Categories: Petuah Ramadan

Hakikat Puasa Mendidik dan Melatih Diri

Ramadan bukan hanya sekadar bulan menumpuk amal. Banyak orang menganggap ditumpuk Salat Tarawih, Witir, Salat Sunah, ditumpuk sedekah, lalu ditumpuk lagi zikir baca Al-Qur’an. Ketika ditanya untuk apa itu? Dijawab untuk bekal 11 bulan ke depan agar santai.

Karena itu, pola pikir kita harus diubah. Bahwa Ramadan itu adalah bulan pendidikan, manusia ini dalam ilmu logik, manusia disebut hewan yang bisa berbicara atau berkomunikasi dengan baik. Jadi yang membedakan kita dengan hewan, itu adalah adabnya.

Karena itu muncul pepatah orang Melayu, ‘’Hewan itu yang dipegang talinya, manusia itu yang dipegang omongannya’’. Jadi kalau ada manusia yang tidak bisa dipegang omongnya, ikatlah dia pakai tali.

Apa maknanya? Kambing, sapi kerbau diikat pakai tali. Tapi kalau manusia? Omongannya, adabnya, sopan santunannya, dan tata kramanya. Bagaimana cara mendidik manusia ini, maka dibuat Allah SWT satu waktu yang ditempa khusus yang namanya disebutkan dalam Al-Qur’an. Yakni bulan Ramadan.

Dan satu ibadahnya juga pun khusus disebutkan dalam Al-Qur’an. Yakni puasa. Targetnya yakni supaya mencapai tingkat takwa. Apa yang ingin dibentuk Allah melalui bulan Ramadan ini, yakni bagaimana orang terbiasa bangun diawal hari. Karena siapa yang paling awal bangunnya, dia yang akan paling banyak mendapat berkah.

Ada saudara kita nonmuslim, tertarik me­lihat video UAS, tentang berawal dari keterpaksaan lama-lama jadi kebiasaan. Kata pepatah kita, ‘’alah bisa karena terbiasa’’. Bangun di awal hari selama Ramadan yakni untuk melaksanakan sahur.

Otomatis kalau bangun sahur, dia akan salat sunah Tahajud, Witir, baca Al-Qur’an, berzikir, menunggu azan Subuh, dan berkumpul keluarga. Selama ini, bangun pagi anak sudah berangkat sekolah, istrinya sudah pergi, diapun tidak sempat makan.

Selama bulan Ramadan inilah, duduk bercengkerama, bertukar pikiran, dan bisa bersilaturahmi. Ini pendidikan awal. Lalu kemudian membiasakan diri salat berjemaah. Karena sudah bangun sahur, sehingga mudah salat berjemaah di masjid.

Siangnya kita didik lagi untuk salat berjemaah Zuhur dan Asar. Petangnya didik lagi untuk tepat waktu berbuka puasa. Selama Ramadan juga kita dididik untuk menjaga tatapan mata, kalau ada yang tidak layak dilihat menunduk.

Pada saat buka puasa juga dididik menahan hawa nafsu, siang-siang selama Ramadan rasanya air Danau Toba diminum tidak selesai. Tapi ketika buka masuk, dua tiga teguk air, mana hawa nafsu siang tadi.

Siangnya berpuasa, malamnya beribadah. Maka keluar dari bulan Ramadan, dia bukan lagi penumpuk amal. Karena sudah didik secara fisik dan mental. Mudah-mudahan Ramadan kali ini berkah dan keluar dari madrasah Ramadan menjadi alumni Ramadan yang terdidik dengan baik.***

Redaksi

Recent Posts

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

11 jam ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

2 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

3 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

3 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

3 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

3 hari ago