Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Mahasiswa Desak Pemerintah Serius Tangani Karhutla

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — "Hidup mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan Indonesia!"

Begitulah seru para presiden mahasiswa di seluruh kampus di Riau yang berorasi di depan Kantor Gubernur Riau. Mereka tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Riau. Berbagai almamater yang terdiri dari 20 lebih kampus di Riau serempak melakukan aksi damai dan menyatakan tidak akan anarkis.

"Kami akan bertindak kasar jika dilakukan reprepsif. Terima kasih pihak keamanan yang mengamankan unjuk rasa ini," sebut Koordinator Umum (Kordum) Aksi Plt BEM UIR, Deden.

Tak hanya sekadar orasi, mahasiswa juga menyanyikan lagu mars mahasiswa serta sumpah mahasiswa. Lebih lanjut, di atas mobil pikup Deden meminta kepada Gubri menanggapi serius masalah yang ada di Riau. Tuntutannya disampaikan kepada Gubri dan Kapolda Riau.

Baca Juga:  Jadi Imam Salat sampai Makan Siang Bersama

Adapun tuntutan untuk Gubernur Riau, pertama, mencabut izin korporasi yang membakar hutan dan lahan di Riau. Sehingga pada 2019 sebagai tahun terakhir bencana asap di Riau. Kedua, meminta perusahaan atau korporasi bertanggung jawab untuk korban asap di Riau. Ketiga, meminta Presiden RI Joko Widodo menyelesaikan karhutla di Riau.

"Besar harapan kami kepada bapak gubernur Riau agar menanggapi tuntutan kami," ujarnya.

Sementara tuntutan untuk Kapolda Riau yang baru yaitu, pertama, agar menghentikan aparat yang bertindak represif hingga menimbulkan jatuhnya korban mahasiswa. Kedua, meminta Kapolri agar membebaskan mahasiswa yang ditahan karena unjuk rasa. Ketiga, agar Kapolda Riau menjamin tidak adanya pihak kepolisian yang melakukan tindakan represif kepada mahasiswa di Riau. Keempat, meminta Kapolda Riau agar menjamin tidak adanya korporasi yang kembali melakukan karhutla.(*3)

Baca Juga:  Riau Siaga Darurat Satu Bulan

    
>>Berita terkait baca Riau Pos hari ini.

Editor: Rinaldi    

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — "Hidup mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan Indonesia!"

Begitulah seru para presiden mahasiswa di seluruh kampus di Riau yang berorasi di depan Kantor Gubernur Riau. Mereka tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Riau. Berbagai almamater yang terdiri dari 20 lebih kampus di Riau serempak melakukan aksi damai dan menyatakan tidak akan anarkis.

"Kami akan bertindak kasar jika dilakukan reprepsif. Terima kasih pihak keamanan yang mengamankan unjuk rasa ini," sebut Koordinator Umum (Kordum) Aksi Plt BEM UIR, Deden.

Tak hanya sekadar orasi, mahasiswa juga menyanyikan lagu mars mahasiswa serta sumpah mahasiswa. Lebih lanjut, di atas mobil pikup Deden meminta kepada Gubri menanggapi serius masalah yang ada di Riau. Tuntutannya disampaikan kepada Gubri dan Kapolda Riau.

Baca Juga:  Yusri: Siapa yang Mencintai Petani, Bisa Jadi Pengurus KTNA

Adapun tuntutan untuk Gubernur Riau, pertama, mencabut izin korporasi yang membakar hutan dan lahan di Riau. Sehingga pada 2019 sebagai tahun terakhir bencana asap di Riau. Kedua, meminta perusahaan atau korporasi bertanggung jawab untuk korban asap di Riau. Ketiga, meminta Presiden RI Joko Widodo menyelesaikan karhutla di Riau.

"Besar harapan kami kepada bapak gubernur Riau agar menanggapi tuntutan kami," ujarnya.

Sementara tuntutan untuk Kapolda Riau yang baru yaitu, pertama, agar menghentikan aparat yang bertindak represif hingga menimbulkan jatuhnya korban mahasiswa. Kedua, meminta Kapolri agar membebaskan mahasiswa yang ditahan karena unjuk rasa. Ketiga, agar Kapolda Riau menjamin tidak adanya pihak kepolisian yang melakukan tindakan represif kepada mahasiswa di Riau. Keempat, meminta Kapolda Riau agar menjamin tidak adanya korporasi yang kembali melakukan karhutla.(*3)

Baca Juga:  Sejumlah Ruas Jalan Strategis Dibangun

    
>>Berita terkait baca Riau Pos hari ini.

Editor: Rinaldi    

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Mahasiswa Desak Pemerintah Serius Tangani Karhutla

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — "Hidup mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan Indonesia!"

Begitulah seru para presiden mahasiswa di seluruh kampus di Riau yang berorasi di depan Kantor Gubernur Riau. Mereka tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Riau. Berbagai almamater yang terdiri dari 20 lebih kampus di Riau serempak melakukan aksi damai dan menyatakan tidak akan anarkis.

"Kami akan bertindak kasar jika dilakukan reprepsif. Terima kasih pihak keamanan yang mengamankan unjuk rasa ini," sebut Koordinator Umum (Kordum) Aksi Plt BEM UIR, Deden.

Tak hanya sekadar orasi, mahasiswa juga menyanyikan lagu mars mahasiswa serta sumpah mahasiswa. Lebih lanjut, di atas mobil pikup Deden meminta kepada Gubri menanggapi serius masalah yang ada di Riau. Tuntutannya disampaikan kepada Gubri dan Kapolda Riau.

Baca Juga:  Mencari Pengalaman Saja 

Adapun tuntutan untuk Gubernur Riau, pertama, mencabut izin korporasi yang membakar hutan dan lahan di Riau. Sehingga pada 2019 sebagai tahun terakhir bencana asap di Riau. Kedua, meminta perusahaan atau korporasi bertanggung jawab untuk korban asap di Riau. Ketiga, meminta Presiden RI Joko Widodo menyelesaikan karhutla di Riau.

"Besar harapan kami kepada bapak gubernur Riau agar menanggapi tuntutan kami," ujarnya.

Sementara tuntutan untuk Kapolda Riau yang baru yaitu, pertama, agar menghentikan aparat yang bertindak represif hingga menimbulkan jatuhnya korban mahasiswa. Kedua, meminta Kapolri agar membebaskan mahasiswa yang ditahan karena unjuk rasa. Ketiga, agar Kapolda Riau menjamin tidak adanya pihak kepolisian yang melakukan tindakan represif kepada mahasiswa di Riau. Keempat, meminta Kapolda Riau agar menjamin tidak adanya korporasi yang kembali melakukan karhutla.(*3)

Baca Juga:  Sejumlah Ruas Jalan Strategis Dibangun

    
>>Berita terkait baca Riau Pos hari ini.

Editor: Rinaldi    

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — "Hidup mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan Indonesia!"

Begitulah seru para presiden mahasiswa di seluruh kampus di Riau yang berorasi di depan Kantor Gubernur Riau. Mereka tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Riau. Berbagai almamater yang terdiri dari 20 lebih kampus di Riau serempak melakukan aksi damai dan menyatakan tidak akan anarkis.

"Kami akan bertindak kasar jika dilakukan reprepsif. Terima kasih pihak keamanan yang mengamankan unjuk rasa ini," sebut Koordinator Umum (Kordum) Aksi Plt BEM UIR, Deden.

Tak hanya sekadar orasi, mahasiswa juga menyanyikan lagu mars mahasiswa serta sumpah mahasiswa. Lebih lanjut, di atas mobil pikup Deden meminta kepada Gubri menanggapi serius masalah yang ada di Riau. Tuntutannya disampaikan kepada Gubri dan Kapolda Riau.

Baca Juga:  Wakapolri Berterima Kasih Sudah Didoakan

Adapun tuntutan untuk Gubernur Riau, pertama, mencabut izin korporasi yang membakar hutan dan lahan di Riau. Sehingga pada 2019 sebagai tahun terakhir bencana asap di Riau. Kedua, meminta perusahaan atau korporasi bertanggung jawab untuk korban asap di Riau. Ketiga, meminta Presiden RI Joko Widodo menyelesaikan karhutla di Riau.

"Besar harapan kami kepada bapak gubernur Riau agar menanggapi tuntutan kami," ujarnya.

Sementara tuntutan untuk Kapolda Riau yang baru yaitu, pertama, agar menghentikan aparat yang bertindak represif hingga menimbulkan jatuhnya korban mahasiswa. Kedua, meminta Kapolri agar membebaskan mahasiswa yang ditahan karena unjuk rasa. Ketiga, agar Kapolda Riau menjamin tidak adanya pihak kepolisian yang melakukan tindakan represif kepada mahasiswa di Riau. Keempat, meminta Kapolda Riau agar menjamin tidak adanya korporasi yang kembali melakukan karhutla.(*3)

Baca Juga:  Termasuk Hewan Purba, Belangkas Bakal Diselundupkan ke Malaysia

    
>>Berita terkait baca Riau Pos hari ini.

Editor: Rinaldi    

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari