Bupati Kampar Ahmad Yuzar meninjau langsung Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Burhanuddin di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri yang melahap 290 unit asrama santri pada Senin malam (10/8/2026). (Diskominfo Kampar untuk Riaupos.co)
KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 290 bilik asrama santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Burhanuddin, Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, hangus terbakar. Bupati Kampar Ahmad Yuzar langsung meninjau lokasi sehari setelah kebakaran, Selasa (11/8/2026).
Kebakaran terjadi pada Senin (10/8/2026) malam. Deretan bilik santri yang masing-masing berukuran 2 x 2 meter tidak dapat diselamatkan dari kobaran api.
Meski mengakibatkan kerugian material yang cukup besar, musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Saat kebakaran berlangsung, seluruh santri sedang berada di masjid untuk menjalankan ibadah.
Selain melihat kondisi pesantren setelah kebakaran, Ahmad Yuzar memastikan kebutuhan para santri terdampak segera dipenuhi. Pemkab Kampar juga menyalurkan berbagai bantuan sekaligus menyiapkan tempat penampungan sementara di lingkungan pesantren.
“Atas nama Pemkab Kampar, kami menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas musibah di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh kebutuhan dasar para santri terpenuhi tanpa hambatan,” ujar Ahmad Yuzar.
Penanganan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial. Kedua instansi tersebut bergerak mendirikan tenda darurat agar para santri memiliki tempat sementara setelah kehilangan bilik asrama mereka.
Bantuan yang diberikan mencakup makanan siap saji dan lauk-pauk, beras, pakaian layak pakai, kasur, selimut, serta tenda gulung. Pemkab Kampar juga menyalurkan 100 paket hygiene kit untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan kebersihan para santri.
Pimpinan Ponpes Syekh Burhanuddin, Abuya Ahmad Junaidi, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dan para relawan dalam menangani kondisi pascakebakaran.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena saat kejadian anak-anak sedang beribadah di masjid. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran yang bergerak cepat mendirikan tenda serta membawa bantuan untuk para santri,” ungkap Abuya.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kampar didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Yuricho Efril, Kepala Dinas Kominfo Lukmansyah Badoe, Kalaksa BPBD Azwan, serta Kepala Dinas Sosial Agustar.
Pemkab Kampar memastikan penanganan tidak berhenti pada pemberian bantuan awal. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal proses pemulihan hingga lingkungan Ponpes Syekh Burhanuddin kembali dapat menjalankan aktivitas seperti biasa. (kom)
Kuansing mendapat tambahan dana Rp70 miliar dari Kemenkeu. Dana diprioritaskan untuk gaji ASN, PPPK, dan…
Ratusan mahasiswa dan petani kelapa menggelar aksi di Kantor Bupati Inhil. Mereka mendesak pemerintah memperjuangkan…
Penerima bansos di Siak menurun pada triwulan III. Dinsos menyebut pindah, pinjol hingga judol sebagai…
Video pasien koma viral di media sosial. Keluarga menyoroti lamanya proses rujukan, sementara RSUD Bagansiapiapi…
Sebanyak 14 tim basket pelajar Kampar dan Rohul siap bertarung di Riau Pos-HSBL 2026 Seri…
Tiga anak di Siak tak lagi sekolah dan setiap hari mengemis di jalan. Dinsos turun…