Minggu, 30 November 2025
spot_img

Aksi Massa yang Berlarian Kagetkan Pasien RS Harapan Kita

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Aksi massa di area Gedung DPR, Palmerah, dan kawasan lainnya di Jakarta Barat kembali berakhir ricuh. Salah satu yang terkena dampaknya adalah fasilitas publik. Selain kereta dan MRT, kali ini aksi massa yang didominasi para pelajar itu mengganggu kenyamanan pasien di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Jakarta.

Direktur Penunjang RSJPD Harapan Kita, dr Lia G Partakusuma SpPK kepada JawaPos.com menjelaskan, aksi massa yang berlarian mengagetkan semua staf rumah sakit dan pasien. Pihak keamanan rumah sakit dan para staf berjaga-jaga agar massa tak masuk ke dalam RS.

"Kami terus kordinasi dengan staf dokter, perawat dan staf lain. Berjaga-jaga lebih ketat agar jangan ada massa masuk RS. Mohon doanya," kata dr Lia, Senin (30/9).

Baca Juga:  Bamsoet Minta Aparat Fokus Antisipasi Arus Balik Lebaran

Dr Lia menegaskan tak ada massa yang merangsek masuk atau berbuat rusuh di dalam area rumah sakit.

"Tidak ada (penjarahan). Kaget saja tiba-tiba banyak massa lari-lari dari depan dan belakang RS. Lalu ada yang mengejar," jelasnya.

Menurutnya hingga pukul 22.30 WIB, suara letupan tembakan masih terdengar di luar rumah sakit. Dia berharap hal itu tak mengganggu kenyamanan pasien.

"Masih terdengar suara-suara tembakan. Jadi kami minta semua staf tetap di RS dulu," kata dr Lia.

Dampak lainnya yang juga dialami para staf dan tenaga kesehatan di sana adalah sulitnya transportasi untuk para pekerja untuk pulang. Maka para staf terpaksa harus bertahan di rumah sakit dan belum bisa pulang ke rumah.

Baca Juga:  SKB CPNS Dijadwalkan Mulai Agustus

"Staf dan penunggu pasien tidak bisa pulang karen tranportasi sulit. Beberapa petugas harus melanjutkan dinas, karena petugas jaga malam tidak bisa ke RS," jelas dr Lia.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Aksi massa di area Gedung DPR, Palmerah, dan kawasan lainnya di Jakarta Barat kembali berakhir ricuh. Salah satu yang terkena dampaknya adalah fasilitas publik. Selain kereta dan MRT, kali ini aksi massa yang didominasi para pelajar itu mengganggu kenyamanan pasien di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Jakarta.

Direktur Penunjang RSJPD Harapan Kita, dr Lia G Partakusuma SpPK kepada JawaPos.com menjelaskan, aksi massa yang berlarian mengagetkan semua staf rumah sakit dan pasien. Pihak keamanan rumah sakit dan para staf berjaga-jaga agar massa tak masuk ke dalam RS.

"Kami terus kordinasi dengan staf dokter, perawat dan staf lain. Berjaga-jaga lebih ketat agar jangan ada massa masuk RS. Mohon doanya," kata dr Lia, Senin (30/9).

Baca Juga:  Bejat, Oknum Guru SD Cabul Mengaku Terpengaruh Film Dewasa

Dr Lia menegaskan tak ada massa yang merangsek masuk atau berbuat rusuh di dalam area rumah sakit.

"Tidak ada (penjarahan). Kaget saja tiba-tiba banyak massa lari-lari dari depan dan belakang RS. Lalu ada yang mengejar," jelasnya.

- Advertisement -

Menurutnya hingga pukul 22.30 WIB, suara letupan tembakan masih terdengar di luar rumah sakit. Dia berharap hal itu tak mengganggu kenyamanan pasien.

"Masih terdengar suara-suara tembakan. Jadi kami minta semua staf tetap di RS dulu," kata dr Lia.

- Advertisement -

Dampak lainnya yang juga dialami para staf dan tenaga kesehatan di sana adalah sulitnya transportasi untuk para pekerja untuk pulang. Maka para staf terpaksa harus bertahan di rumah sakit dan belum bisa pulang ke rumah.

Baca Juga:  Dari Asisten I, Ferry Jabat Pj Sekdakab Rohil

"Staf dan penunggu pasien tidak bisa pulang karen tranportasi sulit. Beberapa petugas harus melanjutkan dinas, karena petugas jaga malam tidak bisa ke RS," jelas dr Lia.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Aksi massa di area Gedung DPR, Palmerah, dan kawasan lainnya di Jakarta Barat kembali berakhir ricuh. Salah satu yang terkena dampaknya adalah fasilitas publik. Selain kereta dan MRT, kali ini aksi massa yang didominasi para pelajar itu mengganggu kenyamanan pasien di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Jakarta.

Direktur Penunjang RSJPD Harapan Kita, dr Lia G Partakusuma SpPK kepada JawaPos.com menjelaskan, aksi massa yang berlarian mengagetkan semua staf rumah sakit dan pasien. Pihak keamanan rumah sakit dan para staf berjaga-jaga agar massa tak masuk ke dalam RS.

"Kami terus kordinasi dengan staf dokter, perawat dan staf lain. Berjaga-jaga lebih ketat agar jangan ada massa masuk RS. Mohon doanya," kata dr Lia, Senin (30/9).

Baca Juga:  26 Meninggal Akibat Virus Korona, Iran Larang Masjid Gelar Salat Jumat

Dr Lia menegaskan tak ada massa yang merangsek masuk atau berbuat rusuh di dalam area rumah sakit.

"Tidak ada (penjarahan). Kaget saja tiba-tiba banyak massa lari-lari dari depan dan belakang RS. Lalu ada yang mengejar," jelasnya.

Menurutnya hingga pukul 22.30 WIB, suara letupan tembakan masih terdengar di luar rumah sakit. Dia berharap hal itu tak mengganggu kenyamanan pasien.

"Masih terdengar suara-suara tembakan. Jadi kami minta semua staf tetap di RS dulu," kata dr Lia.

Dampak lainnya yang juga dialami para staf dan tenaga kesehatan di sana adalah sulitnya transportasi untuk para pekerja untuk pulang. Maka para staf terpaksa harus bertahan di rumah sakit dan belum bisa pulang ke rumah.

Baca Juga:  Twitter Dorong Pengguna untuk Teliti Artikel Sebelum Membagikan

"Staf dan penunggu pasien tidak bisa pulang karen tranportasi sulit. Beberapa petugas harus melanjutkan dinas, karena petugas jaga malam tidak bisa ke RS," jelas dr Lia.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari