Categories: Kepulauan Meranti

Ribuan Peserta PBI JKN di Meranti Dinonaktifkan Usai Pemutakhiran Data

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemutakhiran data penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berdampak pada ribuan warga Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebanyak 6.125 kepesertaan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran JKN (PBI JKN) tercatat dinonaktifkan.

Penonaktifan tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor 03/HUK/2026. Kebijakan ini dilakukan melalui penataan ulang penerima bantuan berdasarkan pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Dalam skema terbaru, peserta yang masuk dalam kelompok desil tertentu dikeluarkan dari daftar penerima bantuan. Selanjutnya, kuota tersebut dialihkan kepada masyarakat pada kelompok desil prioritas yang dinilai lebih membutuhkan, menyesuaikan hasil pemutakhiran data kesejahteraan nasional dan kuota daerah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, jumlah kepesertaan PBI JKN yang dibiayai melalui APBN saat ini mencapai 167.254 jiwa. Sementara kepesertaan yang ditanggung melalui APBD atau skema Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) pemerintah daerah berjumlah 21.542 jiwa.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Yurnalita SST MKM, menjelaskan bahwa pembaruan data PBI JKN merupakan agenda rutin pemerintah pusat yang dilaksanakan secara berkala.

“Sejak 1 Februari 2026, tercatat sebanyak 6.125 warga Meranti dinonaktifkan status PBI JKN-nya. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan data kependudukan hingga peserta yang tidak lagi memenuhi kriteria penerima,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/2).

Meski demikian, Yurnalita menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir. Peserta yang masih memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan tetap memiliki peluang untuk mengaktifkan kembali kepesertaannya.

“Reaktivasi dapat diajukan melalui proses verifikasi di Dinas Sosial. Selama memenuhi kriteria, kepesertaan PBI JKN bisa kembali aktif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Meranti, Rokhaizal, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mempermudah akses layanan BPJS Kesehatan bagi masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan memanfaatkan layanan WhatsApp berbasis desa untuk pengurusan BPJS Kesehatan, baik pendaftaran kepesertaan baru maupun pengaktifan kembali kepesertaan yang nonaktif. (wir)

Redaksi

Recent Posts

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

11 jam ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

12 jam ago

UIN Suska Riau Kukuhkan Prof Afrizal Nur Sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer Pertama

Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…

12 jam ago

Kabut Asap Makin Pekat, Jarak Pandang di Kota Pekanbaru Jadi 800 Meter

Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…

15 jam ago

Putusan Banding PT Pekanbaru: Hukuman Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Diperberat 4 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…

2 hari ago

Panjat Atap Hingga Lompat Tembok, Tahanan Narkoba Kabur dari Lapas Pasirpengaraian

Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…

2 hari ago