Jumat, 30 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Kemenag Belum Mengetahui Jumlah Jamaah Umrah Asal Riau yang Berangkat

PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka kembali ibadah umrah bagi umat Islam seluruh dunia. Karena masih di tengah pandemi Covid-19, jumlah jamaah umrah dibatasi untuk menjaga protokol kesehatan.

Perjalanan umrah yang telah dibuka kembali per 1 November 2020, namun hingga saat ini Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kakanwil) Provinsi Riau, Mahyudin mengaku belum mengatahui berapa jumlah jamaah umrah yang berangkat dari Riau. 

"Saya belum dapat info berapa jumlah dan apakah ada yang berangkat dari Riau atau tidak. Mengingat dari Indonesia hanya dijatah sebanyak 360 orang. Kita belum dapat infonya," ujar Mahyudin kepada RiauPos.co, Senin (2/11/20202).

Dijelaskannya, Kanwil Kemenag Riau juga belum menerima surat dari pemerintah pusat terkait seperti apa penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam pelaksaan umrah tersebut. 

Baca Juga:  Dua Wartawan Utusan PWI Rohul Juara

Selain itu, pihaknya juga belum menerima surat dari pemerintah pusat terkait berapa jumlah jamaah umroh Riau dari total jatah indonesia 360 orang itu. 

"Belum ada surat," katanya. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Muhibbah Mulia Wisata, H Ibnu Mas'ud mengatakan, pada bulan November sudah dibuka kembali keberangkatan perjalanan umrah bagi calon jamaah, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kalau kami, mungkin nanti akan mulai berangkat di bulan Februari 2021 saja," ujar H Ibnu Mas'ud.

Menurutnya, jika mengikuti perjalanan umrah bulan November, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan biaya perjalanannya akan lebih mahal.

Oleh sabab itu, kata dia, kemungkinan biro perjalanan travel umrah lainnya nanti juga akan bermain atau berangkat di bulan-bulan Februari 2021. 

Baca Juga:  Tindak Tegas Penyebar Berita Hoaks

Alasannya, selain ketidak mampunya masyarakat dengan penerapan Prokes yang ketat, juga biaya perjalanan akan lebih besar/tinggi seperti biaya tiket pesawatnya. 

 

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka kembali ibadah umrah bagi umat Islam seluruh dunia. Karena masih di tengah pandemi Covid-19, jumlah jamaah umrah dibatasi untuk menjaga protokol kesehatan.

Perjalanan umrah yang telah dibuka kembali per 1 November 2020, namun hingga saat ini Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kakanwil) Provinsi Riau, Mahyudin mengaku belum mengatahui berapa jumlah jamaah umrah yang berangkat dari Riau. 

"Saya belum dapat info berapa jumlah dan apakah ada yang berangkat dari Riau atau tidak. Mengingat dari Indonesia hanya dijatah sebanyak 360 orang. Kita belum dapat infonya," ujar Mahyudin kepada RiauPos.co, Senin (2/11/20202).

Dijelaskannya, Kanwil Kemenag Riau juga belum menerima surat dari pemerintah pusat terkait seperti apa penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam pelaksaan umrah tersebut. 

Baca Juga:  Wabup Dorong Pentingnya Memahami KIP

Selain itu, pihaknya juga belum menerima surat dari pemerintah pusat terkait berapa jumlah jamaah umroh Riau dari total jatah indonesia 360 orang itu. 

- Advertisement -

"Belum ada surat," katanya. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Muhibbah Mulia Wisata, H Ibnu Mas'ud mengatakan, pada bulan November sudah dibuka kembali keberangkatan perjalanan umrah bagi calon jamaah, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

- Advertisement -

"Kalau kami, mungkin nanti akan mulai berangkat di bulan Februari 2021 saja," ujar H Ibnu Mas'ud.

Menurutnya, jika mengikuti perjalanan umrah bulan November, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan biaya perjalanannya akan lebih mahal.

Oleh sabab itu, kata dia, kemungkinan biro perjalanan travel umrah lainnya nanti juga akan bermain atau berangkat di bulan-bulan Februari 2021. 

Baca Juga:  Pimpinan dan Anggota DPRD Riau Hadiri Upacara Kemerdekaan

Alasannya, selain ketidak mampunya masyarakat dengan penerapan Prokes yang ketat, juga biaya perjalanan akan lebih besar/tinggi seperti biaya tiket pesawatnya. 

 

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka kembali ibadah umrah bagi umat Islam seluruh dunia. Karena masih di tengah pandemi Covid-19, jumlah jamaah umrah dibatasi untuk menjaga protokol kesehatan.

Perjalanan umrah yang telah dibuka kembali per 1 November 2020, namun hingga saat ini Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kakanwil) Provinsi Riau, Mahyudin mengaku belum mengatahui berapa jumlah jamaah umrah yang berangkat dari Riau. 

"Saya belum dapat info berapa jumlah dan apakah ada yang berangkat dari Riau atau tidak. Mengingat dari Indonesia hanya dijatah sebanyak 360 orang. Kita belum dapat infonya," ujar Mahyudin kepada RiauPos.co, Senin (2/11/20202).

Dijelaskannya, Kanwil Kemenag Riau juga belum menerima surat dari pemerintah pusat terkait seperti apa penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam pelaksaan umrah tersebut. 

Baca Juga:  Resmi Terpilih, Minta Doa Masyarakat

Selain itu, pihaknya juga belum menerima surat dari pemerintah pusat terkait berapa jumlah jamaah umroh Riau dari total jatah indonesia 360 orang itu. 

"Belum ada surat," katanya. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Muhibbah Mulia Wisata, H Ibnu Mas'ud mengatakan, pada bulan November sudah dibuka kembali keberangkatan perjalanan umrah bagi calon jamaah, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kalau kami, mungkin nanti akan mulai berangkat di bulan Februari 2021 saja," ujar H Ibnu Mas'ud.

Menurutnya, jika mengikuti perjalanan umrah bulan November, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan biaya perjalanannya akan lebih mahal.

Oleh sabab itu, kata dia, kemungkinan biro perjalanan travel umrah lainnya nanti juga akan bermain atau berangkat di bulan-bulan Februari 2021. 

Baca Juga:  Polda Gagalkan Perdagangan Organ Harimau Sumatera

Alasannya, selain ketidak mampunya masyarakat dengan penerapan Prokes yang ketat, juga biaya perjalanan akan lebih besar/tinggi seperti biaya tiket pesawatnya. 

 

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari