Categories: Indragiri Hilir

Hasil Tes Negatif, Monyet yang Ditangkap Usai Serang Warga Tembilahan Masih Diobservasi

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Monyet ekor panjang yang sebelumnya diamankan setelah membuat warga di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), resah masih menjalani masa observasi. Hasil rapid test terhadap sejumlah penyakit zoonosis memang menunjukkan hasil negatif, namun satwa tersebut belum dapat dipastikan sebagai monyet yang sebelumnya menyerang warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan kondisi monyet berdasarkan laporan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih dalam keadaan normal.

Satwa tersebut kini telah dipindahkan ke kandang karantina. Selama berada di sana, monyet masih menunjukkan perilaku aktif dan agresif serta memiliki nafsu makan yang baik. Kondisi fesesnya juga disebut normal.

“Satwa sudah dipindahkan ke kandang karantina. Nafsu makannya baik, perilakunya aktif dan agresif, sementara kondisi feses juga normal,” ujar Junaidi, Selasa (11/8/2026).

Untuk mengetahui kondisi kesehatannya, BBKSDA Riau telah mengambil sampel darah satwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah penyakit zoonosis, yakni tuberkulosis (TB), herpes dan hepatitis.

Hingga Ahad (9/8/2026), hasil rapid test untuk ketiga penyakit tersebut menunjukkan hasil negatif.

“Untuk hasil rapid test TB, herpes dan hepatitis, hasilnya negatif,” jelas Junaidi.

Meski hasil pemeriksaan awal menunjukkan hasil negatif, pemantauan terhadap satwa masih terus dilakukan. Observasi akan berlangsung selama 14 hari, terutama untuk melihat perkembangan kondisi dan perilakunya serta kemungkinan adanya rabies.

“Observasi masih dilakukan selama 14 hari ke depan. Ini untuk melihat kondisi dan perilaku satwa, terutama terkait kemungkinan rabies,” katanya.

Di sisi lain, pemeriksaan DNA terhadap monyet tersebut belum bisa dilakukan. Berdasarkan laporan BBKSDA Riau, tidak ditemukan bagian tubuh korban yang masuk ke dalam sistem pencernaan satwa. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan DNA melalui sampel darah maupun feses belum dapat dilakukan.

Junaidi menegaskan, untuk saat ini satwa sudah diamankan dan ditempatkan di kandang karantina. Penanganan selanjutnya dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi.

“Yang penting saat ini satwa sudah diamankan dan ditangani oleh pihak yang berkompeten. Kita menunggu hasil observasi selama 14 hari ke depan,” pungkasnya.

Sebelumnya, serangan monyet ekor panjang membuat warga di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hilir merasa resah. Sedikitnya 18 warga dilaporkan menjadi korban serangan dalam kurun waktu 23 Juli hingga 5 Agustus 2026.(*2)

Redaksi

Recent Posts

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

2 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

2 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

2 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

2 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

2 hari ago

Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…

3 hari ago