Senin, 16 Maret 2026
- Advertisement -

 Motta Akan Pakai Formasi 2-7-2 jika Melatih PSG?

PARIS (RIAUPOS.CO) – Thiago Motta menjadi salah satu alternatif pelatih baru Paris Saint-Germain (PSG) menggantikan peran Thomas Tuchel. Jika dipercaya jadi juru taktik, apakah dia akan memainkan formasi 2-7-2 untuk Neymar Jr dan kolega? 

Pengalaman Motta jadi pelatih terbilang minim. Dia dipercaya menangani PSG U-19 tak lama setelah gantung sepatu pada 2018.  

Namun mantan gelandang Les Parisiens, Barcelona, dan Inter Milan itu tak lama mengemban jabatan tersebut. Motta setelahnya mengambil lisensi pro UEFA. Kemudian orang Italia itu dipercaya melatih Genoa pada Agustus 2019 untuk menggantikan Aurelio Andreazzoli. 

Tapi kiprahnya di sana juga tak berlangsung lama. Dia dipecat empat bulan kemudian karena dinilai gagal mengangkat performa tim. 

Cerita paling dikenang sepanjang karier Motta sebagai pelatih adalah rencananya memakai formasi 2-7-2 yang sempat menyedot perhatian pecinta sepakbola. Tentu formasi tersebut tidak lazim digunakan. Hal tersebut pernah dia ucapkan saat diwawancarai La Gazetta dello Sport pada November 2018.

Baca Juga:  Hat-trick Ronaldo Bawa MU Bekap Tamunya Norwich City 3-2

"Menghitung dari kanan ke kiri, itu akan menjadi 2-7-2. Penjaga gawang, saya memasukkannya di tujuh pemain tengah. Buat saya, penyerang adalah pemain bertahan pertama," kata Motta kala itu.

"Sedangkan penjaga gawang pemain yang menyerang pertama. Permainan dimulai dari penjaga gawang, lewat kakinya, dan para pemain depan menekan untuk merebut bola kembali," ujarnya.

Bila ditelaah, apa yang dikatakan Motta masuk akal. Satu yang perlu digarisbawahi adalah skema 2-7-2 versi dirinya adalah formasi yang "Menghitung dari kanan ke kiri'. Jadi formasi baik itu 4-3-3, 4-2-3-1, 5-3-2, 3-5-2, 3-4-3, 4-4-2, bisa dijadikan skema 2-7-2. 

Kiper memulai permainan sudah diterapkan di berbagai tim seperti Barcelona dan Manchester City. Kemudian striker menjadi pemain bertahan. Mereka ditugaskan mengganggu pergerakan bek lawan saat memegang bola. Skema tersebut diterapkan Jurgen Klopp dan Jose Mourinho. 

Baca Juga:  Pj Gubri Berharap Fatih Tetap Memperhatikan Pendidikan

Menarik untuk kita tunggu. Apakah Motta akan memainkan skema 2-7-2 ala dirinya jika ditunjuk melatih PSG nanti. Sayangnya Motta bukan menjadi kandidat pengganti Tuchel yang utama. 

Mauricio Pochettino yang kini juga sedang menganggur lebih diunggulkan. Kemudian alternatif kedua adalah mantan allenatore Juventus dan AC Milan, Massimiliano Allegri. 

Sumber: Daily Mail/News/The Sun
Editor: Hary B Koriun

PARIS (RIAUPOS.CO) – Thiago Motta menjadi salah satu alternatif pelatih baru Paris Saint-Germain (PSG) menggantikan peran Thomas Tuchel. Jika dipercaya jadi juru taktik, apakah dia akan memainkan formasi 2-7-2 untuk Neymar Jr dan kolega? 

Pengalaman Motta jadi pelatih terbilang minim. Dia dipercaya menangani PSG U-19 tak lama setelah gantung sepatu pada 2018.  

Namun mantan gelandang Les Parisiens, Barcelona, dan Inter Milan itu tak lama mengemban jabatan tersebut. Motta setelahnya mengambil lisensi pro UEFA. Kemudian orang Italia itu dipercaya melatih Genoa pada Agustus 2019 untuk menggantikan Aurelio Andreazzoli. 

Tapi kiprahnya di sana juga tak berlangsung lama. Dia dipecat empat bulan kemudian karena dinilai gagal mengangkat performa tim. 

Cerita paling dikenang sepanjang karier Motta sebagai pelatih adalah rencananya memakai formasi 2-7-2 yang sempat menyedot perhatian pecinta sepakbola. Tentu formasi tersebut tidak lazim digunakan. Hal tersebut pernah dia ucapkan saat diwawancarai La Gazetta dello Sport pada November 2018.

- Advertisement -
Baca Juga:  Mungkin Kini Arsenal Menyesal Telah Coret Ozil

"Menghitung dari kanan ke kiri, itu akan menjadi 2-7-2. Penjaga gawang, saya memasukkannya di tujuh pemain tengah. Buat saya, penyerang adalah pemain bertahan pertama," kata Motta kala itu.

"Sedangkan penjaga gawang pemain yang menyerang pertama. Permainan dimulai dari penjaga gawang, lewat kakinya, dan para pemain depan menekan untuk merebut bola kembali," ujarnya.

- Advertisement -

Bila ditelaah, apa yang dikatakan Motta masuk akal. Satu yang perlu digarisbawahi adalah skema 2-7-2 versi dirinya adalah formasi yang "Menghitung dari kanan ke kiri'. Jadi formasi baik itu 4-3-3, 4-2-3-1, 5-3-2, 3-5-2, 3-4-3, 4-4-2, bisa dijadikan skema 2-7-2. 

Kiper memulai permainan sudah diterapkan di berbagai tim seperti Barcelona dan Manchester City. Kemudian striker menjadi pemain bertahan. Mereka ditugaskan mengganggu pergerakan bek lawan saat memegang bola. Skema tersebut diterapkan Jurgen Klopp dan Jose Mourinho. 

Baca Juga:  Pengkot TI Pekanbaru Kirim Atlet Ikuti Open Turnamen Wali Kota Pariaman

Menarik untuk kita tunggu. Apakah Motta akan memainkan skema 2-7-2 ala dirinya jika ditunjuk melatih PSG nanti. Sayangnya Motta bukan menjadi kandidat pengganti Tuchel yang utama. 

Mauricio Pochettino yang kini juga sedang menganggur lebih diunggulkan. Kemudian alternatif kedua adalah mantan allenatore Juventus dan AC Milan, Massimiliano Allegri. 

Sumber: Daily Mail/News/The Sun
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PARIS (RIAUPOS.CO) – Thiago Motta menjadi salah satu alternatif pelatih baru Paris Saint-Germain (PSG) menggantikan peran Thomas Tuchel. Jika dipercaya jadi juru taktik, apakah dia akan memainkan formasi 2-7-2 untuk Neymar Jr dan kolega? 

Pengalaman Motta jadi pelatih terbilang minim. Dia dipercaya menangani PSG U-19 tak lama setelah gantung sepatu pada 2018.  

Namun mantan gelandang Les Parisiens, Barcelona, dan Inter Milan itu tak lama mengemban jabatan tersebut. Motta setelahnya mengambil lisensi pro UEFA. Kemudian orang Italia itu dipercaya melatih Genoa pada Agustus 2019 untuk menggantikan Aurelio Andreazzoli. 

Tapi kiprahnya di sana juga tak berlangsung lama. Dia dipecat empat bulan kemudian karena dinilai gagal mengangkat performa tim. 

Cerita paling dikenang sepanjang karier Motta sebagai pelatih adalah rencananya memakai formasi 2-7-2 yang sempat menyedot perhatian pecinta sepakbola. Tentu formasi tersebut tidak lazim digunakan. Hal tersebut pernah dia ucapkan saat diwawancarai La Gazetta dello Sport pada November 2018.

Baca Juga:  Pengkot TI Pekanbaru Kirim Atlet Ikuti Open Turnamen Wali Kota Pariaman

"Menghitung dari kanan ke kiri, itu akan menjadi 2-7-2. Penjaga gawang, saya memasukkannya di tujuh pemain tengah. Buat saya, penyerang adalah pemain bertahan pertama," kata Motta kala itu.

"Sedangkan penjaga gawang pemain yang menyerang pertama. Permainan dimulai dari penjaga gawang, lewat kakinya, dan para pemain depan menekan untuk merebut bola kembali," ujarnya.

Bila ditelaah, apa yang dikatakan Motta masuk akal. Satu yang perlu digarisbawahi adalah skema 2-7-2 versi dirinya adalah formasi yang "Menghitung dari kanan ke kiri'. Jadi formasi baik itu 4-3-3, 4-2-3-1, 5-3-2, 3-5-2, 3-4-3, 4-4-2, bisa dijadikan skema 2-7-2. 

Kiper memulai permainan sudah diterapkan di berbagai tim seperti Barcelona dan Manchester City. Kemudian striker menjadi pemain bertahan. Mereka ditugaskan mengganggu pergerakan bek lawan saat memegang bola. Skema tersebut diterapkan Jurgen Klopp dan Jose Mourinho. 

Baca Juga:  Siasat Lakers Melalui Kostas

Menarik untuk kita tunggu. Apakah Motta akan memainkan skema 2-7-2 ala dirinya jika ditunjuk melatih PSG nanti. Sayangnya Motta bukan menjadi kandidat pengganti Tuchel yang utama. 

Mauricio Pochettino yang kini juga sedang menganggur lebih diunggulkan. Kemudian alternatif kedua adalah mantan allenatore Juventus dan AC Milan, Massimiliano Allegri. 

Sumber: Daily Mail/News/The Sun
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari