mui-jawab-2026
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
Perkenalkan, saya Dewi. In sya Allah pada bulan suci Ramadan tahun ini saya bersama kedua orang tua berencana menunaikan ibadah umrah. Sebagaimana diketahui, salah satu persyaratan kesehatan bagi jemaah umrah adalah vaksin meningitis. Karena pelaksanaannya bertepatan dengan bulan puasa, saya ingin memohon penjelasan: apakah diperbolehkan menjalani suntik vaksin meningitis pada siang hari dalam keadaan berpuasa? Apakah tindakan tersebut berpengaruh terhadap keabsahan puasa kami menurut ketentuan syariat Islam? Mohon kiranya Bapak Ustaz berkenan memberikan penjelasan dan arahan.
Jawaban
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan seperti ini kerap muncul di tengah masyarakat, terutama ketika musim umrah bertepatan dengan Ramadan. Dalam perspektif fikih, suntik vaksin meningitis saat berpuasa pada dasarnya diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa. Hal ini karena vaksin bukanlah makanan atau minuman, serta tidak dimasukkan ke dalam tubuh melalui saluran yang secara umum menjadi sebab batalnya puasa, seperti mulut dan hidung. Vaksin diberikan melalui suntikan ke otot atau pembuluh darah sebagai langkah pencegahan penyakit, bukan sebagai asupan nutrisi yang menggantikan fungsi makan dan minum.
Penegasan ini juga sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, yang menyatakan bahwa vaksinasi yang dilakukan melalui suntikan intramuskular tidak membatalkan puasa. Secara prinsip fikih, ketentuan ini berlaku pula pada vaksin lainnya, termasuk vaksin meningitis, selama tidak mengandung unsur nutrisi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti makan dan minum. Dengan demikian, suntik vaksin meningitis saat puasa Ramadan tidak membatalkan puasa.
Islam sendiri menempatkan kesehatan sebagai bagian penting dari penjagaan jiwa. Allah SWT berfirman, ”Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al-Baqarah: 195), yang menjadi landasan bahwa upaya menjaga keselamatan diri adalah perintah agama. Dalam ayat tentang puasa, Allah juga menegaskan, ”Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185), menunjukkan bahwa syariat dibangun di atas prinsip kemudahan dan tidak dimaksudkan untuk memberatkan hamba-Nya.
Rasulullah SAW pun menganjurkan umatnya untuk berikhtiar menjaga kesehatan melalui sabdanya, ”Berobatlah kalian, wahai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan Dia juga menurunkan obatnya” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Vaksin meningitis yang diwajibkan bagi jemaah haji dan umrah merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk mencegah penyebaran penyakit di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara. Karena itu, pelaksanaannya bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga wujud tanggung jawab dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain, sejalan dengan tujuan utama syariat (maqashid syariah) dalam memelihara jiwa.
Dengan demikian, calon jemaah umrah yang harus menjalani vaksinasi di bulan Ramadan tidak perlu merasa khawatir terhadap keabsahan puasanya. Selama kondisi fisik tetap memungkinkan untuk melanjutkan puasa, maka ibadah tersebut tetap sah dan bernilai di sisi Allah SWT. Namun apabila muncul efek samping yang berat sehingga benar-benar tidak mampu berpuasa, Islam memberikan keringanan sesuai keadaan yang dihadapi.
Semoga Allah memudahkan setiap langkah para tamu-Nya menuju Tanah Suci, menjaga kesehatan selama perjalanan, serta menerima seluruh amal ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Wallahu a’lam bish-shawab.***
Polisi ungkap pembunuhan di Rumbai, menantu jadi otak perampokan. Empat pelaku ditangkap setelah kabur ke…
Disbunnakkan Inhu siapkan 28 petugas awasi hewan kurban jelang Iduladha. Langkah ini untuk cegah penyebaran…
Sebanyak 182 JCH Rohul Kloter 12 diberangkatkan ke Batam. Wabup Syafaruddin Poti melepas langsung dan…
SMAN 2 Singingi raih banyak juara di FLS3N 2026. Cabang tari kreasi mengantar wakil Kuansing…
Ratusan warga Rimbopanjang bongkar median jalan karena akses U-turn terlalu jauh. Aksi ini dipicu keluhan…
DLHK Pekanbaru temukan angkutan sampah palsu berkeliaran. Warga diminta waspada dan segera laporkan aktivitas mencurigakan.