Jumat, 9 Oktober 2026
- Advertisement -

Pemulung 

Pada suatu hari, di sebuah kompleks perumahan yang kelihatan mewah, terjadi perdebatan antara warga dan seorang pemulung.

Masalah yang mereka debatkan adalah hal sepele. Di lingkungan perumahan itu sudah banyak ditempel papan dengan tulisan "Pemulung Dilarang Masuk".

Pemasangan tulisan itu bukan tanpa alasan. 

Pasalnya, warga setempat sudah mulai resah karena sering kali terjadi kehilangan sandal, sepatu, pot bunga dan lain-lain.

Nah, meski telah ada tulisan pemulung dilarang masuk, tetapi masih ada saja pemulung  yang kepergok warga.

Seperti yang dialami si pemulung, sebut saja Edi. 

"Pak, sedang cari apa di tempat sampah itu?" tanya warga.

Edi menjawab, "Lagi mencari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang, Pak.

Baca Juga:  Gaji Juni dan Gaji Ke-13 ASN Rohul Cair Bulan Ini

"Alamak…! Apa kamu tidak melihat tulisan dan gambar di depan tadi? Pemulung tak boleh masuk di sini," kata warga itu sedikit membentak.

"Oh saya lihat, Pak, itu kan gambar pemulung. Berarti boleh masuk," jawab Edi sambil senyum-senyum.

"Apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan pemulung dilarang masuk," kata warga tadi yang mulai terlihat kesal.

"Tidak Pak, saya tidak bisa baca. Kalau saya bisa baca nggak mungkin saya jadi pemulung," jawab Edi santai.

Warga itu pun hanya bisa terdiam dan lalu pergi membiarkan Edi kembali mencari botol plastik bekas.(dof)

Pada suatu hari, di sebuah kompleks perumahan yang kelihatan mewah, terjadi perdebatan antara warga dan seorang pemulung.

Masalah yang mereka debatkan adalah hal sepele. Di lingkungan perumahan itu sudah banyak ditempel papan dengan tulisan "Pemulung Dilarang Masuk".

Pemasangan tulisan itu bukan tanpa alasan. 

Pasalnya, warga setempat sudah mulai resah karena sering kali terjadi kehilangan sandal, sepatu, pot bunga dan lain-lain.

Nah, meski telah ada tulisan pemulung dilarang masuk, tetapi masih ada saja pemulung  yang kepergok warga.

- Advertisement -

Seperti yang dialami si pemulung, sebut saja Edi. 

"Pak, sedang cari apa di tempat sampah itu?" tanya warga.

- Advertisement -

Edi menjawab, "Lagi mencari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang, Pak.

Baca Juga:  Dua Klub Mercedes-Benz di Pekanbaru Ini Gelar Vaksinasi Massal

"Alamak…! Apa kamu tidak melihat tulisan dan gambar di depan tadi? Pemulung tak boleh masuk di sini," kata warga itu sedikit membentak.

"Oh saya lihat, Pak, itu kan gambar pemulung. Berarti boleh masuk," jawab Edi sambil senyum-senyum.

"Apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan pemulung dilarang masuk," kata warga tadi yang mulai terlihat kesal.

"Tidak Pak, saya tidak bisa baca. Kalau saya bisa baca nggak mungkin saya jadi pemulung," jawab Edi santai.

Warga itu pun hanya bisa terdiam dan lalu pergi membiarkan Edi kembali mencari botol plastik bekas.(dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Pada suatu hari, di sebuah kompleks perumahan yang kelihatan mewah, terjadi perdebatan antara warga dan seorang pemulung.

Masalah yang mereka debatkan adalah hal sepele. Di lingkungan perumahan itu sudah banyak ditempel papan dengan tulisan "Pemulung Dilarang Masuk".

Pemasangan tulisan itu bukan tanpa alasan. 

Pasalnya, warga setempat sudah mulai resah karena sering kali terjadi kehilangan sandal, sepatu, pot bunga dan lain-lain.

Nah, meski telah ada tulisan pemulung dilarang masuk, tetapi masih ada saja pemulung  yang kepergok warga.

Seperti yang dialami si pemulung, sebut saja Edi. 

"Pak, sedang cari apa di tempat sampah itu?" tanya warga.

Edi menjawab, "Lagi mencari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang, Pak.

Baca Juga:  Produksi Gas Nasional Tambah 31,5 MMSCFD

"Alamak…! Apa kamu tidak melihat tulisan dan gambar di depan tadi? Pemulung tak boleh masuk di sini," kata warga itu sedikit membentak.

"Oh saya lihat, Pak, itu kan gambar pemulung. Berarti boleh masuk," jawab Edi sambil senyum-senyum.

"Apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan pemulung dilarang masuk," kata warga tadi yang mulai terlihat kesal.

"Tidak Pak, saya tidak bisa baca. Kalau saya bisa baca nggak mungkin saya jadi pemulung," jawab Edi santai.

Warga itu pun hanya bisa terdiam dan lalu pergi membiarkan Edi kembali mencari botol plastik bekas.(dof)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari