Senin, 12 Oktober 2026
- Advertisement -

Polisi Sebut Pembunuh Bayaran Ditangkap

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Satu per satu teka-teki yang menyelimuti kerusuhan 22 Mei terungkap. Kemarin (27/5) Polri mengungkapkan penangkapan enam tersangka yang merencanakan pembunuhan terhadap empat pejabat dan satu petinggi lembaga survei. Rencana pembunuhan ini ditargetkan untuk memperparah kerusuhan 22 Mei.

Kadivhumas Polri Irjen M Iqbal menjelaskan, enam orang yang ditangkap berinisial, HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Mereka ditangkap karena merencanakan pembunuhan terhadap empat pejabat dan satu petinggi lembaga survei.

”Empat pejabat yang menjadi target pembunuhan bukan presiden, namun bukan kapasitas saya menyampaikan,” tuturnya.

Setiap tersangka memiliki peran yang berbeda. Peran paling krusial dalam perencanaan pembunuhan itu di tangan HK.

Baca Juga:  Bangunan Sepanjang Sungai Dumai Bakal Direlokasi

ia merupakan leader dari kelompok yang merencanakan pembunuhan ini. Tugasnya, mencari senjata dan mencari eksekutor.  ”Saat ditangkap dia membawa satu pucuk senjata api revolver,” ujarnya.

Diketahui HK menerima uang Rp150 juta untuk melakukan aksi kejinya tersebut. Selanjutnya, AZ yang ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada Selasa 21 Mei.  ”Perannya menjadi eksekutor sekaligus mencari eksekutor lainnya,” paparnya.

Pada hari yang sama, ditangkap IR di Pos Peruri, di Kebon Jeruk Jakarta Selatan. IR telah menerima uang Rp5 juta untuk menjadi eksekutor.(idr/jpg)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Eko Faizin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Satu per satu teka-teki yang menyelimuti kerusuhan 22 Mei terungkap. Kemarin (27/5) Polri mengungkapkan penangkapan enam tersangka yang merencanakan pembunuhan terhadap empat pejabat dan satu petinggi lembaga survei. Rencana pembunuhan ini ditargetkan untuk memperparah kerusuhan 22 Mei.

Kadivhumas Polri Irjen M Iqbal menjelaskan, enam orang yang ditangkap berinisial, HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Mereka ditangkap karena merencanakan pembunuhan terhadap empat pejabat dan satu petinggi lembaga survei.

”Empat pejabat yang menjadi target pembunuhan bukan presiden, namun bukan kapasitas saya menyampaikan,” tuturnya.

Setiap tersangka memiliki peran yang berbeda. Peran paling krusial dalam perencanaan pembunuhan itu di tangan HK.

Baca Juga:  Pakai Hybrid Bikin Tambah Irit

ia merupakan leader dari kelompok yang merencanakan pembunuhan ini. Tugasnya, mencari senjata dan mencari eksekutor.  ”Saat ditangkap dia membawa satu pucuk senjata api revolver,” ujarnya.

- Advertisement -

Diketahui HK menerima uang Rp150 juta untuk melakukan aksi kejinya tersebut. Selanjutnya, AZ yang ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada Selasa 21 Mei.  ”Perannya menjadi eksekutor sekaligus mencari eksekutor lainnya,” paparnya.

Pada hari yang sama, ditangkap IR di Pos Peruri, di Kebon Jeruk Jakarta Selatan. IR telah menerima uang Rp5 juta untuk menjadi eksekutor.(idr/jpg)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Eko Faizin
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Satu per satu teka-teki yang menyelimuti kerusuhan 22 Mei terungkap. Kemarin (27/5) Polri mengungkapkan penangkapan enam tersangka yang merencanakan pembunuhan terhadap empat pejabat dan satu petinggi lembaga survei. Rencana pembunuhan ini ditargetkan untuk memperparah kerusuhan 22 Mei.

Kadivhumas Polri Irjen M Iqbal menjelaskan, enam orang yang ditangkap berinisial, HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Mereka ditangkap karena merencanakan pembunuhan terhadap empat pejabat dan satu petinggi lembaga survei.

”Empat pejabat yang menjadi target pembunuhan bukan presiden, namun bukan kapasitas saya menyampaikan,” tuturnya.

Setiap tersangka memiliki peran yang berbeda. Peran paling krusial dalam perencanaan pembunuhan itu di tangan HK.

Baca Juga:  Bansos Cair Lagi, Dapat Uang Tunai dan Beras 10 Kg

ia merupakan leader dari kelompok yang merencanakan pembunuhan ini. Tugasnya, mencari senjata dan mencari eksekutor.  ”Saat ditangkap dia membawa satu pucuk senjata api revolver,” ujarnya.

Diketahui HK menerima uang Rp150 juta untuk melakukan aksi kejinya tersebut. Selanjutnya, AZ yang ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada Selasa 21 Mei.  ”Perannya menjadi eksekutor sekaligus mencari eksekutor lainnya,” paparnya.

Pada hari yang sama, ditangkap IR di Pos Peruri, di Kebon Jeruk Jakarta Selatan. IR telah menerima uang Rp5 juta untuk menjadi eksekutor.(idr/jpg)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Eko Faizin

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari