Categories: Indragiri Hulu

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Jumlah korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT Sinas Belilas Perkasa (SBP) yang harus dirujuk ke Pekanbaru kembali bertambah. Setelah sebelumnya dua korban menjalani perawatan di rumah sakit di Pekanbaru, kini satu korban lainnya juga harus mendapatkan penanganan medis lanjutan akibat luka tembak yang dideritanya.

Sementara itu, hingga Rabu (3/6/2026), enam orang terlapor yang diduga terlibat dalam penyerangan menggunakan air gun, senapan, dan senjata tajam terhadap para pekerja PT SBP masih belum berhasil diamankan aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polres Indragiri Hulu (Inhu) pada Senin (1/6/2026). Lokasi kejadian berada di titik koordinat 0.4643706,102.5424151, Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, yang disebut berada dalam area Hak Guna Usaha (HGU) Nomor 1 Tahun 2007 milik PT SBP.

Manager Humas PT SBP, Abdur Rahman Manurung, mengatakan korban bernama Leo Saputra terpaksa dirujuk dari rumah sakit di Belilas ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Setelah dua orang korban, kini korban atas nama Leo Saputra harus dirujuk dari rumah sakit di Belilas ke Pekanbaru. Korban sebelumnya mengalami dua luka tembak pada punggung,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, proses rujukan dilakukan karena korban membutuhkan perawatan yang lebih intensif atas luka tembak yang dialaminya. Sementara dua korban lainnya yang lebih dulu dirujuk ke Pekanbaru hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Terkait perkembangan kasus, Abdur Rahman membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada terlapor yang berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Belum ada perkembangan terbaru, pihak kepolisian masih mengejar para terlapor,” ungkapnya.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat pihak keluarga korban merasa kecewa dan terpukul. Bahkan, keluarga korban sempat meminta perusahaan untuk melakukan penjemputan secara mandiri terhadap para terlapor yang diduga sebagai pelaku penyerangan dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Menurutnya, keluarga korban dan sejumlah masyarakat mengaku mengenali identitas para terlapor serta mengetahui lokasi tempat tinggal mereka.

Namun permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh perusahaan karena proses penanganan perkara telah dilaporkan secara resmi dan menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Agar tidak terjadi aksi dari pihak keluarga yang tidak diinginkan, kami kembali berharap agar pihak kepolisian dapat menangkap pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra SH SIK MSi melalui Kasi Humas Aiptu Misran SH mengatakan tim kepolisian masih berada di lapangan untuk melakukan pengejaran terhadap para terlapor.

“Tim masih melakukan pengejaran dan masih berada di lapangan,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau para terlapor agar segera menyerahkan diri guna mempermudah proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami akan terus melakukan pengejaran, sebaiknya menyerahkan diri,” tutup Misran.(kas)

Redaksi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago