Minggu, 6 April 2025
spot_img

Istiqlal Akan Dirikan Kaderisasi Ulama, Ini Beberapa Negara yang Tertarik Ikut

JAKARRA (RIAUPOS.CO) – Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyebut Masjid Istiqlal sekarang tidak hanya untuk menjadi tempat ibadah, tetapi juga untuk tempat memberdayakan umat. 

Masjid Istiqlal menjalin kerja sama di bidang pendidikan dengan lembaga Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) untuk mengaderisasi para calon pemuka agama.  

Nanti, kata Nasaruddin, para calon ulama akan ditempa pendidikan setara S2 atau S3 di Masjid Istiqlal. 
"Masjid ini bukan seperti tempat beribadah yang lalu-lalu. Tetapi yang paling penting, Masjid Istiqlal juga untuk memperdayakan umat. Kami akan mendirikan pendidikan kader ulama, setara S2 hingga S3, kerja sama dengan PTIQ," kata Nasaruddin dalam keterangan melalui video yang diunggah oleh Kemenko Polhukam, Sabtu (30/1/2021).  

Baca Juga:  Tito Risih Namanya Dikaitkan dengan Capres 2024

Kerja sama tersebut, ujar Nasaruddin, ternyata sudah terendus informasinya hingga luar negeri. Tak tanggung-tanggung, berbagai negara, baik di Benua Eropa, Amerika, hingga Asia tertarik mengirimkan para kadernya ke Indonesia. 

"Jadi formalnya PTIQ, tetapi kurikulum lokalnya adalah di Istiqlal. Kenapa PTIQ, karena persyaratannya harus hapal Alquran karena calon imam dan majelis ulama di daerah. Eh ternyata di luar negeri kecium, banyak negara, seperti Amerika, Denmark, dan Afghanistan mau mengirimkan utusannya untuk ikut pengaderan ulama ini," ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, Nasaruddin pun turut bergembira. Menurutnya, ketika ditanya kenapa memilih Indonesia sebagai tempat belajar agama Islam, bukan ke negara lain, seperti Mesir, para perwakilan negara tersebut mengatakan bahwasa Islam di Indonesia sangat cocok dengan kultur mereka. 

Baca Juga:  Fitur Samsung DeX Bikin Kerja Lebih Mudah dan Cepat, Begini Sistemnya

"Menarik ya. Lalu saya tanyakan kenapa di Indonesia bukan di Mesir. Katanya Islam di Indonesia lebih familiar dengan kultur masyarakat kami yang modern," tutur Nasaruddin.

Sumber: News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

JAKARRA (RIAUPOS.CO) – Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyebut Masjid Istiqlal sekarang tidak hanya untuk menjadi tempat ibadah, tetapi juga untuk tempat memberdayakan umat. 

Masjid Istiqlal menjalin kerja sama di bidang pendidikan dengan lembaga Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) untuk mengaderisasi para calon pemuka agama.  

Nanti, kata Nasaruddin, para calon ulama akan ditempa pendidikan setara S2 atau S3 di Masjid Istiqlal. 
"Masjid ini bukan seperti tempat beribadah yang lalu-lalu. Tetapi yang paling penting, Masjid Istiqlal juga untuk memperdayakan umat. Kami akan mendirikan pendidikan kader ulama, setara S2 hingga S3, kerja sama dengan PTIQ," kata Nasaruddin dalam keterangan melalui video yang diunggah oleh Kemenko Polhukam, Sabtu (30/1/2021).  

Baca Juga:  Pengrusak Mobil Polantas Ditangkap, Ternyata Bukan Mahasiswa

Kerja sama tersebut, ujar Nasaruddin, ternyata sudah terendus informasinya hingga luar negeri. Tak tanggung-tanggung, berbagai negara, baik di Benua Eropa, Amerika, hingga Asia tertarik mengirimkan para kadernya ke Indonesia. 

"Jadi formalnya PTIQ, tetapi kurikulum lokalnya adalah di Istiqlal. Kenapa PTIQ, karena persyaratannya harus hapal Alquran karena calon imam dan majelis ulama di daerah. Eh ternyata di luar negeri kecium, banyak negara, seperti Amerika, Denmark, dan Afghanistan mau mengirimkan utusannya untuk ikut pengaderan ulama ini," ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, Nasaruddin pun turut bergembira. Menurutnya, ketika ditanya kenapa memilih Indonesia sebagai tempat belajar agama Islam, bukan ke negara lain, seperti Mesir, para perwakilan negara tersebut mengatakan bahwasa Islam di Indonesia sangat cocok dengan kultur mereka. 

Baca Juga:  Sudah Terjadi Transmisi Lokal di Rohul

"Menarik ya. Lalu saya tanyakan kenapa di Indonesia bukan di Mesir. Katanya Islam di Indonesia lebih familiar dengan kultur masyarakat kami yang modern," tutur Nasaruddin.

Sumber: News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Istiqlal Akan Dirikan Kaderisasi Ulama, Ini Beberapa Negara yang Tertarik Ikut

JAKARRA (RIAUPOS.CO) – Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyebut Masjid Istiqlal sekarang tidak hanya untuk menjadi tempat ibadah, tetapi juga untuk tempat memberdayakan umat. 

Masjid Istiqlal menjalin kerja sama di bidang pendidikan dengan lembaga Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) untuk mengaderisasi para calon pemuka agama.  

Nanti, kata Nasaruddin, para calon ulama akan ditempa pendidikan setara S2 atau S3 di Masjid Istiqlal. 
"Masjid ini bukan seperti tempat beribadah yang lalu-lalu. Tetapi yang paling penting, Masjid Istiqlal juga untuk memperdayakan umat. Kami akan mendirikan pendidikan kader ulama, setara S2 hingga S3, kerja sama dengan PTIQ," kata Nasaruddin dalam keterangan melalui video yang diunggah oleh Kemenko Polhukam, Sabtu (30/1/2021).  

Baca Juga:  Nikahi Kesha Ratuliu, Penghulu Pesan Ini ke Adhi Permana

Kerja sama tersebut, ujar Nasaruddin, ternyata sudah terendus informasinya hingga luar negeri. Tak tanggung-tanggung, berbagai negara, baik di Benua Eropa, Amerika, hingga Asia tertarik mengirimkan para kadernya ke Indonesia. 

"Jadi formalnya PTIQ, tetapi kurikulum lokalnya adalah di Istiqlal. Kenapa PTIQ, karena persyaratannya harus hapal Alquran karena calon imam dan majelis ulama di daerah. Eh ternyata di luar negeri kecium, banyak negara, seperti Amerika, Denmark, dan Afghanistan mau mengirimkan utusannya untuk ikut pengaderan ulama ini," ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, Nasaruddin pun turut bergembira. Menurutnya, ketika ditanya kenapa memilih Indonesia sebagai tempat belajar agama Islam, bukan ke negara lain, seperti Mesir, para perwakilan negara tersebut mengatakan bahwasa Islam di Indonesia sangat cocok dengan kultur mereka. 

Baca Juga:  Pengrusak Mobil Polantas Ditangkap, Ternyata Bukan Mahasiswa

"Menarik ya. Lalu saya tanyakan kenapa di Indonesia bukan di Mesir. Katanya Islam di Indonesia lebih familiar dengan kultur masyarakat kami yang modern," tutur Nasaruddin.

Sumber: News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

JAKARRA (RIAUPOS.CO) – Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyebut Masjid Istiqlal sekarang tidak hanya untuk menjadi tempat ibadah, tetapi juga untuk tempat memberdayakan umat. 

Masjid Istiqlal menjalin kerja sama di bidang pendidikan dengan lembaga Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) untuk mengaderisasi para calon pemuka agama.  

Nanti, kata Nasaruddin, para calon ulama akan ditempa pendidikan setara S2 atau S3 di Masjid Istiqlal. 
"Masjid ini bukan seperti tempat beribadah yang lalu-lalu. Tetapi yang paling penting, Masjid Istiqlal juga untuk memperdayakan umat. Kami akan mendirikan pendidikan kader ulama, setara S2 hingga S3, kerja sama dengan PTIQ," kata Nasaruddin dalam keterangan melalui video yang diunggah oleh Kemenko Polhukam, Sabtu (30/1/2021).  

Baca Juga:  PPKM Berlevel Diperpanjang hingga 16 Agustus

Kerja sama tersebut, ujar Nasaruddin, ternyata sudah terendus informasinya hingga luar negeri. Tak tanggung-tanggung, berbagai negara, baik di Benua Eropa, Amerika, hingga Asia tertarik mengirimkan para kadernya ke Indonesia. 

"Jadi formalnya PTIQ, tetapi kurikulum lokalnya adalah di Istiqlal. Kenapa PTIQ, karena persyaratannya harus hapal Alquran karena calon imam dan majelis ulama di daerah. Eh ternyata di luar negeri kecium, banyak negara, seperti Amerika, Denmark, dan Afghanistan mau mengirimkan utusannya untuk ikut pengaderan ulama ini," ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, Nasaruddin pun turut bergembira. Menurutnya, ketika ditanya kenapa memilih Indonesia sebagai tempat belajar agama Islam, bukan ke negara lain, seperti Mesir, para perwakilan negara tersebut mengatakan bahwasa Islam di Indonesia sangat cocok dengan kultur mereka. 

Baca Juga:  4 Orang Diciduk Polisi Usai Bentrok di Pejompongan dan Perempatan Slipi

"Menarik ya. Lalu saya tanyakan kenapa di Indonesia bukan di Mesir. Katanya Islam di Indonesia lebih familiar dengan kultur masyarakat kami yang modern," tutur Nasaruddin.

Sumber: News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari