Categories: Kepulauan Meranti

Semen Langka di Meranti, Proyek Infrastruktur Ikut Tersendat

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Kelangkaan semen yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada berbagai aktivitas pembangunan, termasuk proyek infrastruktur pemerintah. 🏗️

Pantauan di sejumlah toko bangunan di Kota Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi, Rabu (25/2), menunjukkan stok semen masih kosong dan belum kembali normal.

Salah seorang pegawai toko bangunan, Akin, mengatakan kekosongan stok semen sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

“Sudah beberapa pekan ini kosong. Kami juga belum tahu pasti apa penyebabnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak toko hanya menerima informasi dari distributor bahwa pasokan semen diperkirakan kembali tersedia pada pekan mendatang. Namun, belum ada kepastian terkait jumlah maupun jadwal distribusi yang masuk ke wilayah tersebut.

Kelangkaan ini tidak hanya berdampak pada masyarakat yang sedang membangun rumah, tetapi juga menghambat proyek pemerintah. Salah satunya pembangunan duiker (box culvert) di Simpang Puskesmas Alahair, Kecamatan Tebingtinggi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Sugeng Widodo, mengakui progres pembangunan tersebut tersendat akibat kosongnya stok semen selama sekitar tiga pekan terakhir.

“Karena stoknya kosong, pengecoran tidak bisa dilakukan. Kosongnya sudah sekitar tiga pekan,” jelasnya.

Menurut Sugeng, proyek tersebut menggunakan Semen Tiga Roda sebagai standar konstruksi. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, stok semen merek tersebut tidak tersedia di gudang wilayah Meranti.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihaknya mengizinkan penggunaan semen merek lain pada bagian bawah struktur. Namun, bagian atas tetap harus menggunakan spesifikasi sesuai perencanaan awal guna menjaga kualitas konstruksi.

Ia menegaskan proyek tersebut tidak mangkrak, karena sebelumnya pekerjaan masih berjalan seperti perakitan besi dan persiapan struktur. Namun dalam sepekan terakhir, pekerjaan terpaksa dihentikan karena material utama tidak tersedia.

Pemerintah daerah berharap pasokan semen segera kembali normal. Berdasarkan informasi yang diterima, distribusi semen diperkirakan tiba dalam waktu sekitar satu pekan ke depan sehingga proyek dapat kembali dilanjutkan sesuai target.(wir)

Redaksi

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago