Jumat, 8 Mei 2026
- Advertisement -

Seleksi CPNS 2019, Ada Alokasi Khusus Disabilitas

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB) Tjahjo Kumolo menyatakan, pihaknya membuka alokasi khusus untuk penyandang disabilitas dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Dengan ini pemerintah bermaksud mengakomodasi hak disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Disabilitas ini bisa ikut (seleksi) umum, bisa ikut khusus. Kalau ikut umum pasti akan kalah, makanya kita masukkan di khusus. Minimal harus ada,” kata Tjahjo di kantor Kemen-PANRB, Jakarta, Rabu (30/10).

Selain itu, untuk para putra-putri Papua, kata Tjahjo, tidak akan ditempatkan di daerah Papua dan Papua Barat. Ia mengatakan para putri-putra Papua akan disebar ke kementerian maupun lembaga.

“Putra-putri Papua dan Papua Barat itu tidak harus kembali ke daerah. Disebar ke semua (Kementerian),” ucap Tjahjo.

Baca Juga:  4 Orang Diciduk Polisi Usai Bentrok di Pejompongan dan Perempatan Slipi

Senada, Deputi Aparatur SDM Kemen-PANRB Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, pada proses rekrutmen 2019 pemerintah ingin agar ASN mempunyai keahlian atau berkeahlian spesifik. Pemerintah tidak akan menambah pejabat administratif, tetapi jabatan spesifik. Ini sesuai arahan Presiden Jokowi.

“Kurang lebih jabatan prioritas adalah pendidikan, kesehatan, dan jabatan teknis berkeahlian yang spesifik sesuai core business instansinya,” ucap Setiawan.

Setiawan mengatakan, pemerintah membuka formasi umum dan formasi khusus. Pada formasi khusus, pemerintah menerapkan lima kategori, yakni kategori cumlaude, diaspora, disabilitas, putra-putri Papua dan Papua Barat, dan jabatan lain bersifat strategis.

Semua jabatan bisa disebar di daerah maupun pusat. Kecuali, putra-putri Papua yang hanya ada di jabatan pusat.

Baca Juga:  Wara Emban Tugas Mulia Jaga NKRI

Sementara itu, untuk pejabat khusus, Kemen-PANRB menyediakan formasi untuk memenuhi kebutuhan perkembangan zaman seperti penanganan masalah siber.

“Jadi, saat ini kita menghadapi banyak hantaman terkait siber. Oleh karena itu, kami pandang bahwa ini salah satu kebijakan cukup strategis yaitu bagaimana kita mengadakan untuk jabatan-jabatan cyber security,” tukas Setiawan.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kemen-PANRB resmi membuka seleksi CPNS pada 11 November 2019. Sebanyak 152.286 formasi dibuka yang tersebar di pemerintah pusat hingga daerah.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB) Tjahjo Kumolo menyatakan, pihaknya membuka alokasi khusus untuk penyandang disabilitas dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Dengan ini pemerintah bermaksud mengakomodasi hak disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Disabilitas ini bisa ikut (seleksi) umum, bisa ikut khusus. Kalau ikut umum pasti akan kalah, makanya kita masukkan di khusus. Minimal harus ada,” kata Tjahjo di kantor Kemen-PANRB, Jakarta, Rabu (30/10).

Selain itu, untuk para putra-putri Papua, kata Tjahjo, tidak akan ditempatkan di daerah Papua dan Papua Barat. Ia mengatakan para putri-putra Papua akan disebar ke kementerian maupun lembaga.

“Putra-putri Papua dan Papua Barat itu tidak harus kembali ke daerah. Disebar ke semua (Kementerian),” ucap Tjahjo.

Baca Juga:  Kompak Awali Tahun Ajaran Baru Secara Virtual

Senada, Deputi Aparatur SDM Kemen-PANRB Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, pada proses rekrutmen 2019 pemerintah ingin agar ASN mempunyai keahlian atau berkeahlian spesifik. Pemerintah tidak akan menambah pejabat administratif, tetapi jabatan spesifik. Ini sesuai arahan Presiden Jokowi.

- Advertisement -

“Kurang lebih jabatan prioritas adalah pendidikan, kesehatan, dan jabatan teknis berkeahlian yang spesifik sesuai core business instansinya,” ucap Setiawan.

Setiawan mengatakan, pemerintah membuka formasi umum dan formasi khusus. Pada formasi khusus, pemerintah menerapkan lima kategori, yakni kategori cumlaude, diaspora, disabilitas, putra-putri Papua dan Papua Barat, dan jabatan lain bersifat strategis.

- Advertisement -

Semua jabatan bisa disebar di daerah maupun pusat. Kecuali, putra-putri Papua yang hanya ada di jabatan pusat.

Baca Juga:  Pengurus LMB Rohil Segera Dikukuhkan

Sementara itu, untuk pejabat khusus, Kemen-PANRB menyediakan formasi untuk memenuhi kebutuhan perkembangan zaman seperti penanganan masalah siber.

“Jadi, saat ini kita menghadapi banyak hantaman terkait siber. Oleh karena itu, kami pandang bahwa ini salah satu kebijakan cukup strategis yaitu bagaimana kita mengadakan untuk jabatan-jabatan cyber security,” tukas Setiawan.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kemen-PANRB resmi membuka seleksi CPNS pada 11 November 2019. Sebanyak 152.286 formasi dibuka yang tersebar di pemerintah pusat hingga daerah.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB) Tjahjo Kumolo menyatakan, pihaknya membuka alokasi khusus untuk penyandang disabilitas dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Dengan ini pemerintah bermaksud mengakomodasi hak disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Disabilitas ini bisa ikut (seleksi) umum, bisa ikut khusus. Kalau ikut umum pasti akan kalah, makanya kita masukkan di khusus. Minimal harus ada,” kata Tjahjo di kantor Kemen-PANRB, Jakarta, Rabu (30/10).

Selain itu, untuk para putra-putri Papua, kata Tjahjo, tidak akan ditempatkan di daerah Papua dan Papua Barat. Ia mengatakan para putri-putra Papua akan disebar ke kementerian maupun lembaga.

“Putra-putri Papua dan Papua Barat itu tidak harus kembali ke daerah. Disebar ke semua (Kementerian),” ucap Tjahjo.

Baca Juga:  Pengurus LMB Rohil Segera Dikukuhkan

Senada, Deputi Aparatur SDM Kemen-PANRB Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, pada proses rekrutmen 2019 pemerintah ingin agar ASN mempunyai keahlian atau berkeahlian spesifik. Pemerintah tidak akan menambah pejabat administratif, tetapi jabatan spesifik. Ini sesuai arahan Presiden Jokowi.

“Kurang lebih jabatan prioritas adalah pendidikan, kesehatan, dan jabatan teknis berkeahlian yang spesifik sesuai core business instansinya,” ucap Setiawan.

Setiawan mengatakan, pemerintah membuka formasi umum dan formasi khusus. Pada formasi khusus, pemerintah menerapkan lima kategori, yakni kategori cumlaude, diaspora, disabilitas, putra-putri Papua dan Papua Barat, dan jabatan lain bersifat strategis.

Semua jabatan bisa disebar di daerah maupun pusat. Kecuali, putra-putri Papua yang hanya ada di jabatan pusat.

Baca Juga:  4 Orang Diciduk Polisi Usai Bentrok di Pejompongan dan Perempatan Slipi

Sementara itu, untuk pejabat khusus, Kemen-PANRB menyediakan formasi untuk memenuhi kebutuhan perkembangan zaman seperti penanganan masalah siber.

“Jadi, saat ini kita menghadapi banyak hantaman terkait siber. Oleh karena itu, kami pandang bahwa ini salah satu kebijakan cukup strategis yaitu bagaimana kita mengadakan untuk jabatan-jabatan cyber security,” tukas Setiawan.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kemen-PANRB resmi membuka seleksi CPNS pada 11 November 2019. Sebanyak 152.286 formasi dibuka yang tersebar di pemerintah pusat hingga daerah.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari