Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Panglima TNI Lepas Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi ke Pekanbaru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Upacara pengantaran jenazah Pembantu Letnan Dua (Pelda) Anumerta Rama Wahyudi pimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan dihadiri oleh pejabat tinggi TNI lainnya pada Jumat (3/7/2020) pagi ini.

Jenazah Pelda Anumerta Rama diterbangkan menggunakan pesawat Hercules C130  TNI AU dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma Kesuma Jakarta menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Pesawat lepas landas sekitar pukul 8.40 Wib dari Lanud Halim Perdanakusuma Kesuma Jakarta dengan jarak temouh sekitar dua jam dan diperkirakan akan tiba di Bandara SSK II Pekanbaru sekitar pukul 10.40 Wib.

"Saya mengucapkan bamyak terimakasih kepada Kemenlu yang bamyakbmembantu sehingga proses pemulangan jenazah almarhum bisa datang ke Indonesia sesuai dengan rencana," kata Panglima TNI dalam sambutannya.

Baca Juga:  Satu Lagi Pasien Positif yang Meninggal Asal Pekanbaru Dirawat di RS Ibnu Sina

Seperti diketahui, Pelda Rama Wahyudi gugur dalam serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada Senin 22/06/2020, 17.30 waktu setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Saat perjalanan kembali ke Central Operation Base (COB), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan kearah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo. Usai kontak senjata, diketahui bahwa Pelda Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri, sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma Monusco.

Baca Juga:  Rahasia 25 Tahun PTPN V Bebas dari Karhutla

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: Eka G Putra

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Upacara pengantaran jenazah Pembantu Letnan Dua (Pelda) Anumerta Rama Wahyudi pimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan dihadiri oleh pejabat tinggi TNI lainnya pada Jumat (3/7/2020) pagi ini.

Jenazah Pelda Anumerta Rama diterbangkan menggunakan pesawat Hercules C130  TNI AU dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma Kesuma Jakarta menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Pesawat lepas landas sekitar pukul 8.40 Wib dari Lanud Halim Perdanakusuma Kesuma Jakarta dengan jarak temouh sekitar dua jam dan diperkirakan akan tiba di Bandara SSK II Pekanbaru sekitar pukul 10.40 Wib.

"Saya mengucapkan bamyak terimakasih kepada Kemenlu yang bamyakbmembantu sehingga proses pemulangan jenazah almarhum bisa datang ke Indonesia sesuai dengan rencana," kata Panglima TNI dalam sambutannya.

Baca Juga:  Tingkat Kehadiran Pegawai 99 Persen

Seperti diketahui, Pelda Rama Wahyudi gugur dalam serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada Senin 22/06/2020, 17.30 waktu setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Saat perjalanan kembali ke Central Operation Base (COB), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan kearah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo. Usai kontak senjata, diketahui bahwa Pelda Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri, sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma Monusco.

Baca Juga:  Detik-Detik Sebelum Pesawat Jatuh, Berbentuk Api Terbang dengan Suara Keras

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: Eka G Putra

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Panglima TNI Lepas Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi ke Pekanbaru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Upacara pengantaran jenazah Pembantu Letnan Dua (Pelda) Anumerta Rama Wahyudi pimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan dihadiri oleh pejabat tinggi TNI lainnya pada Jumat (3/7/2020) pagi ini.

Jenazah Pelda Anumerta Rama diterbangkan menggunakan pesawat Hercules C130  TNI AU dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma Kesuma Jakarta menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Pesawat lepas landas sekitar pukul 8.40 Wib dari Lanud Halim Perdanakusuma Kesuma Jakarta dengan jarak temouh sekitar dua jam dan diperkirakan akan tiba di Bandara SSK II Pekanbaru sekitar pukul 10.40 Wib.

"Saya mengucapkan bamyak terimakasih kepada Kemenlu yang bamyakbmembantu sehingga proses pemulangan jenazah almarhum bisa datang ke Indonesia sesuai dengan rencana," kata Panglima TNI dalam sambutannya.

Baca Juga:  Rahasia 25 Tahun PTPN V Bebas dari Karhutla

Seperti diketahui, Pelda Rama Wahyudi gugur dalam serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada Senin 22/06/2020, 17.30 waktu setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Saat perjalanan kembali ke Central Operation Base (COB), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan kearah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo. Usai kontak senjata, diketahui bahwa Pelda Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri, sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma Monusco.

Baca Juga:  HMI Minta Kasus Korupsi di Siak Diusut Tuntas

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: Eka G Putra

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Upacara pengantaran jenazah Pembantu Letnan Dua (Pelda) Anumerta Rama Wahyudi pimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan dihadiri oleh pejabat tinggi TNI lainnya pada Jumat (3/7/2020) pagi ini.

Jenazah Pelda Anumerta Rama diterbangkan menggunakan pesawat Hercules C130  TNI AU dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma Kesuma Jakarta menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Pesawat lepas landas sekitar pukul 8.40 Wib dari Lanud Halim Perdanakusuma Kesuma Jakarta dengan jarak temouh sekitar dua jam dan diperkirakan akan tiba di Bandara SSK II Pekanbaru sekitar pukul 10.40 Wib.

"Saya mengucapkan bamyak terimakasih kepada Kemenlu yang bamyakbmembantu sehingga proses pemulangan jenazah almarhum bisa datang ke Indonesia sesuai dengan rencana," kata Panglima TNI dalam sambutannya.

Baca Juga:  Roro Dumai-Melaka Beroperasi Oktober

Seperti diketahui, Pelda Rama Wahyudi gugur dalam serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada Senin 22/06/2020, 17.30 waktu setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Saat perjalanan kembali ke Central Operation Base (COB), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan kearah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo. Usai kontak senjata, diketahui bahwa Pelda Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri, sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma Monusco.

Baca Juga:  Ketua PGRI Riau Meninggal Dunia

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: Eka G Putra

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari