Jumat, 2 Oktober 2026
- Advertisement -

Soroti HGB STC, Kasi Datun Kejari Pekanbaru Tegaskan Paksa Perpanjang Masuk Perbuatan Melawan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menegaskan bahwa perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan Sukaramai Trade Centre (STC) tidak dapat dilakukan karena bertentangan dengan regulasi.

Sikap tegas tersebut disampaikan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Pekanbaru, Hengky Fransiscus Munte, dalam Forum Konsultasi Publik Cipayung Plus di Menara Dang Merdu, Pekanbaru, Kamis (1/10/2026).

“Sesuai regulasi tidak bisa diperpanjang,” tegas Hengky di hadapan para peserta forum.

Hengky mengingatkan bahwa setiap kebijakan pengalihan atau perpanjangan aset daerah wajib berpijak pada ketentuan hukum yang berlaku. Jika perpanjangan HGB tetap dipaksakan tanpa dasar hukum yang sah, langkah tersebut berpotensi tergolong perbuatan melawan hukum (PMH).

Baca Juga:  Tak Boleh Lagi Isolasi Mandiri di Rumah

“Kalau dipaksakan ada perbuatan melawan hukum,” ujarnya menambahkan.

Penegasan dari pihak kejaksaan ini mengemuka di tengah polemik pengelolaan 133 unit rumah toko (ruko) di STC pascaberakhirnya masa perjanjian Bangun Guna Serah (BGS).

Dalam forum yang sama, Kepala Perwakilan BPKP Riau, Evenri Sihombing, turut membeberkan adanya potensi kerugian keuangan daerah akibat belum berjalannya skema pemanfaatan aset secara sah.

Evenri mengalkulasikan, dengan estimasi rata-rata pembayaran sewa Rp200 juta per unit untuk 133 ruko, terdapat potensi penerimaan kas Pemko Pekanbaru yang tersendat hingga mencapai Rp26,6 miliar.

“Kalau Rp200 juta dikali 133 berarti Rp26 miliar. Kalau dari Maret sampai sekarang tidak masuk, berarti itu kerugian negara,” jelas Evenri.

Baca Juga:  Pencurian Sawit dan Narkoba Dominasi Perkara di PN Bangkinang

Atas kondisi tersebut, BPKP Riau mendesak Pemko Pekanbaru untuk segera memberikan kepastian hukum dan menarik potensi penerimaan daerah tersebut langsung ke kas pemerintah kota.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menegaskan bahwa perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan Sukaramai Trade Centre (STC) tidak dapat dilakukan karena bertentangan dengan regulasi.

Sikap tegas tersebut disampaikan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Pekanbaru, Hengky Fransiscus Munte, dalam Forum Konsultasi Publik Cipayung Plus di Menara Dang Merdu, Pekanbaru, Kamis (1/10/2026).

“Sesuai regulasi tidak bisa diperpanjang,” tegas Hengky di hadapan para peserta forum.

Hengky mengingatkan bahwa setiap kebijakan pengalihan atau perpanjangan aset daerah wajib berpijak pada ketentuan hukum yang berlaku. Jika perpanjangan HGB tetap dipaksakan tanpa dasar hukum yang sah, langkah tersebut berpotensi tergolong perbuatan melawan hukum (PMH).

Baca Juga:  Tabrak Truk Box di KM 25 Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar, Dua Penumpang Minibus Tewas

“Kalau dipaksakan ada perbuatan melawan hukum,” ujarnya menambahkan.

- Advertisement -

Penegasan dari pihak kejaksaan ini mengemuka di tengah polemik pengelolaan 133 unit rumah toko (ruko) di STC pascaberakhirnya masa perjanjian Bangun Guna Serah (BGS).

Dalam forum yang sama, Kepala Perwakilan BPKP Riau, Evenri Sihombing, turut membeberkan adanya potensi kerugian keuangan daerah akibat belum berjalannya skema pemanfaatan aset secara sah.

- Advertisement -

Evenri mengalkulasikan, dengan estimasi rata-rata pembayaran sewa Rp200 juta per unit untuk 133 ruko, terdapat potensi penerimaan kas Pemko Pekanbaru yang tersendat hingga mencapai Rp26,6 miliar.

“Kalau Rp200 juta dikali 133 berarti Rp26 miliar. Kalau dari Maret sampai sekarang tidak masuk, berarti itu kerugian negara,” jelas Evenri.

Baca Juga:  BRI Apresiasi Kontribusi Riau Pos dalam Pencapaian Kinerja

Atas kondisi tersebut, BPKP Riau mendesak Pemko Pekanbaru untuk segera memberikan kepastian hukum dan menarik potensi penerimaan daerah tersebut langsung ke kas pemerintah kota.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menegaskan bahwa perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan Sukaramai Trade Centre (STC) tidak dapat dilakukan karena bertentangan dengan regulasi.

Sikap tegas tersebut disampaikan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Pekanbaru, Hengky Fransiscus Munte, dalam Forum Konsultasi Publik Cipayung Plus di Menara Dang Merdu, Pekanbaru, Kamis (1/10/2026).

“Sesuai regulasi tidak bisa diperpanjang,” tegas Hengky di hadapan para peserta forum.

Hengky mengingatkan bahwa setiap kebijakan pengalihan atau perpanjangan aset daerah wajib berpijak pada ketentuan hukum yang berlaku. Jika perpanjangan HGB tetap dipaksakan tanpa dasar hukum yang sah, langkah tersebut berpotensi tergolong perbuatan melawan hukum (PMH).

Baca Juga:  Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

“Kalau dipaksakan ada perbuatan melawan hukum,” ujarnya menambahkan.

Penegasan dari pihak kejaksaan ini mengemuka di tengah polemik pengelolaan 133 unit rumah toko (ruko) di STC pascaberakhirnya masa perjanjian Bangun Guna Serah (BGS).

Dalam forum yang sama, Kepala Perwakilan BPKP Riau, Evenri Sihombing, turut membeberkan adanya potensi kerugian keuangan daerah akibat belum berjalannya skema pemanfaatan aset secara sah.

Evenri mengalkulasikan, dengan estimasi rata-rata pembayaran sewa Rp200 juta per unit untuk 133 ruko, terdapat potensi penerimaan kas Pemko Pekanbaru yang tersendat hingga mencapai Rp26,6 miliar.

“Kalau Rp200 juta dikali 133 berarti Rp26 miliar. Kalau dari Maret sampai sekarang tidak masuk, berarti itu kerugian negara,” jelas Evenri.

Baca Juga:  Kapolda Kunjungi Sekolah Terpencil 

Atas kondisi tersebut, BPKP Riau mendesak Pemko Pekanbaru untuk segera memberikan kepastian hukum dan menarik potensi penerimaan daerah tersebut langsung ke kas pemerintah kota.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari