obatan adalah cara untuk membuat virus tersebut menyebar lebih luas," kata Khamenei, seperti dilansir Associated Press, Ahad (22/3/2020).

"Mungkin mereka (AS) ingin datang ke sini untuk melihat secara langsung dampak dari racun yang mereka buat, sejak sebagian virus tersebut memang dibuat untuk Iran," ujar Khamenei.

Khamenei menyampaikan hal itu dalam pidato untuk memperingati Tahun Baru Persia, Nowruz, yang disiarkan secara langsung. Akibat tingginya tingkat penularan dan kematian akibat virus corona di Iran, Khamenei tahun ini tidak mengunjungi makam Imam Reza untuk berziarah dan memanjatkan doa.

Baca Juga:  Erupsi Gunung Ile Lewotolok Terjadi Hingga 26 Kali Sehari

Sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan bahwa virus corona sengaja dibuat sebagai senjata biologis.

Isu tersebut disampaikan oleh juru bicara Pemerintah Cina, Lijian Zhao, melalui cuitan di Twitter. Dia menuduh virus corona dibuat oleh Angkatan Darat AS. Meski begitu, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa virus tersebut adalah senjata biologis.

Di sisi lain, korban meninggal akibat virus corona di Iran terus bertambah. Hari ini tercatat ada 129 orang wafat usai terinfeksi virus corona di negara itu. Jumlah korban meninggal akibat virus corona di Iran kini mencapai 1.685 orang, dari 21.638 kasus.

Menurut Juru Bicara Menteri Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, sekitar 68 persen korban meninggal akibat virus corona di Iran berusia di atas 60 tahun.

Baca Juga:  Hajatan Politik Hanura

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang terinfeksi virus corona dengan tingkat sedang seperti mengalami demam dan batuk bisa pulih dalam waktu dua pekan. Sedangkan mereka yang terpapar lebih berat baru bisa sembuh dalam waktu tiga sampai enam pekan. 

Sumber: AP/CNN/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari