Categories: Politik

Kerusuhan di Wamena Tak Terkait Isu SARA, Penegasan Kapolda Papua

PAPUA(RIAUPOS.CO) – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan, kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang terjadi pada 23 September lalu merupakan kejadian incidental yang dibuat oleh kelompok. Sehingga, dia menyimpulakan penyebab kerusuhan tersebut tidak ada hubungannya dengan ras, suku, maupun agama (SARA).

“Tidak persoalan itu. Itu saja yang saya ingatkan,” tegas Irjen Paulus Waterpauw seperti dikutip Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), Senin (7/10).

Paulus Waterpauw mengatakan situasi Papua hingga saat ini aman dan terkendali. Dirinya berpikir upaya membangun komunikasi yang cepat antara semua pihak jauh lebih baik. “Gubernur Papua juga sudah mengundang kami. Beliau menyampaikan beberapa masukan terkait langkah-langkah dan upaya yang sedang kami lakukan bersama. Ada beberapa saran dan solusi akan kami lakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, gubernur mempunya keinginan cepat untuk merecovery tempat tinggl dan tempat usaha warga yang ada di Wamena. Kemungkinan besar sebelum dibuat secara permanen akan dibuat secara sederhana atau darurat dengan membangun dari kayu seperti di Tolikara.

“Saya pikir itu sangat baik dan kami mendukung. Sehingga ada percepatan kembali saudara-saudara kita yang mungkin sudah turun ke Jayapura, Timika dan mengungsi ke wilayah lain untuk bisa segera kembali ke Wamena,” harapnya.

Polda Papua terus melakukan upaya-upaya langkah dengan melapisi kekuatan yang ada di beberapa daerah di Papua. Dimana kekuatan tersebut tak lain untuk menjaga dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Kekuatan personel kami tempatkan di Wamena, Jayapura, Sentani dan beberapa daerah lainnya yang sementara ini dianggap dalam tanda petik sebagai daerah yang sangat rentan terhadap gangguan,” jelasnya.

Untuk Wamena, Polda Papua akan mengirimkan satu kompi pasukan BKO Brimob. Hal ini untuk memperkuat keamanan pasca kerusuhan di wilayah tersebut. Pengiriman pasukan ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di sekitar Wamena.

Dimana satu kompi pasukan Brimob atau setara 100 personel ini akan bergabung dengan dua kompi Brimob yang telah berada di wilayah Wamena. Total 451 personel telah mengamankan wilayah Wamena pasca kerusuhan 23 September.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.co

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

44 Ribu Hektare Sawit PalmCo di Riau Dikelola dengan Skema Organik

PTPN IV PalmCo targetkan 44.000 hektare kebun sawit di Riau kelola pupuk organik dan perkuat…

43 menit ago

Setahun Agung–Markarius, Pekanbaru Berbenah Total dan Lebih Terarah

Setahun Agung–Markarius memimpin, Pekanbaru benahi infrastruktur, lingkungan, pendidikan hingga lunasi utang Rp470 miliar.

3 jam ago

Pemprov Riau Buka Posko THR, Perusahaan Wajib Bayar Paling Lambat 8 Maret

Pemprov Riau buka posko pengaduan THR. Perusahaan wajib bayar paling lambat 8 Maret 2026.

3 jam ago

Hukum Suntik Vaksin Meningitis saat Puasa Ramadan, Apakah Membatalkan?

memohon penjelasan: apakah diperbolehkan menjalani suntik vaksin meningitis pada siang hari dalam keadaan berpuasa?

3 jam ago

Penangkaran Walet Dikeluhkan, Lurah Siak Siap Koordinasi dengan Satpol PP

Warga Kampung Dalam Siak keluhkan suara bising penangkaran walet. Lurah telusuri izin dan siap gandeng…

4 jam ago

Puncak Arus Balik, Antrean Kendaraan Mengular di Dermaga Bengkalis

Arus balik Imlek 2577 di Pelabuhan Ro-Ro Bengkalis padat. Dishub siagakan empat kapal dan satu…

4 jam ago