Minggu, 18 Oktober 2026
- Advertisement -

Bos Honda Lebih Yakin Hybrid Daripada Full Electric

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Era elektrifikasi kendaraan nyatanya tak benar-benar memikat produsen mobil untuk melahirkan lini full Battery Electric Vehicle (BEV). Honda misalnya, produsen otomotif kenamaan itu nyatanya lebih prefer terhadap model hybrid alih-alih full BEV.

Honda yang lebih memilih hybrid dari pada BEV itu disampaikan oleh CEO Honda Takahiro Hachigo dalam wawancara baru-baru ini dengan Autonews, sebagaimana dikutip JawaPos.com pada Jumat (26/12). Ke depannya, dia mengatakan bahwa perusahaannya akan sangat bergantung pada model hibrida, yang menyatakan bahwa tujuan Honda saat ini adalah efisiensi bahan bakar, bukan elektrifikasi.

"Saya percaya kendaraan hybrid akan memainkan peran penting," katanya ketika ditanya tentang elektrifikasi. "Tujuannya bukan elektrifikasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dan kami percaya kendaraan hybrid adalah cara untuk mematuhi berbagai peraturan lingkungan," jelasnya.

Baca Juga:  Dapatkan Informasi Terkini Lewat Fitur PLN Magazine di Aplikasi PLN Mobile

Ketika pewawancara mendorong untuk klarifikasi mengenai kendaraan yang sepenuhnya listrik, Hachigo bahkan menembakkan beberapa ‘tembakan peringatan’ ke industri dengan mengatakan apakah benar ada pelanggan yang benar-benar menginginkan kendaraan listrik.

"Saya tidak begitu yakin (konsumen menginginkan kendaraan listrik) karena ada banyak masalah terkait infrastruktur dan perangkat keras. Saya tidak percaya akan ada peningkatan dramatis dalam permintaan kendaraan baterai, dan saya percaya situasi ini benar secara global," imbuhnya.

Hal tersebut dijelaskannya terkait dengan berbagai peraturan di berbagai negara yang harus dipatuhi. Oleh karenanya, pihaknya ingin terus melakukan riset dan pengembangan yang matang kepada kendaraan full BEV sampai benar-benar siap sembari menggenjot efisiensi bahan bakar melalui model hybrid.

Baca Juga:  OJK Sudah Serahkan Hasil Seleksi Komut dan Direksi BRK

Ditanya soal teknologi otonom, pembuat mobil Jepang itu menyatakan tertarik pada teknologi tersebut. Namun, pendekatan riset dan pengembangan terus dilakukan juga.

Sebagai informasi, Honda diketahui memiliki sistem atau teknologi semi otonom yang dikenal sebagai Honda Sensing’ pada beberapa model yang telah lahir di pasaran. Model tersebut adalah Civic dan Accord terbaru.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Era elektrifikasi kendaraan nyatanya tak benar-benar memikat produsen mobil untuk melahirkan lini full Battery Electric Vehicle (BEV). Honda misalnya, produsen otomotif kenamaan itu nyatanya lebih prefer terhadap model hybrid alih-alih full BEV.

Honda yang lebih memilih hybrid dari pada BEV itu disampaikan oleh CEO Honda Takahiro Hachigo dalam wawancara baru-baru ini dengan Autonews, sebagaimana dikutip JawaPos.com pada Jumat (26/12). Ke depannya, dia mengatakan bahwa perusahaannya akan sangat bergantung pada model hibrida, yang menyatakan bahwa tujuan Honda saat ini adalah efisiensi bahan bakar, bukan elektrifikasi.

"Saya percaya kendaraan hybrid akan memainkan peran penting," katanya ketika ditanya tentang elektrifikasi. "Tujuannya bukan elektrifikasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dan kami percaya kendaraan hybrid adalah cara untuk mematuhi berbagai peraturan lingkungan," jelasnya.

Baca Juga:  Hotel Santika Bukittinggi, siap menyambut anda!

Ketika pewawancara mendorong untuk klarifikasi mengenai kendaraan yang sepenuhnya listrik, Hachigo bahkan menembakkan beberapa ‘tembakan peringatan’ ke industri dengan mengatakan apakah benar ada pelanggan yang benar-benar menginginkan kendaraan listrik.

"Saya tidak begitu yakin (konsumen menginginkan kendaraan listrik) karena ada banyak masalah terkait infrastruktur dan perangkat keras. Saya tidak percaya akan ada peningkatan dramatis dalam permintaan kendaraan baterai, dan saya percaya situasi ini benar secara global," imbuhnya.

- Advertisement -

Hal tersebut dijelaskannya terkait dengan berbagai peraturan di berbagai negara yang harus dipatuhi. Oleh karenanya, pihaknya ingin terus melakukan riset dan pengembangan yang matang kepada kendaraan full BEV sampai benar-benar siap sembari menggenjot efisiensi bahan bakar melalui model hybrid.

Baca Juga:  IMA Chapter Pekanbaru Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim

Ditanya soal teknologi otonom, pembuat mobil Jepang itu menyatakan tertarik pada teknologi tersebut. Namun, pendekatan riset dan pengembangan terus dilakukan juga.

- Advertisement -

Sebagai informasi, Honda diketahui memiliki sistem atau teknologi semi otonom yang dikenal sebagai Honda Sensing’ pada beberapa model yang telah lahir di pasaran. Model tersebut adalah Civic dan Accord terbaru.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Era elektrifikasi kendaraan nyatanya tak benar-benar memikat produsen mobil untuk melahirkan lini full Battery Electric Vehicle (BEV). Honda misalnya, produsen otomotif kenamaan itu nyatanya lebih prefer terhadap model hybrid alih-alih full BEV.

Honda yang lebih memilih hybrid dari pada BEV itu disampaikan oleh CEO Honda Takahiro Hachigo dalam wawancara baru-baru ini dengan Autonews, sebagaimana dikutip JawaPos.com pada Jumat (26/12). Ke depannya, dia mengatakan bahwa perusahaannya akan sangat bergantung pada model hibrida, yang menyatakan bahwa tujuan Honda saat ini adalah efisiensi bahan bakar, bukan elektrifikasi.

"Saya percaya kendaraan hybrid akan memainkan peran penting," katanya ketika ditanya tentang elektrifikasi. "Tujuannya bukan elektrifikasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dan kami percaya kendaraan hybrid adalah cara untuk mematuhi berbagai peraturan lingkungan," jelasnya.

Baca Juga:  Buka Puasa Dirumah Bersama Novotel Pekanbaru

Ketika pewawancara mendorong untuk klarifikasi mengenai kendaraan yang sepenuhnya listrik, Hachigo bahkan menembakkan beberapa ‘tembakan peringatan’ ke industri dengan mengatakan apakah benar ada pelanggan yang benar-benar menginginkan kendaraan listrik.

"Saya tidak begitu yakin (konsumen menginginkan kendaraan listrik) karena ada banyak masalah terkait infrastruktur dan perangkat keras. Saya tidak percaya akan ada peningkatan dramatis dalam permintaan kendaraan baterai, dan saya percaya situasi ini benar secara global," imbuhnya.

Hal tersebut dijelaskannya terkait dengan berbagai peraturan di berbagai negara yang harus dipatuhi. Oleh karenanya, pihaknya ingin terus melakukan riset dan pengembangan yang matang kepada kendaraan full BEV sampai benar-benar siap sembari menggenjot efisiensi bahan bakar melalui model hybrid.

Baca Juga:  Telkomsel Redi Kolaborasi dengan Blu by BCA Digital

Ditanya soal teknologi otonom, pembuat mobil Jepang itu menyatakan tertarik pada teknologi tersebut. Namun, pendekatan riset dan pengembangan terus dilakukan juga.

Sebagai informasi, Honda diketahui memiliki sistem atau teknologi semi otonom yang dikenal sebagai Honda Sensing’ pada beberapa model yang telah lahir di pasaran. Model tersebut adalah Civic dan Accord terbaru.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari