Minggu, 6 April 2025
spot_img

Mi Instan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rani tinggal bersama kedua orang tuanya. Ibunya adalah perempuan penyabar yang rajin dan sangat pandai memasak. Setiap hari ibu memasakkan makanan bervariasi, sehat, lezat, dan bergizi.

Namun, Rani sangat menyukai mi instan. Meskipun ibu sudah menyiapkan hidangan yang enak untuk dimakan, Rani kerap memasak mi instan diam-diam di dapur, serta melewatkan waktu

makan bersama.  Karena itu lah, ibu kerap marah-marah lantaran Rani tidak makan apa yang sudah disajikan dan memilih masak mi instan. Kendati demikian, ibu masih menyisakan makanan di meja makan agar jika Rani lapar bisa memakannya.

Tetapi Rani tetap memilih makan paling terakhir agar dapat alasan untuk memasak mi instan kesukaannya.

Baca Juga:  Muhyiddin Minta Rakyat Terima Keputusan Raja

Suatu hari, ibu pulang membawa dua kardus mi instan. Rani terheran-heran karena biasanya ibu tak pernah menyetok mi, dengan alasan kesehatan.

Rani semakin heran saat tidak melihat makanan apa pun di atas meja. Hidangan-hidangan yang biasanya tersaji kini absen, bahkan ibu juga tidak memasak nasi sedikit pun.

"Abisin itu mi-nya! Ibu nggak mau masak lagi. Toh juga nggak dimakan," ujar ibu sembari meninggalkan Rani.

"Alamaak..! Ibu marah," ujar Rani tidak tahu harus senang atau sedih.(anf)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rani tinggal bersama kedua orang tuanya. Ibunya adalah perempuan penyabar yang rajin dan sangat pandai memasak. Setiap hari ibu memasakkan makanan bervariasi, sehat, lezat, dan bergizi.

Namun, Rani sangat menyukai mi instan. Meskipun ibu sudah menyiapkan hidangan yang enak untuk dimakan, Rani kerap memasak mi instan diam-diam di dapur, serta melewatkan waktu

makan bersama.  Karena itu lah, ibu kerap marah-marah lantaran Rani tidak makan apa yang sudah disajikan dan memilih masak mi instan. Kendati demikian, ibu masih menyisakan makanan di meja makan agar jika Rani lapar bisa memakannya.

Tetapi Rani tetap memilih makan paling terakhir agar dapat alasan untuk memasak mi instan kesukaannya.

Baca Juga:  Bongkar Mafia Minyak Goreng, Kejagung Periksa Mantan Mendag Lutfi

Suatu hari, ibu pulang membawa dua kardus mi instan. Rani terheran-heran karena biasanya ibu tak pernah menyetok mi, dengan alasan kesehatan.

Rani semakin heran saat tidak melihat makanan apa pun di atas meja. Hidangan-hidangan yang biasanya tersaji kini absen, bahkan ibu juga tidak memasak nasi sedikit pun.

"Abisin itu mi-nya! Ibu nggak mau masak lagi. Toh juga nggak dimakan," ujar ibu sembari meninggalkan Rani.

"Alamaak..! Ibu marah," ujar Rani tidak tahu harus senang atau sedih.(anf)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Mi Instan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rani tinggal bersama kedua orang tuanya. Ibunya adalah perempuan penyabar yang rajin dan sangat pandai memasak. Setiap hari ibu memasakkan makanan bervariasi, sehat, lezat, dan bergizi.

Namun, Rani sangat menyukai mi instan. Meskipun ibu sudah menyiapkan hidangan yang enak untuk dimakan, Rani kerap memasak mi instan diam-diam di dapur, serta melewatkan waktu

makan bersama.  Karena itu lah, ibu kerap marah-marah lantaran Rani tidak makan apa yang sudah disajikan dan memilih masak mi instan. Kendati demikian, ibu masih menyisakan makanan di meja makan agar jika Rani lapar bisa memakannya.

Tetapi Rani tetap memilih makan paling terakhir agar dapat alasan untuk memasak mi instan kesukaannya.

Baca Juga:  Sosialisasi Layanan RS Awal Bros, Gubri Ikut Serahkan Kaki Palsu ke Pasien

Suatu hari, ibu pulang membawa dua kardus mi instan. Rani terheran-heran karena biasanya ibu tak pernah menyetok mi, dengan alasan kesehatan.

Rani semakin heran saat tidak melihat makanan apa pun di atas meja. Hidangan-hidangan yang biasanya tersaji kini absen, bahkan ibu juga tidak memasak nasi sedikit pun.

"Abisin itu mi-nya! Ibu nggak mau masak lagi. Toh juga nggak dimakan," ujar ibu sembari meninggalkan Rani.

"Alamaak..! Ibu marah," ujar Rani tidak tahu harus senang atau sedih.(anf)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rani tinggal bersama kedua orang tuanya. Ibunya adalah perempuan penyabar yang rajin dan sangat pandai memasak. Setiap hari ibu memasakkan makanan bervariasi, sehat, lezat, dan bergizi.

Namun, Rani sangat menyukai mi instan. Meskipun ibu sudah menyiapkan hidangan yang enak untuk dimakan, Rani kerap memasak mi instan diam-diam di dapur, serta melewatkan waktu

makan bersama.  Karena itu lah, ibu kerap marah-marah lantaran Rani tidak makan apa yang sudah disajikan dan memilih masak mi instan. Kendati demikian, ibu masih menyisakan makanan di meja makan agar jika Rani lapar bisa memakannya.

Tetapi Rani tetap memilih makan paling terakhir agar dapat alasan untuk memasak mi instan kesukaannya.

Baca Juga:  Antibodi AstraZeneca Diklaim Kurangi Varian Omicron BA.2 di Paru-Paru

Suatu hari, ibu pulang membawa dua kardus mi instan. Rani terheran-heran karena biasanya ibu tak pernah menyetok mi, dengan alasan kesehatan.

Rani semakin heran saat tidak melihat makanan apa pun di atas meja. Hidangan-hidangan yang biasanya tersaji kini absen, bahkan ibu juga tidak memasak nasi sedikit pun.

"Abisin itu mi-nya! Ibu nggak mau masak lagi. Toh juga nggak dimakan," ujar ibu sembari meninggalkan Rani.

"Alamaak..! Ibu marah," ujar Rani tidak tahu harus senang atau sedih.(anf)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari