Sabtu, 7 Maret 2026
- Advertisement -

Volunter Greenpeace Aksi Penguin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sambil berjalan layaknya pinguin sungguhan, rombongan manusia berseragam hitam dibalut putih dengan penutup kepala berbentuk penguin, berdiri di depan Kantor Gubernur Riau saat car free day (CFD) berlangsung, Ahad (9/2). Kemudian melakukan long march, menyisir hingga RTH lalu kembali ke titik awal.

Pengunjung CFD dihebohkan dengan munculnya pinguin kutub berwarna hitam itu. Ternyata yang melakukan aksi adalah para volunter Greenpeace Pekanbaru untuk mendukung perjanjian laut Internasional. Tampak penguin membawa tulisan "Iklim berubah ekosistem laut terancam" dan scan kode QR untuk membantu.

Menurut Leader Greenpeace Pekanbaru Dhani Sinuraya mengatakan, aksi yang dilakukan adalah Global Day Action (GDA). "GDA bermaksud untuk mendatangkan pinguin dari antartika untuk mengajak pemerintah menyetujui perjanjian laut nasional yang ada di PBB," sebutnya pada Riau Pos.

Baca Juga:  Cegah Narkoba Harus Libatkan Semua Pihak

Pria yang kerap disapa Bimbim itu melanjutkan, beberapa negara telah melakukan rapat keempat perjanjian laut di dunia. “Jadi pinguin-pinguin ini datang untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan mereka. Karena sekarang Antartika sudah parah dengan perubahan iklim,” ucapnya.

Katanya, cara mudahnya untuk mendukung yaitu dengan scan kode QR di papan yang dibawanya. "Atau bisa di web Greenpeace. Sertakan nama untuk bantu suakalautan dsn sampaikan kepada pemerintah untuk perjanjian laut internasional di PBB," ucapnya.

Lebih jauh, giat GDA dilakukan di negara yang terdapat organisasi Greenpeace. Sementara untuk di Indonesia sudah sejak Sabtu (8/2). "Untuk kemarin (Sabtu) ada di kota Bandung dan Jogjakarta. Sedangkan untuk hari ini (kemarin, red) ada di Jakarta, Semarang, Makassar dan Pekanbaru," ujarnya.

Baca Juga:  PUPR Riau Gesa Perbaikan Infrastruktur di Daerah Pesisir

Ditegaskannya ulang, pemerintah harus mengambil peran untuk menyetujui Perjanjin Laut Internasional. Gunanya, untuk memperbaiki iklim dunia, khususnya antartika.(s)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sambil berjalan layaknya pinguin sungguhan, rombongan manusia berseragam hitam dibalut putih dengan penutup kepala berbentuk penguin, berdiri di depan Kantor Gubernur Riau saat car free day (CFD) berlangsung, Ahad (9/2). Kemudian melakukan long march, menyisir hingga RTH lalu kembali ke titik awal.

Pengunjung CFD dihebohkan dengan munculnya pinguin kutub berwarna hitam itu. Ternyata yang melakukan aksi adalah para volunter Greenpeace Pekanbaru untuk mendukung perjanjian laut Internasional. Tampak penguin membawa tulisan "Iklim berubah ekosistem laut terancam" dan scan kode QR untuk membantu.

Menurut Leader Greenpeace Pekanbaru Dhani Sinuraya mengatakan, aksi yang dilakukan adalah Global Day Action (GDA). "GDA bermaksud untuk mendatangkan pinguin dari antartika untuk mengajak pemerintah menyetujui perjanjian laut nasional yang ada di PBB," sebutnya pada Riau Pos.

Baca Juga:  108 Tenaga PPPK Pemprov Riau Segera Dilantik

Pria yang kerap disapa Bimbim itu melanjutkan, beberapa negara telah melakukan rapat keempat perjanjian laut di dunia. “Jadi pinguin-pinguin ini datang untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan mereka. Karena sekarang Antartika sudah parah dengan perubahan iklim,” ucapnya.

Katanya, cara mudahnya untuk mendukung yaitu dengan scan kode QR di papan yang dibawanya. "Atau bisa di web Greenpeace. Sertakan nama untuk bantu suakalautan dsn sampaikan kepada pemerintah untuk perjanjian laut internasional di PBB," ucapnya.

- Advertisement -

Lebih jauh, giat GDA dilakukan di negara yang terdapat organisasi Greenpeace. Sementara untuk di Indonesia sudah sejak Sabtu (8/2). "Untuk kemarin (Sabtu) ada di kota Bandung dan Jogjakarta. Sedangkan untuk hari ini (kemarin, red) ada di Jakarta, Semarang, Makassar dan Pekanbaru," ujarnya.

Baca Juga:  Pengelola Akui Tak Punya SIUPMB 

Ditegaskannya ulang, pemerintah harus mengambil peran untuk menyetujui Perjanjin Laut Internasional. Gunanya, untuk memperbaiki iklim dunia, khususnya antartika.(s)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sambil berjalan layaknya pinguin sungguhan, rombongan manusia berseragam hitam dibalut putih dengan penutup kepala berbentuk penguin, berdiri di depan Kantor Gubernur Riau saat car free day (CFD) berlangsung, Ahad (9/2). Kemudian melakukan long march, menyisir hingga RTH lalu kembali ke titik awal.

Pengunjung CFD dihebohkan dengan munculnya pinguin kutub berwarna hitam itu. Ternyata yang melakukan aksi adalah para volunter Greenpeace Pekanbaru untuk mendukung perjanjian laut Internasional. Tampak penguin membawa tulisan "Iklim berubah ekosistem laut terancam" dan scan kode QR untuk membantu.

Menurut Leader Greenpeace Pekanbaru Dhani Sinuraya mengatakan, aksi yang dilakukan adalah Global Day Action (GDA). "GDA bermaksud untuk mendatangkan pinguin dari antartika untuk mengajak pemerintah menyetujui perjanjian laut nasional yang ada di PBB," sebutnya pada Riau Pos.

Baca Juga:  Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani Meradang

Pria yang kerap disapa Bimbim itu melanjutkan, beberapa negara telah melakukan rapat keempat perjanjian laut di dunia. “Jadi pinguin-pinguin ini datang untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan mereka. Karena sekarang Antartika sudah parah dengan perubahan iklim,” ucapnya.

Katanya, cara mudahnya untuk mendukung yaitu dengan scan kode QR di papan yang dibawanya. "Atau bisa di web Greenpeace. Sertakan nama untuk bantu suakalautan dsn sampaikan kepada pemerintah untuk perjanjian laut internasional di PBB," ucapnya.

Lebih jauh, giat GDA dilakukan di negara yang terdapat organisasi Greenpeace. Sementara untuk di Indonesia sudah sejak Sabtu (8/2). "Untuk kemarin (Sabtu) ada di kota Bandung dan Jogjakarta. Sedangkan untuk hari ini (kemarin, red) ada di Jakarta, Semarang, Makassar dan Pekanbaru," ujarnya.

Baca Juga:  Polsek Tenayan Raya Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan

Ditegaskannya ulang, pemerintah harus mengambil peran untuk menyetujui Perjanjin Laut Internasional. Gunanya, untuk memperbaiki iklim dunia, khususnya antartika.(s)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari