PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar masih marak terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru.
Antrean yang didominasi oleh truk angkutan barang, mobil pikap, hingga kendaraan pribadi tersebut mengular hingga meluber ke badan jalan, sehingga berpotensi memicu kemacetan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru menginstruksikan personelnya untuk bersiap memantau titik-titik SPBU rawan penumpukan kendaraan sembari mendesak pengelola SPBU untuk aktif mengatur skema antrean.
Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengutarakan bahwa penanganan antrean BBM tidak dapat hanya mengandalkan petugas di lapangan, melainkan butuh komitmen penuh dari pengelola SPBU sejak kendaraan memasuki area pengisian.
“Kami mengingatkan pengelola SPBU agar memastikan antrean BBM berlangsung tertib dan tidak meluber memakan badan jalan. Di satu sisi pengemudi membutuhkan BBM untuk distribusi ekonomi, namun jangan sampai mengganggu arus lalu lintas,” ujar Masykur, Rabu (21/10/2026).
Ia mengimbau para pengemudi untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan diri mengantre apabila kondisi kendaraan sudah terlampau padat hingga menutup akses jalan umum.(dof)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar masih marak terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru.
Antrean yang didominasi oleh truk angkutan barang, mobil pikap, hingga kendaraan pribadi tersebut mengular hingga meluber ke badan jalan, sehingga berpotensi memicu kemacetan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru menginstruksikan personelnya untuk bersiap memantau titik-titik SPBU rawan penumpukan kendaraan sembari mendesak pengelola SPBU untuk aktif mengatur skema antrean.
Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengutarakan bahwa penanganan antrean BBM tidak dapat hanya mengandalkan petugas di lapangan, melainkan butuh komitmen penuh dari pengelola SPBU sejak kendaraan memasuki area pengisian.
“Kami mengingatkan pengelola SPBU agar memastikan antrean BBM berlangsung tertib dan tidak meluber memakan badan jalan. Di satu sisi pengemudi membutuhkan BBM untuk distribusi ekonomi, namun jangan sampai mengganggu arus lalu lintas,” ujar Masykur, Rabu (21/10/2026).
Ia mengimbau para pengemudi untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan diri mengantre apabila kondisi kendaraan sudah terlampau padat hingga menutup akses jalan umum.(dof)