Jumat, 9 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Pekerja Lari Tunggang Langgang

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Keseriusan Polres Kuansing dalam memberantas aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) terus ditunjukan. Kali ini, personel yang dinamakan tim "belalang hitam" Satreskrim Polres Kuansing bergerak cepat.

Dari penertiban tersebut, Polres Kuansing berhasil merusak dan membakar 6 kapal PETI yang sudah ditinggal pekerja di Desa Titian Modang, Kecamatan Kuantan Tengah, Jumat (30/1).

Menurut Kapolres Kuansing, AKBP Henky Poerwanto SIK MM saat dihubungi riaupos.co, Sabtu (30/1/2021), pekerja PETI mengetahui kedatangan personel. Sehingga, mereka menyelamatkan diri.

"Mereka berhamburan melarikan diri dengan mengarungi sungai dan melarikan diri ke semak-semak. Kapal PETI yang ditinggal pekerja langsung dirusak dan dibakar," ujar Kapolres.

Penertiban yang dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Kuansing AKP Boy Marudut Tua SH dan dibantu personel Polsek Kuantan Tengah ini masuk ke semak-semak areal perkebunan PT Duta Palma Nusantara (DPN) divisi 8.

"Tidak ada yang sia sia, walau pelaku berhasil melarikan diri. 6 unit rakit dompeng yang masih lengkap ditinggal lari oleh pelakunya dilakukan pengrusakan dengan cara dipotong menggunakan chain saw dan dibakar sehingga rakit tidak bisa digunakan lagi," kata Kapolres.

Laporan: Mardias Chan (Telukkuantan)
Editor: Rinaldi

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Keseriusan Polres Kuansing dalam memberantas aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) terus ditunjukan. Kali ini, personel yang dinamakan tim "belalang hitam" Satreskrim Polres Kuansing bergerak cepat.

Dari penertiban tersebut, Polres Kuansing berhasil merusak dan membakar 6 kapal PETI yang sudah ditinggal pekerja di Desa Titian Modang, Kecamatan Kuantan Tengah, Jumat (30/1).

Menurut Kapolres Kuansing, AKBP Henky Poerwanto SIK MM saat dihubungi riaupos.co, Sabtu (30/1/2021), pekerja PETI mengetahui kedatangan personel. Sehingga, mereka menyelamatkan diri.

"Mereka berhamburan melarikan diri dengan mengarungi sungai dan melarikan diri ke semak-semak. Kapal PETI yang ditinggal pekerja langsung dirusak dan dibakar," ujar Kapolres.

Penertiban yang dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Kuansing AKP Boy Marudut Tua SH dan dibantu personel Polsek Kuantan Tengah ini masuk ke semak-semak areal perkebunan PT Duta Palma Nusantara (DPN) divisi 8.

- Advertisement -

"Tidak ada yang sia sia, walau pelaku berhasil melarikan diri. 6 unit rakit dompeng yang masih lengkap ditinggal lari oleh pelakunya dilakukan pengrusakan dengan cara dipotong menggunakan chain saw dan dibakar sehingga rakit tidak bisa digunakan lagi," kata Kapolres.

Laporan: Mardias Chan (Telukkuantan)
Editor: Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Keseriusan Polres Kuansing dalam memberantas aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) terus ditunjukan. Kali ini, personel yang dinamakan tim "belalang hitam" Satreskrim Polres Kuansing bergerak cepat.

Dari penertiban tersebut, Polres Kuansing berhasil merusak dan membakar 6 kapal PETI yang sudah ditinggal pekerja di Desa Titian Modang, Kecamatan Kuantan Tengah, Jumat (30/1).

Menurut Kapolres Kuansing, AKBP Henky Poerwanto SIK MM saat dihubungi riaupos.co, Sabtu (30/1/2021), pekerja PETI mengetahui kedatangan personel. Sehingga, mereka menyelamatkan diri.

"Mereka berhamburan melarikan diri dengan mengarungi sungai dan melarikan diri ke semak-semak. Kapal PETI yang ditinggal pekerja langsung dirusak dan dibakar," ujar Kapolres.

Penertiban yang dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Kuansing AKP Boy Marudut Tua SH dan dibantu personel Polsek Kuantan Tengah ini masuk ke semak-semak areal perkebunan PT Duta Palma Nusantara (DPN) divisi 8.

"Tidak ada yang sia sia, walau pelaku berhasil melarikan diri. 6 unit rakit dompeng yang masih lengkap ditinggal lari oleh pelakunya dilakukan pengrusakan dengan cara dipotong menggunakan chain saw dan dibakar sehingga rakit tidak bisa digunakan lagi," kata Kapolres.

Laporan: Mardias Chan (Telukkuantan)
Editor: Rinaldi

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari