Jumat, 16 Oktober 2026
- Advertisement -

Partai Republik Takut Bolton Bicara

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) — Politisi Partai Republik AS panik menjelang sesi pertanyaan dalam sidang impeachment Presiden AS Donald Trump. Seusai tim pembela merangkum argumen, Pemimpin Kelompok Mayoritas Senat AS Mitch McConnel langsung mengumpulkan kawan senator Republik. Dia berpesan bahwa partai berlogo gajah itu tak bisa memastikan menang dalam pemungutan suara untuk memanggil saksi.

Kabar tersebut langsung tersebar di seluruh AS. Nyatanya, posisi Republik di sidang kali ini makin goyah. Mereka tak yakin bisa membuat seluruh anggota Fraksi Republik di majelis tinggi menaati arahan. Padahal, dalam waktu dekat mereka akan melakukan voting terkait pemanggilan saksi.

"Keadaan membaik baru-baru ini, dan saya menargetkan bisa mendapatkan 51 suara," ungkap McConnel menurut sumber internal kepada CNN.

Baca Juga:  Nikita dan Anaknya Hampir Celaka, Ban Mobil yang Ditumpangi Digembosi OTK

Untuk melengserkan Trump, Demokrat dan independen perlu 67 suara dukungan. Jelas sulit karena jumlah total tim oposisi Trump hanya 47 orang. Namun, semua itu berubah dengan kabar pengakuan mantan Penasihat Keamanan AS John Bolton. Menurut New York Times, Bolton sedang menulis manuskrip yang juga menjelaskan bahwa Trump memberikan perintah untuk membekukan dana bantuan bagi Ukraina.(bil/c10/dos/jpg)

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) — Politisi Partai Republik AS panik menjelang sesi pertanyaan dalam sidang impeachment Presiden AS Donald Trump. Seusai tim pembela merangkum argumen, Pemimpin Kelompok Mayoritas Senat AS Mitch McConnel langsung mengumpulkan kawan senator Republik. Dia berpesan bahwa partai berlogo gajah itu tak bisa memastikan menang dalam pemungutan suara untuk memanggil saksi.

Kabar tersebut langsung tersebar di seluruh AS. Nyatanya, posisi Republik di sidang kali ini makin goyah. Mereka tak yakin bisa membuat seluruh anggota Fraksi Republik di majelis tinggi menaati arahan. Padahal, dalam waktu dekat mereka akan melakukan voting terkait pemanggilan saksi.

"Keadaan membaik baru-baru ini, dan saya menargetkan bisa mendapatkan 51 suara," ungkap McConnel menurut sumber internal kepada CNN.

Baca Juga:  Hati-Hati, Bermesraan Berisiko Menularkan Virus Corona

Untuk melengserkan Trump, Demokrat dan independen perlu 67 suara dukungan. Jelas sulit karena jumlah total tim oposisi Trump hanya 47 orang. Namun, semua itu berubah dengan kabar pengakuan mantan Penasihat Keamanan AS John Bolton. Menurut New York Times, Bolton sedang menulis manuskrip yang juga menjelaskan bahwa Trump memberikan perintah untuk membekukan dana bantuan bagi Ukraina.(bil/c10/dos/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) — Politisi Partai Republik AS panik menjelang sesi pertanyaan dalam sidang impeachment Presiden AS Donald Trump. Seusai tim pembela merangkum argumen, Pemimpin Kelompok Mayoritas Senat AS Mitch McConnel langsung mengumpulkan kawan senator Republik. Dia berpesan bahwa partai berlogo gajah itu tak bisa memastikan menang dalam pemungutan suara untuk memanggil saksi.

Kabar tersebut langsung tersebar di seluruh AS. Nyatanya, posisi Republik di sidang kali ini makin goyah. Mereka tak yakin bisa membuat seluruh anggota Fraksi Republik di majelis tinggi menaati arahan. Padahal, dalam waktu dekat mereka akan melakukan voting terkait pemanggilan saksi.

"Keadaan membaik baru-baru ini, dan saya menargetkan bisa mendapatkan 51 suara," ungkap McConnel menurut sumber internal kepada CNN.

Baca Juga:  Usman Hamid Sesalkan Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi

Untuk melengserkan Trump, Demokrat dan independen perlu 67 suara dukungan. Jelas sulit karena jumlah total tim oposisi Trump hanya 47 orang. Namun, semua itu berubah dengan kabar pengakuan mantan Penasihat Keamanan AS John Bolton. Menurut New York Times, Bolton sedang menulis manuskrip yang juga menjelaskan bahwa Trump memberikan perintah untuk membekukan dana bantuan bagi Ukraina.(bil/c10/dos/jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari