Senin, 30 Maret 2026
- Advertisement -

PSPS Liburkan Pemain hingga Tahun Depan 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kembali ditundanya kompetisi Liga 2 Indonesia hingga Februari 2021 dirasakan klub peserta sebagai tekanan yang cukup berat. Lantaran, selain kemampuan pemain yang dikhawatirkan menurun, potensi yang dimiliki juga terancam.

Bagi PSPS Riau, tentunya dengan batalnya lanjutan liga 2 karena pandemi COVID-19 ini, mereka harus melakukan recovery ulang pemain sebelum gelaran dilanjutkan nantinya.

"Saat ini kita sudah liburkan pemain sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Media Officer PSPS Riau, M Teza Taufik, kepada RiauPos.co, Selasa (3/11).

Para pemain Askar Bertuah ini akan dikumpulkan kembali ke markasnya di Pekanbaru setelah keputusan liga benar-benar valid dilaksanakan. Sebagai tuan rumah di grup C, mereka tentunya merasa kecewa lantaran kompetisi yang belum juga dapat digelar.

Baca Juga:  Valentino Rossi Sambangi Paddock MotoGP Portugal

"Pemain akan kembali sampai ada kejelasan perihal putaran kompetisi liga 2 nanti," ujarnya.

Saat ini, para punggawa PSPS Riau sebagian besar sudah kembali ke kampung halamannya masing-masing. Namun demikian, mereka tetap disarankan untuk melakukan latihan mandiri agar mampu menjaga potensi yang dimiliki.

 

Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kembali ditundanya kompetisi Liga 2 Indonesia hingga Februari 2021 dirasakan klub peserta sebagai tekanan yang cukup berat. Lantaran, selain kemampuan pemain yang dikhawatirkan menurun, potensi yang dimiliki juga terancam.

Bagi PSPS Riau, tentunya dengan batalnya lanjutan liga 2 karena pandemi COVID-19 ini, mereka harus melakukan recovery ulang pemain sebelum gelaran dilanjutkan nantinya.

"Saat ini kita sudah liburkan pemain sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Media Officer PSPS Riau, M Teza Taufik, kepada RiauPos.co, Selasa (3/11).

Para pemain Askar Bertuah ini akan dikumpulkan kembali ke markasnya di Pekanbaru setelah keputusan liga benar-benar valid dilaksanakan. Sebagai tuan rumah di grup C, mereka tentunya merasa kecewa lantaran kompetisi yang belum juga dapat digelar.

Baca Juga:  Haaland Membuat Benzema Tak Nyaman dengan Masa Depannya di Madrid

"Pemain akan kembali sampai ada kejelasan perihal putaran kompetisi liga 2 nanti," ujarnya.

- Advertisement -

Saat ini, para punggawa PSPS Riau sebagian besar sudah kembali ke kampung halamannya masing-masing. Namun demikian, mereka tetap disarankan untuk melakukan latihan mandiri agar mampu menjaga potensi yang dimiliki.

 

- Advertisement -

Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kembali ditundanya kompetisi Liga 2 Indonesia hingga Februari 2021 dirasakan klub peserta sebagai tekanan yang cukup berat. Lantaran, selain kemampuan pemain yang dikhawatirkan menurun, potensi yang dimiliki juga terancam.

Bagi PSPS Riau, tentunya dengan batalnya lanjutan liga 2 karena pandemi COVID-19 ini, mereka harus melakukan recovery ulang pemain sebelum gelaran dilanjutkan nantinya.

"Saat ini kita sudah liburkan pemain sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Media Officer PSPS Riau, M Teza Taufik, kepada RiauPos.co, Selasa (3/11).

Para pemain Askar Bertuah ini akan dikumpulkan kembali ke markasnya di Pekanbaru setelah keputusan liga benar-benar valid dilaksanakan. Sebagai tuan rumah di grup C, mereka tentunya merasa kecewa lantaran kompetisi yang belum juga dapat digelar.

Baca Juga:  Manchester United vs Liverpool: Tuan Rumah Enggan Dipermalukan

"Pemain akan kembali sampai ada kejelasan perihal putaran kompetisi liga 2 nanti," ujarnya.

Saat ini, para punggawa PSPS Riau sebagian besar sudah kembali ke kampung halamannya masing-masing. Namun demikian, mereka tetap disarankan untuk melakukan latihan mandiri agar mampu menjaga potensi yang dimiliki.

 

Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari