Rabu, 18 Maret 2026
- Advertisement -

Peringatan HAB ke-74, Bupati Jadi Pembina Upacara

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp menjadi pembina upacara pada apel peringatan Hari Amal Bakti ke-74 Kementerian Agama (Kemenag) RI tahun 2020 tingkat Kabupaten Rohil, di lapangan Taman Budaya, Batu Enam, Bagansiapiapi, Rabu (22/1).

Apel HAB dihadiri Ketua DPRD Rohil Maston, Kasi Intel Kejari Rohil Dian Affandi SH, Sekwan DPRD Rohil Syarwan, Forkopimda, Sekdakab Job Kurniawan MSi, Kamenag Drs H Sakolan MA serta pihak MUI, LDI, LPTQPimpinan parpol kepemudaan profesi gundsional pemuka agama adat masyarakat.

Apel turut diwarnai dengan pembacaan lima nilai budaya kerja Kemenag RI.

Bupati membacakan sambutan menteri agama, mengatakan peringatan HAB sebagai refleksi rasa syukur atas jasa, perjuangan para tokoh terdahulu sebagai perintis.

Baca Juga:  Muhammadiyah Ingin Pemerintah yang Terbuka

Kemenag RI terbentuk pada 3 Januari 1946 yang dipimpin Rasyidi sebagai menteri pertama, yang kala itu situasi negara masih ditengah revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan. 

Dilanjutkan sesuai dengan UU maka negara berdasarkan pada ketuhanan Yang Maha Esa (YME), dan setiap pemeluk agama dijamin kebebasan untuk beribadah.

"Dalam negara ini tak boleh ada propganda anti agama, penistaan, pemaksaan, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda," kata Suyatno. 

Agama dan negara terangnya saling membutuhkan dan mengokohkan.

 

Laporan: Zulfadhli

Editor: E Sulaiman

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp menjadi pembina upacara pada apel peringatan Hari Amal Bakti ke-74 Kementerian Agama (Kemenag) RI tahun 2020 tingkat Kabupaten Rohil, di lapangan Taman Budaya, Batu Enam, Bagansiapiapi, Rabu (22/1).

Apel HAB dihadiri Ketua DPRD Rohil Maston, Kasi Intel Kejari Rohil Dian Affandi SH, Sekwan DPRD Rohil Syarwan, Forkopimda, Sekdakab Job Kurniawan MSi, Kamenag Drs H Sakolan MA serta pihak MUI, LDI, LPTQPimpinan parpol kepemudaan profesi gundsional pemuka agama adat masyarakat.

Apel turut diwarnai dengan pembacaan lima nilai budaya kerja Kemenag RI.

Bupati membacakan sambutan menteri agama, mengatakan peringatan HAB sebagai refleksi rasa syukur atas jasa, perjuangan para tokoh terdahulu sebagai perintis.

Baca Juga:  Nia Ramadhani Yakin Ardie Bakrie Tak Akan Direbut Pelakor

Kemenag RI terbentuk pada 3 Januari 1946 yang dipimpin Rasyidi sebagai menteri pertama, yang kala itu situasi negara masih ditengah revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan. 

- Advertisement -

Dilanjutkan sesuai dengan UU maka negara berdasarkan pada ketuhanan Yang Maha Esa (YME), dan setiap pemeluk agama dijamin kebebasan untuk beribadah.

"Dalam negara ini tak boleh ada propganda anti agama, penistaan, pemaksaan, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda," kata Suyatno. 

- Advertisement -

Agama dan negara terangnya saling membutuhkan dan mengokohkan.

 

Laporan: Zulfadhli

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp menjadi pembina upacara pada apel peringatan Hari Amal Bakti ke-74 Kementerian Agama (Kemenag) RI tahun 2020 tingkat Kabupaten Rohil, di lapangan Taman Budaya, Batu Enam, Bagansiapiapi, Rabu (22/1).

Apel HAB dihadiri Ketua DPRD Rohil Maston, Kasi Intel Kejari Rohil Dian Affandi SH, Sekwan DPRD Rohil Syarwan, Forkopimda, Sekdakab Job Kurniawan MSi, Kamenag Drs H Sakolan MA serta pihak MUI, LDI, LPTQPimpinan parpol kepemudaan profesi gundsional pemuka agama adat masyarakat.

Apel turut diwarnai dengan pembacaan lima nilai budaya kerja Kemenag RI.

Bupati membacakan sambutan menteri agama, mengatakan peringatan HAB sebagai refleksi rasa syukur atas jasa, perjuangan para tokoh terdahulu sebagai perintis.

Baca Juga:  Wali Kota Dumai Buka Konsultasi Publik KLHS RTRW

Kemenag RI terbentuk pada 3 Januari 1946 yang dipimpin Rasyidi sebagai menteri pertama, yang kala itu situasi negara masih ditengah revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan. 

Dilanjutkan sesuai dengan UU maka negara berdasarkan pada ketuhanan Yang Maha Esa (YME), dan setiap pemeluk agama dijamin kebebasan untuk beribadah.

"Dalam negara ini tak boleh ada propganda anti agama, penistaan, pemaksaan, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda," kata Suyatno. 

Agama dan negara terangnya saling membutuhkan dan mengokohkan.

 

Laporan: Zulfadhli

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari