Categories: Riau

Pemerintah Dinilai Tak Serius Jalankan APBD

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kritikan terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau. Sebab, serapan anggaran yang masih dibawah 20 persen dinilai tidak rasional. Padahal saat ini sudah memasuki semester kedua 2019. Hal dikhawatirkan berdampak terhadap lambatnya perputaran ekonomi. Termasuk juga keterlambatan pembangunan yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar kepada Riau Pos, Ahad (19/5). Dia meminta agar pemerintah bersungguh-sungguh menjalankan program kerja yang telah disepakati bersama.

‘’Kalau pada hari ini belum ada pembangunan, bulan 5 sekarang baru diadakan lelang. Ya kami khawatir takut tidak terkejar apa yang kita rencanakan. Salah satu contoh pemeliharaan jalan yang hampir secara menyeluruh hancur. Kalau tidak digesa akan berdampak buruk bagi ekonomi Riau ke depan,” sebut Asri.

Ia memaparkan, APBD Riau pada 2019 berjumlah hampir Rp10 triliun. Hampir separuhnya dianggarkan untuk kegiatan pembangunan infrastruktur, gedung sekolah, sarana kesehatan dan pembangunan bidang ekonomi. Jika itu semua tidak berjalan, maka dampak langsung akan dirasakan masyarakat. Komisi IV, dikatakan dia baru-baru ini telah memanggil beberapa OPD terkait. Namun hasilnya juga tidak sesuai harapan.

‘’Kemarin sudah kami panggil melalui Komisi IV. Katakanah PUPR, Biro Administrasi Pembangunan. Kata mereka seluruh proyek belum ada yang di kerjakan. Baru sebatas pemenang tender. Masih ada masa sanggahan dan membuat kontrak. Makanya, kami minta sampai hari ini Pemprov agar bisa menggenjot kinerja OPD-nya. Lakukan evaluasi. Jangan diam saja,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Riau Ahmad Hijazi menyampaikan realisasi APBD baru mencapai 16,97 persen atau setara dengan Rp1.557.739.359.493. Dengan rincian untuk belanja tidak langsung sebesar 10,60 persen dan belanja langsung sebesar 6,37 persen. Capaian tersebut menurut sejumlah kalangan termasuk DPRD sangat rendah. Mengingat saat ini sudah memasuki semester kedua. Banyak yang khawatir, lemahnya kinerja Pemprov berdampak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat.(nda)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

HUT ke-242 Pekanbaru, Wako Agung Luncurkan Logo dan Uji Coba Bus Listrik

Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…

1 hari ago

68 Petugas Sensus Ekonomi Siak Resmi Dikukuhkan, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Kejujuran

Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…

1 hari ago

Karhutla Kembali Mengganas di Rupat, Dua Helikopter Water Bombing Diterjunkan

Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…

1 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

2 hari ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

2 hari ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

2 hari ago