Rabu, 2 April 2025
spot_img

Jika Belum Siap, Sebaiknya Sekolah Bilang Belum Siap

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tahun ajaran baru 2020/2021 akan dilaksanakan pada Senin (13/7) mendatang. Adapun, yang diperbolehkan pemerintah untuk memulai pembelajaran tatap muka adalah tingkat SMP dan SMA/SMK yang berasal di zona hijau terlebih dahulu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali menegaskan bahwa kebebasan untuk menentukan atau tidaknya sekolah masuk itu berada pada tingkat kepala daerah, kepala sekolah dan juga orang tua anak didik.

"Jadi masing-masing yang belum siap (sekolah dibuka) bilang saya belum siap, kalau sekolah sudah mulai buka, tapi orang tua tidak nyaman, sekolah tidak bisa memaksa untuk anaknya bersekolah," terang dia dalam webinar, Sabtu (11/7).

Pihaknya memberikan kebebasan memilih kepada seluruh pihak terkait pembukaan sekolah di masa pandemi. Di mana saat ini kasus Covid-19 belum terlihat tanda penurunan.

Baca Juga:  STIKes PN Pekanbaru Gelar Seminar Nasional Online

"Ini kan mengenai kesehatan masing-masing, jadi setiap kepala unit diberikan kebebasan untuk menentukan kalau mereka belum siap, kami yang memberikan aba-aba untuk buka dulu. Ini cara yang paling hati-hati," tutur dia.

Nadiem pun menerangkan ketika dirinya melakukan peninjauan ke SMAN 4 Kota Sukabumi beberapa waktu lalu bersama Wakil Presiden Maaruf Amin. Dia mengatakan bahwa sekolah tersebut merupakan contoh untuk sekolah yang lain dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari santisasi, pemakaian masker, face shield hingga menjaga jarak 1,5 meter.

"Kalau saya jadi orang tua di sana, saya akan sangat nyaman, ini kan mengenai kepercayaan kepada institusi sekolah untuk melakukan prokes dengan baik, ini nggak mudah," ungkap dia.

Baca Juga:  Tolak Covid-19 dengan Tahlil Bersama dan Keliling Kampung

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tahun ajaran baru 2020/2021 akan dilaksanakan pada Senin (13/7) mendatang. Adapun, yang diperbolehkan pemerintah untuk memulai pembelajaran tatap muka adalah tingkat SMP dan SMA/SMK yang berasal di zona hijau terlebih dahulu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali menegaskan bahwa kebebasan untuk menentukan atau tidaknya sekolah masuk itu berada pada tingkat kepala daerah, kepala sekolah dan juga orang tua anak didik.

"Jadi masing-masing yang belum siap (sekolah dibuka) bilang saya belum siap, kalau sekolah sudah mulai buka, tapi orang tua tidak nyaman, sekolah tidak bisa memaksa untuk anaknya bersekolah," terang dia dalam webinar, Sabtu (11/7).

Pihaknya memberikan kebebasan memilih kepada seluruh pihak terkait pembukaan sekolah di masa pandemi. Di mana saat ini kasus Covid-19 belum terlihat tanda penurunan.

Baca Juga:  Polres Inhil Ungkap  Kasus Curanmor

"Ini kan mengenai kesehatan masing-masing, jadi setiap kepala unit diberikan kebebasan untuk menentukan kalau mereka belum siap, kami yang memberikan aba-aba untuk buka dulu. Ini cara yang paling hati-hati," tutur dia.

Nadiem pun menerangkan ketika dirinya melakukan peninjauan ke SMAN 4 Kota Sukabumi beberapa waktu lalu bersama Wakil Presiden Maaruf Amin. Dia mengatakan bahwa sekolah tersebut merupakan contoh untuk sekolah yang lain dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari santisasi, pemakaian masker, face shield hingga menjaga jarak 1,5 meter.

"Kalau saya jadi orang tua di sana, saya akan sangat nyaman, ini kan mengenai kepercayaan kepada institusi sekolah untuk melakukan prokes dengan baik, ini nggak mudah," ungkap dia.

Baca Juga:  Tolak Covid-19 dengan Tahlil Bersama dan Keliling Kampung

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Jika Belum Siap, Sebaiknya Sekolah Bilang Belum Siap

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tahun ajaran baru 2020/2021 akan dilaksanakan pada Senin (13/7) mendatang. Adapun, yang diperbolehkan pemerintah untuk memulai pembelajaran tatap muka adalah tingkat SMP dan SMA/SMK yang berasal di zona hijau terlebih dahulu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali menegaskan bahwa kebebasan untuk menentukan atau tidaknya sekolah masuk itu berada pada tingkat kepala daerah, kepala sekolah dan juga orang tua anak didik.

"Jadi masing-masing yang belum siap (sekolah dibuka) bilang saya belum siap, kalau sekolah sudah mulai buka, tapi orang tua tidak nyaman, sekolah tidak bisa memaksa untuk anaknya bersekolah," terang dia dalam webinar, Sabtu (11/7).

Pihaknya memberikan kebebasan memilih kepada seluruh pihak terkait pembukaan sekolah di masa pandemi. Di mana saat ini kasus Covid-19 belum terlihat tanda penurunan.

Baca Juga:  Rusia Pamer Rudal Canggih Pemburu Drone, Bisa Rontokkan Jet Tempur 

"Ini kan mengenai kesehatan masing-masing, jadi setiap kepala unit diberikan kebebasan untuk menentukan kalau mereka belum siap, kami yang memberikan aba-aba untuk buka dulu. Ini cara yang paling hati-hati," tutur dia.

Nadiem pun menerangkan ketika dirinya melakukan peninjauan ke SMAN 4 Kota Sukabumi beberapa waktu lalu bersama Wakil Presiden Maaruf Amin. Dia mengatakan bahwa sekolah tersebut merupakan contoh untuk sekolah yang lain dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari santisasi, pemakaian masker, face shield hingga menjaga jarak 1,5 meter.

"Kalau saya jadi orang tua di sana, saya akan sangat nyaman, ini kan mengenai kepercayaan kepada institusi sekolah untuk melakukan prokes dengan baik, ini nggak mudah," ungkap dia.

Baca Juga:  STIKes PN Pekanbaru Gelar Seminar Nasional Online

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tahun ajaran baru 2020/2021 akan dilaksanakan pada Senin (13/7) mendatang. Adapun, yang diperbolehkan pemerintah untuk memulai pembelajaran tatap muka adalah tingkat SMP dan SMA/SMK yang berasal di zona hijau terlebih dahulu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali menegaskan bahwa kebebasan untuk menentukan atau tidaknya sekolah masuk itu berada pada tingkat kepala daerah, kepala sekolah dan juga orang tua anak didik.

"Jadi masing-masing yang belum siap (sekolah dibuka) bilang saya belum siap, kalau sekolah sudah mulai buka, tapi orang tua tidak nyaman, sekolah tidak bisa memaksa untuk anaknya bersekolah," terang dia dalam webinar, Sabtu (11/7).

Pihaknya memberikan kebebasan memilih kepada seluruh pihak terkait pembukaan sekolah di masa pandemi. Di mana saat ini kasus Covid-19 belum terlihat tanda penurunan.

Baca Juga:  Kronologi Shinzo Abe Ditembak 2 Kali hingga Dinyatakan Meninggal Dunia

"Ini kan mengenai kesehatan masing-masing, jadi setiap kepala unit diberikan kebebasan untuk menentukan kalau mereka belum siap, kami yang memberikan aba-aba untuk buka dulu. Ini cara yang paling hati-hati," tutur dia.

Nadiem pun menerangkan ketika dirinya melakukan peninjauan ke SMAN 4 Kota Sukabumi beberapa waktu lalu bersama Wakil Presiden Maaruf Amin. Dia mengatakan bahwa sekolah tersebut merupakan contoh untuk sekolah yang lain dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari santisasi, pemakaian masker, face shield hingga menjaga jarak 1,5 meter.

"Kalau saya jadi orang tua di sana, saya akan sangat nyaman, ini kan mengenai kepercayaan kepada institusi sekolah untuk melakukan prokes dengan baik, ini nggak mudah," ungkap dia.

Baca Juga:  Tolak Covid-19 dengan Tahlil Bersama dan Keliling Kampung

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari