Categories: Pendidikan

Dari Semak Belukar Jadi Kebun Herbal, Mahasiswa FK Unri Hadirkan Program Lentera TOGA

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) menghadirkan program inovatif yang menggabungkan upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan pemanfaatan lahan secara produktif melalui kegiatan kuliah kerja nyata (Kukerta) di Kelurahan Teluk Makmur, Kota Dumai.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui program bertajuk Lestarikan Tanaman Obat untuk Kesehatan Keluarga (Lentera TOGA). Dalam program ini, lahan kosong yang berada di belakang Kantor Lurah Teluk Makmur berhasil diubah menjadi kebun tanaman obat keluarga yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (18/6) itu melibatkan mahasiswa Kukerta FK Unri yang terdiri dari Aqilah Sakura, Nayla Risadi, Nikita Kenzabrina, Putri Ramadhani, Disty Ananda, M Rismal, Muhammad Zikri, Miftahul Fauzan, dan Marsa Arsada.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa berkolaborasi dengan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut juga diikuti sekitar 20 anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Teluk Makmur dan mendapat dukungan penuh dari pihak kelurahan.

Program Lentera TOGA bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai langkah promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan keluarga.

Selama proses pelaksanaan, tim mahasiswa sempat menghadapi tantangan berupa kondisi lahan yang kurang terawat dan dipenuhi semak belukar. Area di belakang kantor lurah tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Namun, melalui semangat gotong royong yang melibatkan mahasiswa, anggota PKK, serta aparatur kelurahan, lahan tersebut berhasil dibersihkan dan ditata menjadi kebun tanaman obat dalam waktu relatif singkat.

Kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta membangun kerja sama yang lebih erat antara mahasiswa dan masyarakat setempat.

Beragam tanaman obat ditanam dalam program tersebut, di antaranya jahe, kunyit, kumis kucing, lidah buaya, kencur, daun sirih, sereh, dan lengkuas. Masing-masing jenis tanaman ditanam sebanyak tiga bibit.

Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan sekaligus mudah dibudidayakan dan dirawat oleh masyarakat di lingkungan sekitar. (end)

Redaksi

Recent Posts

APBD Rohul 2025 Terserap 92,87 Persen, Pemkab Kembali Raih WTP ke-10 Berturut-turut

Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…

30 menit ago

Tak Lolos SMAN/SMKN? Disdik Riau Siapkan 2.179 Kursi Gratis Lewat Jalur BOSDA Afirmasi

Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…

1 jam ago

Pemko Pekanbaru Kejar Target, Perbaikan Jalan Rusak Tahun Ini Ditargetkan Tembus Lebih dari 42 Km

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…

1 jam ago

Buron 3 Tahun, DPO Kasus 15 Kg Sabu di Bengkalis Akhirnya Ditangkap Polisi

Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…

5 jam ago

Idris Resmi Dilantik Jadi Anggota PAW DPRD Kampar, Gantikan Irwan Saputra

DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…

6 jam ago

Buron Dua Bulan, Pelaku Pembacokan di Kempas Ditangkap Saat Bersembunyi di Bali

Pelaku pengeroyokan dan pembacokan di Desa Sungai Gantang, Inhil, ditangkap di Bali setelah buron hampir…

7 jam ago