Minggu, 6 April 2025
spot_img

Siak Naik Level 4, ASN Bekerja dari Rumah

SIAK (RIAUPOS.CO) – Satgas Penanggulangan Covid-19 mempersempit ruang gerak aktivitas masyarakat dengan cara melakukan pembatasan.

Hal itu dilakukan setelah  Kabupaten Siak naik ke level empat, dari sebelumnya level tiga, Demikian dikatakan Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono usai menggelar rapat yang dipimpin Sekda Arfan Usman, Selasa (10/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Rapat tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penanggulangan yang dilakukan selama ini, sekaligus mengambil langkah strategis untuk menurunkan level tersebut.

"Selama ini ruang gerak masyarakat memang sudah dipersempit dengan melakukan pembatasan. Tapi di level empat ini, volumenya ditambah," sebut Budhi.

Bahkan titik-titik penyekatan diperbanyak, terutama di pintu-pintu masuk menuju Kabupaten Siak. Jika ketika level tiga penyekatan adanya sebelum Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah dan malam harinya di pintu masuk Kota Siak, kini, penyekatan akan ditambah, bisa saja dilakukan di Km 11, antara Kecamatan Dayun, Koto Gasib dan Lubuk Dalam dan pintu masuk lainnya.

Baca Juga:  Operasi Dishub Ciptakan Rasa Aman bagi Pengguna Jalan

Untuk tempat makan, pembatasan masih sama, 25 persen dari luas ruangan. Sangat disarankan dibawa pulang dan makan di rumah.

"Untuk hal ini, kami meningkatkan sinergitas, sehingga dapat dilakukan berkeadilan, tidak ada tebang pilih, semua sama," kata Budhi.

Untuk aktivitas perkantoran, ASN dan honorer nonjabatan bekerja dari rumah. Untuk kadis dan kabag serta kasi, bekerja disesuaikan dengan tupoksinya pada hari itu. Satgas perkantoran akan melakukan pengawasan. Hal itu penting untuk memastikan perkantoran bekerja dari rumah 100 persen, dan situasi perkantoran benar benar bersih dan bebas dari Covid-19, semua sesuai prokes.

Empat kecamatan yang berada dalam pengawasan dan Tim Yustisi fokus melakukan operasi adalah, Tualang, Dayun, Siak dan Bungaraya. Satu kecamatan yang masih level dua adalah Pusako.

Baca Juga:  Wisata Mangrove Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

"Mudah-mudahan Pusako tetap zona kuning atau turun menjadi hijau," kata Budhi.

Sebenarnya untuk memutus mata rantai Covid-19 ini perlu kebersamaan. Kesadaran yang tinggi mematuhi prokes serta membangun kesadaran masyarakat memakai masker dengan benar akan membebaskan dari Covid-19.

"Selain Hotel Yasmin, kami akan membuka Hotel Winaria untuk tempat isolasi," jelas Budhi.

Lebih jauh dikatakannya, untuk oksigen masih aman, beberapa jenis obat-obatan perlu penambahan dan vaksin masih kosong.

Kabupaten Siak masih memerlukan 320 ribu vial vaksin lagi. Untuk mengakomodir seluruh masyarakat Siak, Pemkab Siak sudah mengajukan ke pemerintah pusat. Dengan level empat ini, pengajuan itu diharapkan segera direalisasikan.

"Setiap Senin, kami akan melakukan evaluasi kegiatan yang kami lalukan dalam sepekan," ungkap Budhi.(sol/dof/mar/egp/mng/epp/ted)

Laporan: TIM RIAU POS (Pekanbaru)

 

SIAK (RIAUPOS.CO) – Satgas Penanggulangan Covid-19 mempersempit ruang gerak aktivitas masyarakat dengan cara melakukan pembatasan.

Hal itu dilakukan setelah  Kabupaten Siak naik ke level empat, dari sebelumnya level tiga, Demikian dikatakan Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono usai menggelar rapat yang dipimpin Sekda Arfan Usman, Selasa (10/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Rapat tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penanggulangan yang dilakukan selama ini, sekaligus mengambil langkah strategis untuk menurunkan level tersebut.

"Selama ini ruang gerak masyarakat memang sudah dipersempit dengan melakukan pembatasan. Tapi di level empat ini, volumenya ditambah," sebut Budhi.

Bahkan titik-titik penyekatan diperbanyak, terutama di pintu-pintu masuk menuju Kabupaten Siak. Jika ketika level tiga penyekatan adanya sebelum Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah dan malam harinya di pintu masuk Kota Siak, kini, penyekatan akan ditambah, bisa saja dilakukan di Km 11, antara Kecamatan Dayun, Koto Gasib dan Lubuk Dalam dan pintu masuk lainnya.

Baca Juga:  Jaga Semangat Cegah dan Atasi Karhutla

Untuk tempat makan, pembatasan masih sama, 25 persen dari luas ruangan. Sangat disarankan dibawa pulang dan makan di rumah.

"Untuk hal ini, kami meningkatkan sinergitas, sehingga dapat dilakukan berkeadilan, tidak ada tebang pilih, semua sama," kata Budhi.

Untuk aktivitas perkantoran, ASN dan honorer nonjabatan bekerja dari rumah. Untuk kadis dan kabag serta kasi, bekerja disesuaikan dengan tupoksinya pada hari itu. Satgas perkantoran akan melakukan pengawasan. Hal itu penting untuk memastikan perkantoran bekerja dari rumah 100 persen, dan situasi perkantoran benar benar bersih dan bebas dari Covid-19, semua sesuai prokes.

Empat kecamatan yang berada dalam pengawasan dan Tim Yustisi fokus melakukan operasi adalah, Tualang, Dayun, Siak dan Bungaraya. Satu kecamatan yang masih level dua adalah Pusako.

Baca Juga:  Panglima Rumpun Melayu Bersatu: Mari Bersebati Membangun Siak

"Mudah-mudahan Pusako tetap zona kuning atau turun menjadi hijau," kata Budhi.

Sebenarnya untuk memutus mata rantai Covid-19 ini perlu kebersamaan. Kesadaran yang tinggi mematuhi prokes serta membangun kesadaran masyarakat memakai masker dengan benar akan membebaskan dari Covid-19.

"Selain Hotel Yasmin, kami akan membuka Hotel Winaria untuk tempat isolasi," jelas Budhi.

Lebih jauh dikatakannya, untuk oksigen masih aman, beberapa jenis obat-obatan perlu penambahan dan vaksin masih kosong.

Kabupaten Siak masih memerlukan 320 ribu vial vaksin lagi. Untuk mengakomodir seluruh masyarakat Siak, Pemkab Siak sudah mengajukan ke pemerintah pusat. Dengan level empat ini, pengajuan itu diharapkan segera direalisasikan.

"Setiap Senin, kami akan melakukan evaluasi kegiatan yang kami lalukan dalam sepekan," ungkap Budhi.(sol/dof/mar/egp/mng/epp/ted)

Laporan: TIM RIAU POS (Pekanbaru)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Siak Naik Level 4, ASN Bekerja dari Rumah

SIAK (RIAUPOS.CO) – Satgas Penanggulangan Covid-19 mempersempit ruang gerak aktivitas masyarakat dengan cara melakukan pembatasan.

Hal itu dilakukan setelah  Kabupaten Siak naik ke level empat, dari sebelumnya level tiga, Demikian dikatakan Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono usai menggelar rapat yang dipimpin Sekda Arfan Usman, Selasa (10/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Rapat tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penanggulangan yang dilakukan selama ini, sekaligus mengambil langkah strategis untuk menurunkan level tersebut.

"Selama ini ruang gerak masyarakat memang sudah dipersempit dengan melakukan pembatasan. Tapi di level empat ini, volumenya ditambah," sebut Budhi.

Bahkan titik-titik penyekatan diperbanyak, terutama di pintu-pintu masuk menuju Kabupaten Siak. Jika ketika level tiga penyekatan adanya sebelum Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah dan malam harinya di pintu masuk Kota Siak, kini, penyekatan akan ditambah, bisa saja dilakukan di Km 11, antara Kecamatan Dayun, Koto Gasib dan Lubuk Dalam dan pintu masuk lainnya.

Baca Juga:  Jaga Semangat Cegah dan Atasi Karhutla

Untuk tempat makan, pembatasan masih sama, 25 persen dari luas ruangan. Sangat disarankan dibawa pulang dan makan di rumah.

"Untuk hal ini, kami meningkatkan sinergitas, sehingga dapat dilakukan berkeadilan, tidak ada tebang pilih, semua sama," kata Budhi.

Untuk aktivitas perkantoran, ASN dan honorer nonjabatan bekerja dari rumah. Untuk kadis dan kabag serta kasi, bekerja disesuaikan dengan tupoksinya pada hari itu. Satgas perkantoran akan melakukan pengawasan. Hal itu penting untuk memastikan perkantoran bekerja dari rumah 100 persen, dan situasi perkantoran benar benar bersih dan bebas dari Covid-19, semua sesuai prokes.

Empat kecamatan yang berada dalam pengawasan dan Tim Yustisi fokus melakukan operasi adalah, Tualang, Dayun, Siak dan Bungaraya. Satu kecamatan yang masih level dua adalah Pusako.

Baca Juga:  Ribuan Botol Miras Dimusnahkan 

"Mudah-mudahan Pusako tetap zona kuning atau turun menjadi hijau," kata Budhi.

Sebenarnya untuk memutus mata rantai Covid-19 ini perlu kebersamaan. Kesadaran yang tinggi mematuhi prokes serta membangun kesadaran masyarakat memakai masker dengan benar akan membebaskan dari Covid-19.

"Selain Hotel Yasmin, kami akan membuka Hotel Winaria untuk tempat isolasi," jelas Budhi.

Lebih jauh dikatakannya, untuk oksigen masih aman, beberapa jenis obat-obatan perlu penambahan dan vaksin masih kosong.

Kabupaten Siak masih memerlukan 320 ribu vial vaksin lagi. Untuk mengakomodir seluruh masyarakat Siak, Pemkab Siak sudah mengajukan ke pemerintah pusat. Dengan level empat ini, pengajuan itu diharapkan segera direalisasikan.

"Setiap Senin, kami akan melakukan evaluasi kegiatan yang kami lalukan dalam sepekan," ungkap Budhi.(sol/dof/mar/egp/mng/epp/ted)

Laporan: TIM RIAU POS (Pekanbaru)

 

SIAK (RIAUPOS.CO) – Satgas Penanggulangan Covid-19 mempersempit ruang gerak aktivitas masyarakat dengan cara melakukan pembatasan.

Hal itu dilakukan setelah  Kabupaten Siak naik ke level empat, dari sebelumnya level tiga, Demikian dikatakan Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono usai menggelar rapat yang dipimpin Sekda Arfan Usman, Selasa (10/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Rapat tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penanggulangan yang dilakukan selama ini, sekaligus mengambil langkah strategis untuk menurunkan level tersebut.

"Selama ini ruang gerak masyarakat memang sudah dipersempit dengan melakukan pembatasan. Tapi di level empat ini, volumenya ditambah," sebut Budhi.

Bahkan titik-titik penyekatan diperbanyak, terutama di pintu-pintu masuk menuju Kabupaten Siak. Jika ketika level tiga penyekatan adanya sebelum Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah dan malam harinya di pintu masuk Kota Siak, kini, penyekatan akan ditambah, bisa saja dilakukan di Km 11, antara Kecamatan Dayun, Koto Gasib dan Lubuk Dalam dan pintu masuk lainnya.

Baca Juga:  Wisata Mangrove Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Untuk tempat makan, pembatasan masih sama, 25 persen dari luas ruangan. Sangat disarankan dibawa pulang dan makan di rumah.

"Untuk hal ini, kami meningkatkan sinergitas, sehingga dapat dilakukan berkeadilan, tidak ada tebang pilih, semua sama," kata Budhi.

Untuk aktivitas perkantoran, ASN dan honorer nonjabatan bekerja dari rumah. Untuk kadis dan kabag serta kasi, bekerja disesuaikan dengan tupoksinya pada hari itu. Satgas perkantoran akan melakukan pengawasan. Hal itu penting untuk memastikan perkantoran bekerja dari rumah 100 persen, dan situasi perkantoran benar benar bersih dan bebas dari Covid-19, semua sesuai prokes.

Empat kecamatan yang berada dalam pengawasan dan Tim Yustisi fokus melakukan operasi adalah, Tualang, Dayun, Siak dan Bungaraya. Satu kecamatan yang masih level dua adalah Pusako.

Baca Juga:  Permaisuri Kesultanan Kadriyah Pontianak Kunjungi Siak

"Mudah-mudahan Pusako tetap zona kuning atau turun menjadi hijau," kata Budhi.

Sebenarnya untuk memutus mata rantai Covid-19 ini perlu kebersamaan. Kesadaran yang tinggi mematuhi prokes serta membangun kesadaran masyarakat memakai masker dengan benar akan membebaskan dari Covid-19.

"Selain Hotel Yasmin, kami akan membuka Hotel Winaria untuk tempat isolasi," jelas Budhi.

Lebih jauh dikatakannya, untuk oksigen masih aman, beberapa jenis obat-obatan perlu penambahan dan vaksin masih kosong.

Kabupaten Siak masih memerlukan 320 ribu vial vaksin lagi. Untuk mengakomodir seluruh masyarakat Siak, Pemkab Siak sudah mengajukan ke pemerintah pusat. Dengan level empat ini, pengajuan itu diharapkan segera direalisasikan.

"Setiap Senin, kami akan melakukan evaluasi kegiatan yang kami lalukan dalam sepekan," ungkap Budhi.(sol/dof/mar/egp/mng/epp/ted)

Laporan: TIM RIAU POS (Pekanbaru)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari