Categories: Nasional

6.000 Petisi Terjawab Usai Andi Taufan dan Belva Mundur?

JAKARTA (RIAUPOS.CO)Mundurnya Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah Devara menjawab tuntutan masyarakat terkait petisi change.org mengenai Evaluasi Stafsus Presiden yang sudah didukung lebih dari 6.000 tanda tangan.

Petisi tersebut diinisiasi oleh Kharis Subarkha Koordinator Milenial Rebahan Anti Baper dan Peduli Bangsa. Dalam Petisinya, Kharis menekankan dua Staf Khusus Presiden, yakni Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah yang diduga terlibat konflik kepentingan.

Kharis menyebut, Andi Taufan Garuda diduga menyalahgunakan wewenangnya ketika mengirim Surat dengan Kop Sekretariat Kabinet dengan Nomor : 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 Perihal Kerjasama relawan desa lawan Covid-19 kepada Camat seluruh indonesia dengan PT. Amartha Mikro Fintech.

Kharis menduga, hal itu merupakan konflik kepentingan karena Andi Taufan Garuda adalah Founder PT. Amartha Mikro Fintech. Sementara itu, Adamas Belva Syah juga diramaikan setelah kerjasama Kartu Pra Kerja dengan platform digital Skill Akademi Ruang Guru. Pasalnya Belva Devara merupakan pemilik dari Ruang Guru.

Kharis menyampaikan, kurang dari dua minggu setelah memulai petisi, Andi dan Belva mundur dari posisi Staf Khusus Presiden. Menurutnya, langkah kedua orang tersebut kental nuansa konflik kepentingan.

“Dua tuntutan kita terhadap Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah Devara sudah terjawab. Kedua staf khusus presiden tersebut akhirnya dengan sadar diri mengundurkan diri dari jabatannya,” tulis Kharis dalam petisi sebagaimana dikutip dari Change.org, Jumat (24/4).

Kharis mengharapkan, publik untuk terus mengingatkan Presiden agar tidak salah langkah dalam memilih pembantunya terutama di lingkaran istana. Sehingga tidak membuat gaduh dan bisa fokus membantu presiden sesuai dengan arahan serta aturan dan perintah Presiden.

“Tentunya dengan seleksi dan fit and proper test yg ketat serta belajar dari kesalahan sebelumnya. Sekali lagi, terima kasih ya teman-teman. Jangan berhenti suarakan kebenaran untuk mendukung Pemerintahan yang bersih,” pungkasnya.

Sumber: JawaPos.com

Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

2 hari ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

2 hari ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

2 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

2 hari ago