Petugas dari regu pengamanan (Rupam) melakukan razia insidentil di blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan, untuk mewujudkan Kamtib di Rutan Rengat, Kamis (23/5/2024). (Rutan Rengat untuk riau pos)
RENGAT (RIAUPOS.CO) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rengat Kanwil Kemenkumham Riau kembali menggelar razia insidentil di kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pekan kemarin dilakukan di blok hunian wanita, kali ini dilakukan di blok hunian laki-laki.
Dari dua kali pelaksanaan razia insidentil itu, petugas belum menemukan barang-barang terlarang yang ada di kamar hunian WBP. “Alhamdulillah, tidak ada ditemukan barang terlarang di dalam kamar hunian WBP,” ujar Kepala Rutan Rengat, Julius Barus SE MH melalui Kepala KPR Wan Rezwanda, Kamis (23/5).
Pelaksanaan razia yang dipimpin Kepala KPR Rengat Wan Rezwanda, dilaksanakan pada Rabu (22/5) malam. Di mana, razia insidentil ini dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Rutan.
Menurut Wan Rezwanda, pelaksanaan kegiatan razia di awali dengan arahan (briefing) bersama Rupam dan petugas yang terlibat. Arahan ini perlu dilakukan, agar sasaran yang akan dirazia dapat tepat sasaran.
Usai briefing, dilanjutkan dengan penyisiran kamar-kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan. “Sasaran penggeledahan insidentil kali ini mengarah pada kamar hunian blok laki-laki sebagai tindak lanjut dari hunian blok wanita pada pekan kemarin,” ucap Wan Rezwanda.
Penggeledahan ini sambung Wan Rezwanda, bertujuan untuk memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang masuk dan memastikan Rutan dalam kondisi aman dan kondusif. Selain itu, razia ini sebagai tindak lanjut atas penjagaan ketat terhadap pengunjung yang datang.
Karena setiap barang-barang terlarang tidak tertutup kemungkinan bisa masuk, walaupun pengawasan dilakukan sangat ketat. “Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memeriksa setiap barang bawaan pengunjung,” tegasnya.
Untuk itu harap Wan Rezwanda, melalui pelaksanaan razia insidentil ini diharapkan dapat menjadi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di Rutan. Sehingga pada akhirnya Rutan Rengat selalu dalam keadaan aman dan kondusif.
Lebih jauh disampaikannya, kepada pengunjung Rutan hendaknya dapat membantu pihaknya dalam melakukan pembinaan terhadap napi yang ada. “Mari sama-sama kita jadikan WBP menjadi insan yang dapat memberi manfaat kepada orang lain dan tidak lagi mengulangi perbuatannya,” harapnya.(lim)
Laporan KASMEDI, Rengat
Jalur Gadis Manja menjadi juara Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa setelah mengalahkan 65…
PSPS Pekanbaru merekrut Dimas Wicaksono, eks Persebaya yang punya pengalaman Liga 1, untuk memperkuat skuad…
Mantan PNS Dumai Tengku Muhammad Nasir ditangkap di Aceh setelah belasan tahun menjadi buronan dalam…
Pemko Pekanbaru membuka pengaduan bagi warga yang ijazah anaknya masih tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.
Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…
Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…