Senin, 12 Oktober 2026
- Advertisement -

Pemko Pekanbaru Siapkan Bantuan bagi Warga Tak Terdata

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengaku menyiapkan paket bantuan pangan darurat bagi warga yang benar-benar memerlukan tapi tidak terdata sebagai penerima bantuan pangan dari pemerintah oleh RT/RW di lingkungan tempat tinggalnya.

Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus MT, mengatakan, bantuan dapat diberikan apabila setelah ada klarifikasi dari RT/RW setempat bahwa yang bersangkutan memang benar belum pernah mendapatkan bantuan.

"Jika masih ada yang tercecer datanya, mungkin pada saat disampaikan pak RT/RW inputnya tertinggal, kalau memang dia betul-betul warga yang sangat memerlukan, kami masih standby di posko BPBD, ada paket paket darurat. Kalau satu hari sampai 10-20 paket ada di situ," kata Wako, Sabtu (9/5).

Baca Juga:  Polsek Rumbai Pesisir Rutin Lakukan Patroli

Menurutnya, wakil pemerintah di garda terdepan di tengah masyarakat adalah ketua RT/RW. Karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan warga. Ketua RT/RW lah yang mengetahui kondisi warga tersebut apakah layak atau tidaknya mendapatkan bantuan.

Namun, apabila saat pendataan ada warganya yang tertinggal atau tercecer dari data dapat mengadukannya ke posko BPBD, atau di call center 112 penanganan Covid-19 Pekanbaru.

"BPBD harus standby. Kalau ada pengaduan ke posko, langsung verifikasi sama RT, RW tempat tinggalnya. Kalau benar, langsung kirim bantuan sembako ke tempat tinggalnya, karena bisa saja waktu input data tercecer," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemko Pekanbaru telah mulai menyalurkan bantuan pangan lanjutan kepada 30.000 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Di mana pada bantuan pangan sebelumnya, Pemko Pekanbaru telah memberikan bantuan ke 15.625 KK. (*1/yls)

Baca Juga:  Ratusan Sembako dan Masker Dibagikan ke Panti Asuhan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengaku menyiapkan paket bantuan pangan darurat bagi warga yang benar-benar memerlukan tapi tidak terdata sebagai penerima bantuan pangan dari pemerintah oleh RT/RW di lingkungan tempat tinggalnya.

Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus MT, mengatakan, bantuan dapat diberikan apabila setelah ada klarifikasi dari RT/RW setempat bahwa yang bersangkutan memang benar belum pernah mendapatkan bantuan.

"Jika masih ada yang tercecer datanya, mungkin pada saat disampaikan pak RT/RW inputnya tertinggal, kalau memang dia betul-betul warga yang sangat memerlukan, kami masih standby di posko BPBD, ada paket paket darurat. Kalau satu hari sampai 10-20 paket ada di situ," kata Wako, Sabtu (9/5).

Baca Juga:  Jamil Resmi Jabat Sekdako Pekanbaru Definitif

Menurutnya, wakil pemerintah di garda terdepan di tengah masyarakat adalah ketua RT/RW. Karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan warga. Ketua RT/RW lah yang mengetahui kondisi warga tersebut apakah layak atau tidaknya mendapatkan bantuan.

Namun, apabila saat pendataan ada warganya yang tertinggal atau tercecer dari data dapat mengadukannya ke posko BPBD, atau di call center 112 penanganan Covid-19 Pekanbaru.

- Advertisement -

"BPBD harus standby. Kalau ada pengaduan ke posko, langsung verifikasi sama RT, RW tempat tinggalnya. Kalau benar, langsung kirim bantuan sembako ke tempat tinggalnya, karena bisa saja waktu input data tercecer," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemko Pekanbaru telah mulai menyalurkan bantuan pangan lanjutan kepada 30.000 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Di mana pada bantuan pangan sebelumnya, Pemko Pekanbaru telah memberikan bantuan ke 15.625 KK. (*1/yls)

Baca Juga:  Jadi Pilihan Kuliner, Sajikan Sate di Warung Kopi
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengaku menyiapkan paket bantuan pangan darurat bagi warga yang benar-benar memerlukan tapi tidak terdata sebagai penerima bantuan pangan dari pemerintah oleh RT/RW di lingkungan tempat tinggalnya.

Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus MT, mengatakan, bantuan dapat diberikan apabila setelah ada klarifikasi dari RT/RW setempat bahwa yang bersangkutan memang benar belum pernah mendapatkan bantuan.

"Jika masih ada yang tercecer datanya, mungkin pada saat disampaikan pak RT/RW inputnya tertinggal, kalau memang dia betul-betul warga yang sangat memerlukan, kami masih standby di posko BPBD, ada paket paket darurat. Kalau satu hari sampai 10-20 paket ada di situ," kata Wako, Sabtu (9/5).

Baca Juga:  Suara Terbanyak Kedua Gantikan Caleg Meninggal

Menurutnya, wakil pemerintah di garda terdepan di tengah masyarakat adalah ketua RT/RW. Karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan warga. Ketua RT/RW lah yang mengetahui kondisi warga tersebut apakah layak atau tidaknya mendapatkan bantuan.

Namun, apabila saat pendataan ada warganya yang tertinggal atau tercecer dari data dapat mengadukannya ke posko BPBD, atau di call center 112 penanganan Covid-19 Pekanbaru.

"BPBD harus standby. Kalau ada pengaduan ke posko, langsung verifikasi sama RT, RW tempat tinggalnya. Kalau benar, langsung kirim bantuan sembako ke tempat tinggalnya, karena bisa saja waktu input data tercecer," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemko Pekanbaru telah mulai menyalurkan bantuan pangan lanjutan kepada 30.000 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Di mana pada bantuan pangan sebelumnya, Pemko Pekanbaru telah memberikan bantuan ke 15.625 KK. (*1/yls)

Baca Juga:  Tahun Ini, Rumah Tuan Kadi Diperbaiki

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari