Sabtu, 17 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Heboh, Warga Bantan Ditemukan Meninggal di Tepi Jalan

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)  – Siang itu, kondisi jalan lintas Bantan terlihat sepi. Namun beberapa saat kemudian warga Desa Resam Lapis dan sekitarnya mendadak geger. Warga melihat ada sesosok orang di tepi Jalan Poros Simpang Tiga Desa Resam Lapis, Senin (26/7/21) sekitar pukul 14.00 WIB tergelatak tak bernyawa.

Informasi yang berhasil dirangkum di lapangan menyebutkan, sosok mayat ditemukan dengan posisi meringkuk miring ke kiri, mengenakan baju belang-belang hijau, celana kekuningan.

Temuan mayat ini langsung ditangani pihak kepolisian dan tim kesehatan Puskesmas Selatbaru dengan standar protokol kesehatan (prokes) menggunakan alat pelindung diri (APD).

Kepala Desa Resam Lapis, Junaidi, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan penemuan sosok mayat di tepi jalan di wilayahnya dan mengakibatkan geger itu.

Baca Juga:  AKN Bengkalis Harus Tetap Eksis

Ternyata, setelah diidentifikasi bahwa korban diketahui bernama Ocong berumur sekitar 60 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan berdomisili seorang diri di Desa Resam Lapis.

"Korban memang tidak memiliki identitas resmi tetapi berdomisili di Desa Resam Lapis sendiri. Korban juga mengalami gangguan kesehatan kejiwaan" ujar Junaidi.

Belum diketahui pasti penyebab kematian korban, namun kuat dugaan karena mengalami sakit. Saat ditemukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Korban dievakuasi ke Puskesmas dengan standar Prokes. Informasi terakhir, jenazah korban sudah dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan karena menolak untuk diotopsi," terangnya.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan  SIK MT melalui Kapolsek Bantan AKP Zulmar SH  juga membenarkan penemuan mayat warga Bantan di pinggir jalan.

Baca Juga:  Kuatkan Umat, Mari Cegah Pengaruh Negatif

“Kami sudah menghubungi pihak keluarganya dan dari keterangan pihak keluarganya bahwa ingatan korban bernama Musa Hitam alias Acong sedikit terganggu karena sudah tua sehingga korban sering berjalan sendiri,” ujar Kapolsek.

Dikatakan Kapolsek, korban sudah dievakuasi ke Puskesmas dengan standar Prokes. Berdasarkan kesepakatan keluarga dan pengurus kematian warga Tionghua dibawa ke rumah duka di Jalan Soekarno-Hatta Desa Berancah Kecamatan Bantan untuk penyelenggaraan kremasi.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Hary B Koriun

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)  – Siang itu, kondisi jalan lintas Bantan terlihat sepi. Namun beberapa saat kemudian warga Desa Resam Lapis dan sekitarnya mendadak geger. Warga melihat ada sesosok orang di tepi Jalan Poros Simpang Tiga Desa Resam Lapis, Senin (26/7/21) sekitar pukul 14.00 WIB tergelatak tak bernyawa.

Informasi yang berhasil dirangkum di lapangan menyebutkan, sosok mayat ditemukan dengan posisi meringkuk miring ke kiri, mengenakan baju belang-belang hijau, celana kekuningan.

Temuan mayat ini langsung ditangani pihak kepolisian dan tim kesehatan Puskesmas Selatbaru dengan standar protokol kesehatan (prokes) menggunakan alat pelindung diri (APD).

Kepala Desa Resam Lapis, Junaidi, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan penemuan sosok mayat di tepi jalan di wilayahnya dan mengakibatkan geger itu.

Baca Juga:  Kembali, Harimau Mati Terjerat Ditemukan di Bengkalis

Ternyata, setelah diidentifikasi bahwa korban diketahui bernama Ocong berumur sekitar 60 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan berdomisili seorang diri di Desa Resam Lapis.

- Advertisement -

"Korban memang tidak memiliki identitas resmi tetapi berdomisili di Desa Resam Lapis sendiri. Korban juga mengalami gangguan kesehatan kejiwaan" ujar Junaidi.

Belum diketahui pasti penyebab kematian korban, namun kuat dugaan karena mengalami sakit. Saat ditemukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

- Advertisement -

"Korban dievakuasi ke Puskesmas dengan standar Prokes. Informasi terakhir, jenazah korban sudah dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan karena menolak untuk diotopsi," terangnya.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan  SIK MT melalui Kapolsek Bantan AKP Zulmar SH  juga membenarkan penemuan mayat warga Bantan di pinggir jalan.

Baca Juga:  Pemkab Rapat Komunikasi dengan BPJS Kesehatan

“Kami sudah menghubungi pihak keluarganya dan dari keterangan pihak keluarganya bahwa ingatan korban bernama Musa Hitam alias Acong sedikit terganggu karena sudah tua sehingga korban sering berjalan sendiri,” ujar Kapolsek.

Dikatakan Kapolsek, korban sudah dievakuasi ke Puskesmas dengan standar Prokes. Berdasarkan kesepakatan keluarga dan pengurus kematian warga Tionghua dibawa ke rumah duka di Jalan Soekarno-Hatta Desa Berancah Kecamatan Bantan untuk penyelenggaraan kremasi.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)  – Siang itu, kondisi jalan lintas Bantan terlihat sepi. Namun beberapa saat kemudian warga Desa Resam Lapis dan sekitarnya mendadak geger. Warga melihat ada sesosok orang di tepi Jalan Poros Simpang Tiga Desa Resam Lapis, Senin (26/7/21) sekitar pukul 14.00 WIB tergelatak tak bernyawa.

Informasi yang berhasil dirangkum di lapangan menyebutkan, sosok mayat ditemukan dengan posisi meringkuk miring ke kiri, mengenakan baju belang-belang hijau, celana kekuningan.

Temuan mayat ini langsung ditangani pihak kepolisian dan tim kesehatan Puskesmas Selatbaru dengan standar protokol kesehatan (prokes) menggunakan alat pelindung diri (APD).

Kepala Desa Resam Lapis, Junaidi, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan penemuan sosok mayat di tepi jalan di wilayahnya dan mengakibatkan geger itu.

Baca Juga:  Pemkab Rapat Komunikasi dengan BPJS Kesehatan

Ternyata, setelah diidentifikasi bahwa korban diketahui bernama Ocong berumur sekitar 60 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan berdomisili seorang diri di Desa Resam Lapis.

"Korban memang tidak memiliki identitas resmi tetapi berdomisili di Desa Resam Lapis sendiri. Korban juga mengalami gangguan kesehatan kejiwaan" ujar Junaidi.

Belum diketahui pasti penyebab kematian korban, namun kuat dugaan karena mengalami sakit. Saat ditemukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Korban dievakuasi ke Puskesmas dengan standar Prokes. Informasi terakhir, jenazah korban sudah dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan karena menolak untuk diotopsi," terangnya.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan  SIK MT melalui Kapolsek Bantan AKP Zulmar SH  juga membenarkan penemuan mayat warga Bantan di pinggir jalan.

Baca Juga:  Proses Tatap Muka Tak Dipaksakan

“Kami sudah menghubungi pihak keluarganya dan dari keterangan pihak keluarganya bahwa ingatan korban bernama Musa Hitam alias Acong sedikit terganggu karena sudah tua sehingga korban sering berjalan sendiri,” ujar Kapolsek.

Dikatakan Kapolsek, korban sudah dievakuasi ke Puskesmas dengan standar Prokes. Berdasarkan kesepakatan keluarga dan pengurus kematian warga Tionghua dibawa ke rumah duka di Jalan Soekarno-Hatta Desa Berancah Kecamatan Bantan untuk penyelenggaraan kremasi.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari