Sabtu, 7 Maret 2026
- Advertisement -

Pembangunan Bisa Sebabkan Banjir, Warga Villa Putri Duyung Protes

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga yang bermukim di kawasan pembangunan Villa Putri Duyung, di Jalan Duyung, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru kembali mengeluhkan kondisi lingkungannya. Paska mulai dibangun proyek villa tersebut setahun terakhir ini, lingkungan warga turut terdampak banjir.

"Sejak ada pembangunan, kami sering kebanjiran. Rumah warga dan jalan retak akibat getaran pembangunan tiang pancang villa tersebut," kata Ketua RT 05 RW 06 Tangkerang Barat Zul Akmal kepada Riau Pos, Sabtu (10/10/2020).

Zul mengaku, sebelumnya sudah sempat melakukan tiga kali pertemuan dengan pimpinan Green Forest, pengembang proyek villa putri duyung tersebut. Namun hingga kini, keluhan warga terkait dampak lingkungan itu belum juga terealisasi.

Baca Juga:  1.300 Pangkalan Gas Diawasi

"Sudah 3 kali kita pertemuan, namun tak ada hasil. Saat itu kami dijumpakan dengan pimpinan atas nama Sujono dan dimediasi oleh camat, namun janji sekedar janji untuk pelebaran parit yang mengantisipasi banjir ini," ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam hal ini warga tak ada niatan untuk menghalangi pembangunan ini. Namun mereka ingin keluhan warga terkait dampak lingkungan itu dapat diantisipasi oleh pihak pengembang proyek miliaran rupiah tersebut.

"Yang pertama kita ingin parit itu dilebarkan untuk antisipasi banjir. Kemudian rumah dan jalan retak mesti diperbaiki. Serta dampak lingkungan lain yang timbul, itu saja," pintanya.

Pada Sabtu (10/10/2020) pagi, warga kembali mendatangi kantor pemasaran villa tersebut untuk menagih janji. Disana puluhan warga ini disambut oleh Rudi Ucok, salah satu pihak pengembang dilokasi.

Baca Juga:  SP 3 untuk Pemilik Bando Reklame

Dihadapan warga, dia mengatakan bahwa atas nama Sujono yang dicari warga sedang tidak berada di lokasi. Namun dirinya menjelaskan kepada warga bahwa terkait keluhan itu pihaknya telah membahas dan membuat desain saluran yang cocok dengan kondisi tersebut.

"Kita sudah desainkan pembangunan (untuk keluhan itu, red), agar saluran itu tahan lama. Bisa bermanfaat untuk green forest dan bermanfaat bagi lingkungan warga," tuturnya di lokasi.

Dirinya berjanji kepada puluhan warga yang datang akan membangun pelebaran saluran tersebut pada pertengahan November.

 

Laporan: Panji Ahmad Syuhada (Pekanbaru)
Editor: Afiat Ananda

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga yang bermukim di kawasan pembangunan Villa Putri Duyung, di Jalan Duyung, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru kembali mengeluhkan kondisi lingkungannya. Paska mulai dibangun proyek villa tersebut setahun terakhir ini, lingkungan warga turut terdampak banjir.

"Sejak ada pembangunan, kami sering kebanjiran. Rumah warga dan jalan retak akibat getaran pembangunan tiang pancang villa tersebut," kata Ketua RT 05 RW 06 Tangkerang Barat Zul Akmal kepada Riau Pos, Sabtu (10/10/2020).

Zul mengaku, sebelumnya sudah sempat melakukan tiga kali pertemuan dengan pimpinan Green Forest, pengembang proyek villa putri duyung tersebut. Namun hingga kini, keluhan warga terkait dampak lingkungan itu belum juga terealisasi.

Baca Juga:  Usai Diprotes Warga, Tumpukan Sampah Diangkut

"Sudah 3 kali kita pertemuan, namun tak ada hasil. Saat itu kami dijumpakan dengan pimpinan atas nama Sujono dan dimediasi oleh camat, namun janji sekedar janji untuk pelebaran parit yang mengantisipasi banjir ini," ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam hal ini warga tak ada niatan untuk menghalangi pembangunan ini. Namun mereka ingin keluhan warga terkait dampak lingkungan itu dapat diantisipasi oleh pihak pengembang proyek miliaran rupiah tersebut.

- Advertisement -

"Yang pertama kita ingin parit itu dilebarkan untuk antisipasi banjir. Kemudian rumah dan jalan retak mesti diperbaiki. Serta dampak lingkungan lain yang timbul, itu saja," pintanya.

Pada Sabtu (10/10/2020) pagi, warga kembali mendatangi kantor pemasaran villa tersebut untuk menagih janji. Disana puluhan warga ini disambut oleh Rudi Ucok, salah satu pihak pengembang dilokasi.

- Advertisement -
Baca Juga:  1.300 Pangkalan Gas Diawasi

Dihadapan warga, dia mengatakan bahwa atas nama Sujono yang dicari warga sedang tidak berada di lokasi. Namun dirinya menjelaskan kepada warga bahwa terkait keluhan itu pihaknya telah membahas dan membuat desain saluran yang cocok dengan kondisi tersebut.

"Kita sudah desainkan pembangunan (untuk keluhan itu, red), agar saluran itu tahan lama. Bisa bermanfaat untuk green forest dan bermanfaat bagi lingkungan warga," tuturnya di lokasi.

Dirinya berjanji kepada puluhan warga yang datang akan membangun pelebaran saluran tersebut pada pertengahan November.

 

Laporan: Panji Ahmad Syuhada (Pekanbaru)
Editor: Afiat Ananda

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga yang bermukim di kawasan pembangunan Villa Putri Duyung, di Jalan Duyung, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru kembali mengeluhkan kondisi lingkungannya. Paska mulai dibangun proyek villa tersebut setahun terakhir ini, lingkungan warga turut terdampak banjir.

"Sejak ada pembangunan, kami sering kebanjiran. Rumah warga dan jalan retak akibat getaran pembangunan tiang pancang villa tersebut," kata Ketua RT 05 RW 06 Tangkerang Barat Zul Akmal kepada Riau Pos, Sabtu (10/10/2020).

Zul mengaku, sebelumnya sudah sempat melakukan tiga kali pertemuan dengan pimpinan Green Forest, pengembang proyek villa putri duyung tersebut. Namun hingga kini, keluhan warga terkait dampak lingkungan itu belum juga terealisasi.

Baca Juga:  Inovasi Digital Kelola Pendapatan Daerah

"Sudah 3 kali kita pertemuan, namun tak ada hasil. Saat itu kami dijumpakan dengan pimpinan atas nama Sujono dan dimediasi oleh camat, namun janji sekedar janji untuk pelebaran parit yang mengantisipasi banjir ini," ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam hal ini warga tak ada niatan untuk menghalangi pembangunan ini. Namun mereka ingin keluhan warga terkait dampak lingkungan itu dapat diantisipasi oleh pihak pengembang proyek miliaran rupiah tersebut.

"Yang pertama kita ingin parit itu dilebarkan untuk antisipasi banjir. Kemudian rumah dan jalan retak mesti diperbaiki. Serta dampak lingkungan lain yang timbul, itu saja," pintanya.

Pada Sabtu (10/10/2020) pagi, warga kembali mendatangi kantor pemasaran villa tersebut untuk menagih janji. Disana puluhan warga ini disambut oleh Rudi Ucok, salah satu pihak pengembang dilokasi.

Baca Juga:  Pengguna Jalan Keluhkan Debu Tanah Timbun 

Dihadapan warga, dia mengatakan bahwa atas nama Sujono yang dicari warga sedang tidak berada di lokasi. Namun dirinya menjelaskan kepada warga bahwa terkait keluhan itu pihaknya telah membahas dan membuat desain saluran yang cocok dengan kondisi tersebut.

"Kita sudah desainkan pembangunan (untuk keluhan itu, red), agar saluran itu tahan lama. Bisa bermanfaat untuk green forest dan bermanfaat bagi lingkungan warga," tuturnya di lokasi.

Dirinya berjanji kepada puluhan warga yang datang akan membangun pelebaran saluran tersebut pada pertengahan November.

 

Laporan: Panji Ahmad Syuhada (Pekanbaru)
Editor: Afiat Ananda

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari