Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi. (Istimewa)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa tidak ada pengangkatan tenaga ahli oleh Plt Gubernur dalam struktur pendampingan program desa. Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan anggapan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau, Supriyadi, menyebut pihak-pihak yang selama ini terlibat bukanlah tenaga ahli seperti yang dipersepsikan, melainkan tim asistensi yang bertugas mendukung jalannya program desa.
Menurutnya, keberadaan tim asistensi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan pembinaan serta pendampingan terhadap pelaksanaan program pembangunan desa.
Ia menjelaskan, tim tersebut memiliki peran penting dalam memastikan program-program desa berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Supriyadi menuturkan bahwa anggota tim asistensi berasal dari kalangan akademisi maupun praktisi yang dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya.
Keterlibatan mereka didasarkan pada kemampuan dalam membantu pemerintah desa meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa fokus utama tim ini adalah memberikan pendampingan baik secara teknis maupun strategis, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program desa.
Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan pembangunan desa di Provinsi Riau dapat berjalan lebih optimal dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.(sol)
PT Asialand dinyatakan pailit. Kurator mulai mendata aset, sementara nasib pemilik The Peak dan kreditur…
Kasus kelebihan bayar seragam SMAN di Riau memasuki pemeriksaan disiplin. PNS yang terbukti melanggar terancam…
Monyet yang ditangkap usai menyerang warga Tembilahan negatif tiga penyakit zoonosis, tetapi masih menjalani observasi…
Rezita Meylani menggugat cerai Yopi Arianto di PA Rengat. Proses mediasi berlangsung, namun belum menghasilkan…
Kuansing mendapat tambahan dana Rp70 miliar dari Kemenkeu. Dana diprioritaskan untuk gaji ASN, PPPK, dan…
Kebakaran menghanguskan 290 bilik santri Ponpes Syekh Burhanuddin Kampar. Pemkab bergerak cepat mendirikan tenda dan…