Bupati Siak Afni dan Kepala BPS Kabupaten Siak Nugroho Imam Darojat MSi foto bersama dengan petugas SE 2026 di Ruang Pertemuan Raja Indra Pahlawan Lt 2 Kantor Bupati Siak, Kamis (4/6/2026). (Istimewa)
SIAK (RIAUPOS.CO) Bupati Siak Afni Z mengingatkan sebanyak 368 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 agar menjalankan tugas dengan integritas dan kejujuran yang tinggi. Menurutnya, data yang dihimpun akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan daerah untuk kepentingan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Afni saat mengukuhkan ratusan petugas Sensus Ekonomi yang akan mulai bertugas pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pengukuhan berlangsung di Ruang Pertemuan Raja Indra Pahlawan Lantai II Kantor Bupati Siak, Kamis (4/6/2026) petang.
Afni menegaskan, ketepatan dan kejujuran dalam pengumpulan data menjadi hal yang sangat penting. Sebab, data yang tidak sesuai kondisi lapangan berpotensi memengaruhi arah kebijakan pemerintah daerah yang akan diterapkan kepada masyarakat.
“Dengan integritas dan penuh kejujuran, pembangunan dan kemajuan akan dinikmati secara bersama-sama,” kata Afni.
Pada kegiatan tersebut turut hadir Kepala BPS Kabupaten Siak Nugroho Imam Darojat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Rozi Candra, perwakilan Kodim, Polres, sejumlah tamu undangan, serta perwakilan perusahaan.
Dalam kesempatan itu, Kepala BPS Kabupaten Siak Nugroho Imam Darojat menyampaikan bahwa petugas Sensus Ekonomi akan menerima honor sebesar Rp4,7 juta per bulan sebelum dipotong pajak.
Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus berlangsung selama 75 hari atau sekitar 2,5 bulan. Nugroho berharap honor yang diterima para petugas dapat dibelanjakan di Kabupaten Siak sehingga turut mendorong perputaran ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor jasa.
“Meningkatkan 0,02 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Siak,” jelasnya.
Nugroho juga mengungkapkan komposisi petugas Sensus Ekonomi didominasi perempuan. Dari total petugas yang dikukuhkan, 65 persen merupakan perempuan dan 35 persen laki-laki.
Dari sisi pendidikan, sebanyak 49 persen petugas merupakan lulusan SLTA, sementara 51 persen lainnya berpendidikan sarjana.
Ia menambahkan, para petugas akan melakukan pendataan terhadap sekitar 39 ribu unit usaha dan 150 ribu kepala keluarga di Kabupaten Siak. Dalam pelaksanaannya, setiap petugas ditargetkan mendata sekitar 10 hingga 15 kepala keluarga atau unit usaha setiap hari.
“Petugas akan mendata 39 ribu usaha, 150 ribu KK. Dan yang menjadi tantangan beban petugas 10-15 KK atau usaha per hari,” ungkapnya.
Sebelum turun ke lapangan, seluruh petugas akan mengikuti pelatihan dan tetap mendapatkan honor selama masa pelatihan berlangsung.
Menurut Nugroho, para petugas yang terlibat merupakan putra-putri terbaik yang berasal dari berbagai kecamatan dan desa di Kabupaten Siak. Mereka juga merupakan warga yang berdomisili di wilayah tempat pelaksanaan pendataan.
Di akhir kegiatan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dukungan dari berbagai elemen dinilai menjadi faktor penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, karena suksesnya SE 2026 ini berkat keterlibatan semua pihak dan semua elemen yang telah membuka pintu serta memberikan dukungan,” tutupnya. (mng)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…
Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…