Senin, 19 Oktober 2026
- Advertisement -

97 Pendatang dari Malaysia Dikarantina di Sumbar

PADANG (RIAUPOS.CO) — Hingga 23 April belum ada pengurangan jumlah orang memasuki Sumbar meski sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Rabu (22/4/2020). Bahkan, ada dua bis penumpang yang bermuatan sekitar 60 orang dibiarkan melintas.

Kondisi tersebut disesalkan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat meninjau pelaksanaan pengawasan penanganan Covid-19 di Pos Perbatasan Sumbar-Riau di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (23/4/2020).

"Kita tadi melihat ada 97 orang penumpang yang datang dari Malaysia masuk Sumbar dan mereka akan menyebar di berbagai daerah di Sumbar. Seharusnya penumpang bis tersebut diturunkan separuh sesuai aturan PSBB. Namun kesiapan petugas dan sarana tenda belum ada," ungkap Nasrul Abit.

Baca Juga:  9 Hari Nol Kasus, Covid-19 Muncul Lagi di Vietnam

Saat ini, kata Nasrul, penumpang dari Malaysia itu telah dikarantina di STPDN Baso, Kabupaten Agam.

"Mereka kita beri makan. Di sana juga ada 18 tenaga medis dan pertugas keamanan. Mudahan-mudahan dengan karantina ini dapat mengantisipasi penyebaran Covid-19, karena kita tidak tahu apakah mereka membawa virus tersebut atau tidak," ungkapnya.

Nasrul meminta agar petugas bertindak tetgas karena PSBB ini upaya percepatan agar penyebaran Covid-19 dapat selesai. "Pengawasan pintu masuk hal penting, terutama bagi penumpang dari daerah pendemi Covid-19," tandasnya.

Mantan bupati Pessel dua periode itu menambahkan, setiap orang masuk mereka dijadikan orang dalam pemantauan (ODP). Mereka wajib melaporkan diri di tempat tinggal mereka dan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.(esg)

Baca Juga:  Dian Sastro Minta Mahasiswa Bawa Kantong Plastik

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

PADANG (RIAUPOS.CO) — Hingga 23 April belum ada pengurangan jumlah orang memasuki Sumbar meski sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Rabu (22/4/2020). Bahkan, ada dua bis penumpang yang bermuatan sekitar 60 orang dibiarkan melintas.

Kondisi tersebut disesalkan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat meninjau pelaksanaan pengawasan penanganan Covid-19 di Pos Perbatasan Sumbar-Riau di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (23/4/2020).

"Kita tadi melihat ada 97 orang penumpang yang datang dari Malaysia masuk Sumbar dan mereka akan menyebar di berbagai daerah di Sumbar. Seharusnya penumpang bis tersebut diturunkan separuh sesuai aturan PSBB. Namun kesiapan petugas dan sarana tenda belum ada," ungkap Nasrul Abit.

Baca Juga:  Rapat Molor, Juswari Umar Kecewa

Saat ini, kata Nasrul, penumpang dari Malaysia itu telah dikarantina di STPDN Baso, Kabupaten Agam.

"Mereka kita beri makan. Di sana juga ada 18 tenaga medis dan pertugas keamanan. Mudahan-mudahan dengan karantina ini dapat mengantisipasi penyebaran Covid-19, karena kita tidak tahu apakah mereka membawa virus tersebut atau tidak," ungkapnya.

- Advertisement -

Nasrul meminta agar petugas bertindak tetgas karena PSBB ini upaya percepatan agar penyebaran Covid-19 dapat selesai. "Pengawasan pintu masuk hal penting, terutama bagi penumpang dari daerah pendemi Covid-19," tandasnya.

Mantan bupati Pessel dua periode itu menambahkan, setiap orang masuk mereka dijadikan orang dalam pemantauan (ODP). Mereka wajib melaporkan diri di tempat tinggal mereka dan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.(esg)

- Advertisement -
Baca Juga:  Keras! Ini Kata Jokowi soal 75 Pegawai KPK yang Diberhentikan

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PADANG (RIAUPOS.CO) — Hingga 23 April belum ada pengurangan jumlah orang memasuki Sumbar meski sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Rabu (22/4/2020). Bahkan, ada dua bis penumpang yang bermuatan sekitar 60 orang dibiarkan melintas.

Kondisi tersebut disesalkan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat meninjau pelaksanaan pengawasan penanganan Covid-19 di Pos Perbatasan Sumbar-Riau di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (23/4/2020).

"Kita tadi melihat ada 97 orang penumpang yang datang dari Malaysia masuk Sumbar dan mereka akan menyebar di berbagai daerah di Sumbar. Seharusnya penumpang bis tersebut diturunkan separuh sesuai aturan PSBB. Namun kesiapan petugas dan sarana tenda belum ada," ungkap Nasrul Abit.

Baca Juga:  Upaya Melestarikan Zapin di Tengah Pandemi

Saat ini, kata Nasrul, penumpang dari Malaysia itu telah dikarantina di STPDN Baso, Kabupaten Agam.

"Mereka kita beri makan. Di sana juga ada 18 tenaga medis dan pertugas keamanan. Mudahan-mudahan dengan karantina ini dapat mengantisipasi penyebaran Covid-19, karena kita tidak tahu apakah mereka membawa virus tersebut atau tidak," ungkapnya.

Nasrul meminta agar petugas bertindak tetgas karena PSBB ini upaya percepatan agar penyebaran Covid-19 dapat selesai. "Pengawasan pintu masuk hal penting, terutama bagi penumpang dari daerah pendemi Covid-19," tandasnya.

Mantan bupati Pessel dua periode itu menambahkan, setiap orang masuk mereka dijadikan orang dalam pemantauan (ODP). Mereka wajib melaporkan diri di tempat tinggal mereka dan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.(esg)

Baca Juga:  Dukung Kebijakan dan Strategi Pemprov

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari